Topik 'Credit Scene Avengers: Endgame' Paling Banyak Dibahas Warganet

Dwi AstariniDwi Astarini - Rabu, 15 Mei 2019
Topik 'Credit Scene Avengers: Endgame' Paling Banyak Dibahas Warganet

Warganet ramai membincangkan film Avengers: Endgame. (foto: ist)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

TIGA pekan berlalu sejak film Avengers: Endgame dirilis. Namun, pembicaraan seputar film terakhir dari seri Avengers itu belum habis. Perusahaan media intelligence Isentia mencatat sebanyak 50.915 perbincangan di media sosial terkait dengan film Avengers: Endgame. Percakapan itu terjadi sejak 1 April hingga 6 Mei 2019.


Dari semua perbincangan itu, sebanyak 88,9% berlangsung di Twitter. Topik credit scene jadi yang paling banyak dibahas oleh warganet. “Kami menemukan banyak warganet membahas tentang tidak adanya credit scene di akhir film ini. Tidak seperti di film-film Avengers biasanya,” jelas Rendy Ezra, Insights Manager dari Isentia, dalam rilis yang diterima Merahputih.com.

Selain itu, ada pula unggahan dari akun Twitter @pakeotakmu yang di-retweet sebanyak 2.401 kali. Tweet tersebut menunjukkan bekas bungkus makanan yang ditinggalkan di dalam studio bioskop. Dalam caption utama tertulis, ‘Plis jangan seperti ini’.

avengers: endgame
Para tokoh superhero di Endgame juga ramai diperbincangkan. (foto: ImDB)


Selain topik credit scene, para tokoh superhero dalam film ini juga menjadi bahasan viral tersendiri bagi warganet. Dari total perbincangan terkait dengan Avengers : Endgame, sebanyak 13,3% dari total buzz tersebut menyebutkan ‘Thanos’, diikuti dengan ‘Thor’ 7,4%, ‘Iron Man’ 6,9%, ‘Spiderman’ 6,1%, ‘Captain America’ 3,2%, ‘Hulk’ 2,5% serta ‘Captain Marvel’ yang juga muncul sebesar 1,8%.


Sementara itu, dari 903 buzz mengenai promosi film ini di media sosial, bioskop XXI dan CGV Cinemas mendapatkan mention paling banyak ketimbang beberapa brand lain yang juga memiliki program promosi untuk film ini.(*)

Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me
Bagikan