UI Inisiasi Festival Budaya Komodo untuk Berdayakan Masyarakat

Hendaru Tri HanggoroHendaru Tri Hanggoro - Jumat, 04 November 2022
UI Inisiasi Festival Budaya Komodo untuk Berdayakan Masyarakat

(Foto: ui.ac.id)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

DESA Komodo di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, kesohor sebagai desa wisata Super Prioritas. Desa ini memiliki ragam potensi pariwisata dan keunikan tradisi budaya. Selain itu, desa ini dianugerahi kekayaan alam yang indah. Desa ini jadi rumah bagi berbagai satwa dan flora yang langka dan khas.

Penetapan Desa Komodo sebagai wisata super prioritas diikuti oleh rencana pemberdayaan masyarakat setempat. Karena itulah, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI) berupaya melibatkan masyarakat dalam Festival Budaya Komodo pada 3-5 November 2022.

Perwakilan tim UI sekaligus Dekan FIB UI, Dr. Bondan Kanumoyoso, menyebutkan bahwa UI melibatkan seluruh pemangku kepentingan kepariwisataan di kawasan Labuan Bajo, meliputi biro perjalanan, transportasi dan kapal pesiar, serta UMKM yang bergerak di bidang wisata.

Bondan Kanumoyoso menambahkan, penyelenggaraan Festival Budaya Komodo ini bertujuan untuk mempromosikan sekaligus mengembangkan pariwisata di wilayah Manggarai Barat. Diharapkan Festival Budaya Komodo dapat menjadi festival tahunan sehingga dapat terus mempromosikan Desa Komodo sebagai Destinasi Wisata Budaya.

Baca juga:

Pulau Komodo dan Padar, Dari Pasir Merah ke Wisata Mewah

festival budaya komodo

Desa ini jadi rumah bagi berbagai satwa dan flora yang langka dan khas. (Foto: Unsplash/Iqx Azmi)

Kepala Biro Humas dan Keterbukaan Informasi Publik UI, Amelita Lusia, yang hadir pada pembukaan Festival Budaya Komodo, mengatakan bahwa festival ini sebentuk pengabdian masyarakat dari FIB UI ini. Wujud sumbangsih sosial dan bentuk implementasi keilmuan dari masyarakat akademik UI. Demikian dikabarkan Antara (3/11).

FIB UI mengirim dosen-dosen terbaiknya ke desa ini. Mereka terdiri dari Dr. Bondan Kanumoyoso, M. Hum, Dr. Taufik Asmiyanto, M.Si, Dr. Hendra Kaprisma, S. Hum, Murni Wudyastuti, M. Hum, dan Dwi Kristianto, S.Hut, M.Kesos.

Tim tersebut secara bersama mendampingi dalam melakukan perencanaan, persiapan, dan pelaksanaan festival berkelas internasional ini. Tim bekerja sama dengan pemerintah dan masyarakat setempat demi mengangkat kembali tradisi, budaya, dan perekonomian setempat.

"Kegiatan ini merupakan upaya kami dalam mengangkat kembali tradisi dan budaya serta perekonomian masyarakat Desa Komodo," kata Kepala Desa Komodo, H. Aksan.

Baca juga:

Mewahnya Kostum Komodo Indonesia di Miss Universe

desa komodo

Desa Komodo harus terus berbenah agar desa ini layak mendapatkan predikat sebagai desa wisata berbasis budaya. (Foto: Unsplash/Joshua J. Cotten)

Sementara itu, Kepala Balai Taman Nasional Komodo, Lukita Awang Nistyantara, S. Hut., M.Si, mengatakan pihaknya bersyukur ada tim pendamping dari UI di tengah upaya mengembangkan pariwisata desa. "Kami merasa terbantu dengan hadirnya Tim Pengmas UI di Desa Komodo dalam upaya pemberdayaan masyarakat desa melalui kegiatan kepariwisataan."

Menurut dia, Desa Komodo harus terus berbenah agar desa ini layak mendapatkan predikat sebagai desa wisata berbasis budaya.

Festival Budaya Komodo 2022 terdiri atas berbagai kegiatan. Antara lain Upacara Ritual Persembahan untuk Leluhur Masyarakat Desa Komodo, Ethnic Parade, Maritim Culture, Bazar Kuliner dan Cenderamata, dan Live Music.

Ethnic Parade menampilkan khazanah seni tradisi masyarakat Komodo seperti Tari Alugere, Atraksi pencak silat, Tradisi Kolo kamba, dan permainan tradisional.

Maritime Culture menyuguhkan lomba-lomba berbasis tradisi maritim seperti perahu layar, lomba perahu katiting, olah raga renang di laut, dan lomba foto bawah laut.

Muhammad Sidik, Ketua Pelaksana Festival, mengatakan festival ini juga akan diisi oleh pasar rakyat yang memungkinkan wisatawan akan dapat menikmati aneka kuliner makanan khas Pulau Komodo dan berbagai suvenir asli Pulau Komodo.

Malam hari, peserta atau wisatawan akan dapat menikmati alunan musik dengan beberapa penyanyi kenamaan dari Labuan Bajo sambil menikmati indahnya panorama pemandangan laut dari bukit belakang desa Komodo.

Puncak acara berupa ritual persembahan. Ada dua upacara ritual yang biasa dilakukan oleh warga Komodo, yaitu upacara persembahan untuk satwa Komodo dan upacara persembahan kepada leluhur warga Komodo.

Upacara persembahan untuk Pulau Komodo sebentuk syukur dan doá kepada Allah SWT bahwa mereka telah diberikan kesempatan hidup bersama dengan saudara kembarnya sejak berabad-abad silam, yaitu Komodo. Doá tesebut dipanjatkan agar warga komodo dapat hidup berdampingan dengan satwa Komodo selamanya.

Upacara Persembahan Kepada Leluhur adalah upacara persembahan yang ditujukan untuk menghormati leluhur atas jasa-jasa mereka menjaga Pulau Komodo hingga saat ini warga Komodo masih dapat tinggal di pulau itu. (dru)

Baca juga:

5 Spot Snorkeling Keren Favorit Pelancong di Sekitar Pulau Komodo

#Universitas Indonesia #Pulau Komodo #Festival
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Hendaru Tri Hanggoro

Berkarier sebagai jurnalis sejak 2010 dan bertungkus-lumus dengan tema budaya populer, sejarah Indonesia, serta gaya hidup. Menekuni jurnalisme naratif, in-depth, dan feature. Menjadi narasumber di beberapa seminar kesejarahan dan pelatihan jurnalistik yang diselenggarakan lembaga pemerintah dan swasta.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Koordinator BEM UI Dianiaya Orang Tidak Terkenal, Polisi Lakukan Penyelidikan
Polisi mengimbau korban maupun pihak terkait membuat laporan kejadian tersebut. Meski demikian, pihaknya tetap akan melakukan pengusutan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 06 Oktober 2026
Koordinator BEM UI Dianiaya Orang Tidak Terkenal, Polisi Lakukan Penyelidikan
Lifestyle
Film Merah Sebelum Fajar Karya Garin Nugroho Masuk Tokyo International Film Festival 2026
Film yang berlatar Indonesia tahun 1946, setahun setelah proklamasi kemerdekaan, film ini mengikuti perjalanan Frans (Nicholas Saputra) bersama empat karakter lainnya.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 02 Oktober 2026
Film Merah Sebelum Fajar Karya Garin Nugroho Masuk Tokyo International Film Festival 2026
Indonesia
5 Mahasiswa UI Kembangkan Pendingin Ruangan Padukan Kestabilan Suhu Tanah dan Tenaga Surya
ADEM bekerja dengan memanfaatkan suhu tanah yang relatif stabil pada kedalaman tertentu. Udara dari luar dialirkan melalui jaringan pipa PVC yang ditanam di bawah tanah dan disusun berkelok (serpentine).
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 15 September 2026
5 Mahasiswa UI Kembangkan Pendingin Ruangan Padukan Kestabilan Suhu Tanah dan Tenaga Surya
Indonesiaku
Mereren Fest 2026 Hidupkan Kembali Tradisi Lokal Pererenan dengan Cara Kekinian
Mereren Fest 2026 di Pererenan, Bali, menghidupkan kembali tradisi lokal lewat festival layangan, musik, kreativitas, dan kolaborasi komunitas.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 10 September 2026
Mereren Fest 2026 Hidupkan Kembali Tradisi Lokal Pererenan dengan Cara Kekinian
Fun
Pertamina Eco RunFest 2026 Targetkan Keteikutsertaan 24 Ribu Orang, Lari Sambil Wujudkan Aksi Nyata untuk Lingkungan
Pertamina Eco RunFest 2026 siap menggebrak Jakarta dengan target 14.000 pelari dan 10.000 penonton live music.
Frengky Aruan - Kamis, 27 Agustus 2026
Pertamina Eco RunFest 2026 Targetkan Keteikutsertaan 24 Ribu Orang, Lari Sambil Wujudkan Aksi Nyata untuk Lingkungan
Indonesia
Pariwisata Labuan Bajo Berangsur Pulih Usai Gempa, Taman Nasional Komodo Tetap Buka
Aktivitas pariwisata di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), berangsur kembali normal setelah wilayah tersebut diguncang gempa.
Yusuf Abdillah - Senin, 24 Agustus 2026
Pariwisata Labuan Bajo Berangsur Pulih Usai Gempa, Taman Nasional Komodo Tetap Buka
Lifestyle
Michelle Monaghan Takjub Pertama Kali Lihat Komodo Saat Perjalanannya ke Indonesia
Robert De Niro, kata Monaghan, langsung memberikan saran kepadanya untuk segera kembali berlibur ke Indonesia supaya bisa melihat komodo.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 21 Agustus 2026
Michelle Monaghan Takjub Pertama Kali Lihat Komodo Saat Perjalanannya ke Indonesia
Fun
Anime Festival Asia Indonesia 2026 Rayakan Satu Dekade dengan Deretan Bintang dan Program Pop Culture
Memasuki tahun ke-10 AFAID 2026 membawa sejumlah nama besar dari berbagai bidang.
Dwi Astarini - Kamis, 13 Agustus 2026
Anime Festival Asia Indonesia 2026 Rayakan Satu Dekade dengan Deretan Bintang dan Program Pop Culture
Fun
BRImo CODE.STRT 2026 Angkat Budaya Urban Lewat Fashion, Musik, dan Komunitas
BRImo CODE.STRT 2026 kembali hadir dalam rangkaian JF3 Fashion Festival dengan lebih dari 50 brand, kompetisi basket, skate, dance, musik, hingga area kuliner di Summarecon Mall Serpong.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 04 Agustus 2026
BRImo CODE.STRT 2026 Angkat Budaya Urban Lewat Fashion, Musik, dan Komunitas
Indonesia
UI Masih Teratas dari 7 Kampus RI di 500 Besar Dunia, Budaya Riset Jadi PR Besar
QS World University Rankings 2027 menempatkan 7 kampus Indonesia di 500 besar dunia. UI tetap teratas, namun budaya riset masih jadi pekerjaan rumah besar.
Wisnu Cipto - Minggu, 26 Juli 2026
UI Masih Teratas dari 7 Kampus RI di 500 Besar Dunia, Budaya Riset Jadi PR Besar
Bagikan