APA sih standar cantik seorang perempuan? Secara umum, cantik identik dengan kulit yang putih mulus, hidung mancung, hingga rambut panjang. Dengan standar itu, banyak perempuan yang kemudian merasa tidak cantik.
Semisal ketika kulit tidak putih, perempuan merasa enggak cantik. Demikian juga jika terlahir dengan postur hidung yang enggak bangir, perempuan bisa langsung merasa tak menarik.
Padahal, cantik atau tidaknya kamu tidaklah harus bergantung pada suatu stereotipe tertentu. Hal itulah yang coba dibuktikan lewat kampanye Januhairy.
Apa ya itu?
1. Gerakan untuk tidak mencukur rambut pada wanita
Selama ini, perempuan identik dengan tubuh yang mulus tanpa rambut. Perempuan dengan rambut tubuh bahkan dianggap 'aneh'.
Bertentangan dengan anggapan umum itu, Januhairy malah mendorong perempuan untuk tidak mencukur rambut dan menumbuhkannya. Enggak sekadar menumbuhkan rambut tubuh, tapi ada makna sosial di baliknya. Mereka yang ikut dalam kampanye ini akan ikut mengumpulkan uang untuk amal.
2. Dipelopori Laura Jackson
Dikutip dari People.com, kampanye ini awalnya dimulai Laura Jackson, seorang mahasiswa drama di Universitas Exeter di Inggris. Ia menginisiasi kampanye ini setelah melihat perbedaan perasaannya ketika dia menumbuhkan rambut tubuhnya untuk sebuah peran.
Saat itulah, Jackson mewujudkan apa yang ia rasakan. “Saya menyadari bahwa masih banyak yang harus kita lakukan untuk dapat saling menerima secara penuh dan benar. Lalu aku memikirkan Januhairy dan berpikir aku akan mencobanya. Setidaknya ini awal," ujarnya.