MerahPutih.com - Pemerintah Uganda pada Ahad (18/3) mengatakan penangkapan telah dilakukan sehubungan dengan penyebaran vaksin palsu hepatitis B di negeri tersebut.
"Beberapa tersangka telah ditangkap dan saat ini berada dalam tahanan polisi untuk membantu penyelidikan sementara yang lain telah merekam pernyataan di masing-masing kantor polisi," kata Menteri Negara Urusan Kesehatan (Kewajiban Umum) Sarah Achieng Opendi di dalam satu pernyataan.
Pada Selasa, Lembaga Obat Nasional (NDA) mengumumkan ditemukannya vaksin palsu hepatitis B di negeri tersebut.
Opendi, sebagaimana dilaporkan Xinhua dari Antara, mengatakan NDA selama pengawasan rutinnya pasca-pemasaran, menemukan vaksi hepatitis B yang dipalsukan dari delapan instalasi kesehatan di Kabupaten Mbarara, Mbale, Wakiso dan Kampala.
Wanita itu mengatakan instalasi tersebut membeli vaksin palsu dari pedagang yang tak terdaftar dengan alamat palsu di faktur dan tanda terima.
Sebagian vaksin hepatitis B telah ditarik, dan pemerintah telah mendesak masyarakat agar menerima vaksin hepatitis B hanya dari instalasi swasta yang terakreditasi dan instalasi kesehatan pemerintah.
Hepatitis B adalah penyakit yang bisa merenggut nyawa dan disebabkan oleh virus hepatitis B (HBV), yang dapat mengakibatkan infeksi kronis dan membuat orang menghadapi resiko kematian yang lebih besar akibat sirosis dan kanker hati. (*)