Toyota Gabungkan Mobil Klasik dan Teknologi Elektrifikasi
Dua mobil legendaris ini tidak menghasilkan emisi karbon. (Foto: Toyota)
PERALIHAN dari mesin bensin konvensional ke teknologi elektrifikasi sudah dimulai bahkan sejak sebelum awal dekade ini. Namun, belum sampai pertengahan dekade, berbagai produsen mobil sudah berjanji untuk berhenti menjual kendaraan dengan mesin pembakaran internal.
Tentu tujuannya tak lain demi mengekang emisi karbon dunia dan diharapkan dapat mencegah perubahan iklim. Namun, CEO Toyota Motor Corporation Akio Toyoda percaya bahwa langkah itu tidak cukup. Ia mengatakan langkah itu hanya akan mengurangi emisi karbon dalam jumlah sedikit, seperti dilaporkan Motor1, Senin (16/1).
Pasalnya, jutaan mobil yang beredar nanti masih akan memiliki mesin bensin konvensional, dan beberapa orang mungkin lebih senang dengan mesin bensin yang sarat polusi udara itu. Oleh karena itu, Toyota memiliki solusi untuk menggabungkan mobil klasik dan teknologi elektrifikasi.
Baca juga:
Melihat Lebih Dekat Kendaraan Elektrifikasi Toyota di Jakarta Auto Week
Detailnya, langkah itu memanfaatkan kendaraan lama yang sudah ada menjadi berpenggerak netral karbon, alias dikonversi menjadi kendaraan nol emisi. Alternatifnya ada dua, entah mobil itu dikonversi menjadi berpenggerak listrik atau bermesin hidrogen.
Toyota telah menunjukkan bagaimana hal itu akan mereka lakukan pada gelaran Tokyo Auto Salon, di mana pabrikan itu memamerkan dua konsep AE86 nan ikonik. Namun, yang satu ditenagai baterai dan motor listrik, sementara yang satunya ditenagai mesin hidrogen.
Kedua mobil itu dibalut dengan bodi berwarna hitam dan putih nan legendaris, dan AE86 H2 Concept bertenaga hidrogen dilengkapi dengan dua penyimpanan hidrogen yang bersumber dari Mirai yang diposisikan di bagasi.
Baca juga:
Toyota GR Corolla Resmi Rilis, Begini Spesifikasinya
Mesin empat silinder di bawah kap mesin dilengkapi dengan injektor bahan bakar, pipa bahan baka,r dan busi yang dimodifikasi untuk memenuhi standar spesifikasi sistem hidrogen. Sementara, di sisi lain ada AE86 BEV Concept yang menggunakan motor listrik dari Tundra Hybrid.
Paket baterai mobil itu berasal dari Prius Plug-in Hybrid, dan komponen dari model produksi Toyota dan Lexus lainnya. Anehnya, mobil itu hadir dengna transmisi manual. Kemungkinan, mobil itu hanya ditujukan untuk eksibisi saja, belum untuk dapat benar-benar dikemudikan.
Kedua konsep tersebut harus memberikan bukti bahwa visi Toyoda dapat dilakukan, meskipun Toyota mengakui bahwa membicarakan hal ini hanyalah langkah pertama dalam proses pengembangan yang panjang. (waf)
Baca juga:
Toyota Majesty, MPV Mewah di Atas Alphard atau Vellfire
Bagikan
Andrew Francois
Berita Terkait
Penutupan Feders Gathering 2025 Jadi Ajang Temu Komunitas Motor Matic
Peduli Bencana Sumatera Utara: Bantuan Pakaian dan Layanan Penggantian Oli Gratis untuk Warga Terdampak
VinFast Resmikan Pabrik Kendaraan Listrik di Subang, Tegaskan Komitmen Lokalisasi di Indonesia
Riding Bareng hingga Sharing Session, 'Sowan Nyaman' Rangkul Komunitas Motor Matic
Menilik Deretan Mobil Baru Mejeng di Ajang Otomotif Gaikindo Jakarta Auto Week 2025
Berakhir Besok, ini Daftar Mobil Listrik dan Motor yang Bisa Dijajal di GJAW 2025
Mengusung Filosofi Travel+, JETOUR T2 Siap Jadi Partner Adventure di Indonesia
Jajal Kendaraan Listrik Tanpa Keluar Gedung, GJAW 2025 Tawarkan EV Test Drive Indoor
5 Mobil SUV yang Meluncur di GJAW 2025, Ada Suzuki Grand Vitara hingga BJ30 Hybrid FWD
3 Mobil Hybrid Suzuki yang Rilis selama 2025, Siap Jadi Primadona Baru!