TTS Tingkatkan Keaktifan Siswa dalam Belajar

Andika PratamaAndika Pratama - Sabtu, 14 Oktober 2017
TTS Tingkatkan Keaktifan Siswa dalam Belajar

Permainan Teka-Teki SIlang. Foto: Google Play

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Masih ingatkah Anda dengan permainan TTS atau teka teki silang? Ternyata permainan itu tidak sekedar sebagai hiburan semata, namun juga mampu meningkatkan keaktifan siswa dalam belajar dan proses pembelajaran.

Peneliti bidang Pendidikan Akuntansi dari Wiratama Institute Agatha Saputri, mengungkapkan efektivitas TTS dalam meningkatkan keaktifan belajar siswa, khususnya dalam menghadapi persaingan yang ditawarkan oleh berbagai teknologi digital yang sangat kuat memengaruhi minat dan keaktifan belajar siswa.

"Penerapan Metode AKS berbantu tekateki silang, dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas XII Matematika dan Ilmu Alam 1 SMA Negeri 1 Wonosari Tahun Ajaran 2015/2016," kata Agatha dalam siaran persnya, Sabtu (14/10).

Ia menjelaskan, berdasarkan data penelitian menunjukkan adanya peningkatan pada semua indikator Aktivitas Belajar Siswa dari siklus I sebesar 67,08% meningkat menjadi 83,92% pada siklus II. Kemudian meningkat kembali menjadi 86% pada siklus III.

“Berdasarkan data catatan harian menunjukkan perubahan positif sikap siswa terhadap Penerapan Metode Active Knowledge Sharing,” katanya lagi.

Hasil Penelitian

Agatha melanjutkan, penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) yang bertujuan untuk meningkatkan Aktivitas Belajar pada Kompetensi Akuntansi Perusahaan Jasa Siswa Kelas XII SMA Negeri 1 Wonosari Tahun Ajaran 2015/2016 melalui Penerapan Metode Active Knowledge Sharing Berbantu Media Teka Teki Silang.

Penelitian ini dilaksanakan secara kolaboratif selama tiga siklus. Analisis data yang digunakan yaitu analisis data deskriptif dengan persentase, tambah dia.

Menurut dia, Akuntansi merupakan mata pelajaran yang berisi tentang angka-angka sehingga untuk memahaminya dibutuhkan konsentrasi yang tinggi. Materi dalam mata pelajaran akuntansi saling berkaitan satu sama lain. Jika siswa tertinggal satu pokok bahasan dalam mata pelajaran akuntansi maka siswa tersebut akan tertinggal dan kesulitan memahami pokok bahasan yang selanjutnya.

“Sehingga siswa dituntut berkonsentrasi dalam mata pelajaran ini. Namun pada kenyataannya rata-rata siswa merasa kesulitan dalam memahami dan mengikuti materi yang diajarkan oleh guru ketika sudah selang beberapa waktu jam pelajaran akuntansi berjalan,” terang Agatha yang juga mahasiswi Program Master bidang Pendidikan Akuntansi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) itu.

Penerapan Metode AKS

Ia menambahkan, berdasarkan angket mengenai penerapan metode Active Knowledge Sharing berbantu media teka teki silang, menunjukkan bahwa siswa senang dan bersemangat saat mengerjakan permainan teka teki berpartisipasi dalam diskusi.

“Peneliti lain diharapkan dapat mengembangkan penelitian tindakan kelas yang lebih mendalam pada kompetensi lain, sehingga dapat memberikan sumbangan wawasan di bidang pendidikan. Peneliti lain sebaiknya mempersiapkan dengan matang dan membuat pengelolaan waktu yang baik. Agar data yang diperoleh lebih baik lagi sebaiknya observer lebih dari dua,” terang Agatha. (*)

#Teka Teki Silang
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Bagikan