Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
Musik

Topi Jerami Aransemen Ulang Lagu 'Damai' Jadi Lebih Pop Punk

Febrian AdiFebrian Adi - Jumat, 29 Desember 2023
Topi Jerami Aransemen Ulang Lagu 'Damai' Jadi Lebih Pop Punk

Topi Jerami coba aransmenen ulang lagu dari Wayang Band. (Foto: Dok/Topi Jerami)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

ANAK kelahiran 90-an pasti enggak asing dengan lagu berjudul Damai dari band Wayang. Penggalan lirik 'damainya hatiku.. kala mentari.. bersinar lagi' dari bagian reff di lagu tersebut teramat dikenal. Kali ini, unit pop punk asal Bogor Topi Jerami mengaransemen ulang lagu tersebut dengan gaya khas mereka.

Topi Jerami menghadirkan kembali keindahan lagu klasik dari band Wayang dengan sentuhan energi pop punk yang kental dan menyegarkan.

Baca juga:

Weda Mauve Sajikan Hal Berbeda di 'ADRENALIN RUSH'

Damai tidak hanya sebuah single cover, tapi sebuah pernyataan musikal yang mengeksplorasi perpaduan antara warisan musik nostalgia dan semangat pop punk modern,” ucap Topi Jerami dalam keterangan resmi yang diterima Merahputih.com, Kamis (28/12).

Melalui lagu nostalgia ini, Topi Jerami berhasil menciptakan pengalaman mendalam dengan menggabungkan vokal penuh membara, riff gitar nan menghentak dan ketukan drum penuh energi.

Pada single ini, Topi Jerami tak hanya sekadar meng-cover semata, mereka juga ingin memberikan sentuhan pribadi untuk memperkaya nuansa musik asli dari pop punk.

“Dengan cara menghadirkan interpretasi baru yang mempertahankan esensi dan keunikan lagu Wayang. Sembari memberikan elemen pop punk yang memikat,” lanjutnya.

Lagu Damai menjadi ajang untuk mengenang dan merayakan karya-karya tak terlupakan dari band Wayang, bersamaan dengan memperkenalkan penggemar baru pada keindahan musik 90an dalam format yang lebih modern.

Baca juga:

Deretan Musisi Indonesia yang Rilis Album Piringan Hitam di 2023

Topi Jerami dibentuk pada 2003 dan memulai debutnya sejak 2006, dari sebuah high school band yang digarap dengan hura-hura menjadi sebuah band yang serius dengan visi dan karyanya. Nama Topi jerami diambil dari sebuah karakter komik One Piece, Mulai dikenal ketika menjadi salah satu tracklist di "Putih Dalam Abu Compilation" rilisan Me Records 2006 dengan single Takkan Hilang

Kemudian Topi Jerami memulai debut rilisnya pada 2008 dengan EP “Pertunjukan Hari Esok” rilisan Rejuvenate Records yang mengenalkan kombinasi musik Pop Punk dengan Lirik yang bijaksana serta pendekatan musik yang catchy dan berimbang, kemudian menyusul full length Studio Album bertajuk “Nothing More Nothing Less!” pada 2012 dirilis mandiri oleh band dengan alias More & Less Records. (far)

Baca juga:

Solidaritas Elang Terbang Kolektif untuk Palestina

#Musik
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
Kisah di Balik Lagu 'Gloryland', Anthem Resmi Piala Dunia 1994
'Gloryland' menawarkan atmosfer yang inspiratif dengan lirik yang menekankan harapan, persatuan, perjuangan, dan tekad untuk meraih kemenangan.
Dwi Astarini - 1 jam, 41 menit lalu
Kisah di Balik Lagu 'Gloryland', Anthem Resmi Piala Dunia 1994
ShowBiz
Makna Lagu 'Un'estate Italiana', Lagu Tema FIFA World Cup 1990
Liriknya mengisahkan tentang mimpi, harapan, persatuan, dan perjuangan untuk menjadi yang terbaik, selaras dengan semangat yang mewarnai ajang Piala Dunia.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Makna Lagu 'Un'estate Italiana', Lagu Tema FIFA World Cup 1990
ShowBiz
Setelah 20 Tahun, Discus Resmi Merilis 'Live in Switzerland 2005' dalam Format CD
Lebih dari 20 tahun tersimpan sebagai rekaman legendaris, penampilan bersejarah Discus di ProgSol Festival Swiss akhirnya resmi dirilis dalam format CD.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 Juli 2026
Setelah 20 Tahun, Discus Resmi Merilis 'Live in Switzerland 2005' dalam Format CD
ShowBiz
Lirik 'La Copa de la Vida' dari Ricky Martin, Lagu Tema Piala Dunia yang tak Lekang Waktu
Lagu yang dirilis pada 1998 sebagai bagian dari album Vuelve ini memadukan unsur Latin pop, samba, dan musik dansa dengan irama yang penuh energi.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Lirik 'La Copa de la Vida' dari Ricky Martin, Lagu Tema Piala Dunia yang tak Lekang Waktu
ShowBiz
Resmi! for Revenge Jadi Pengisi Lagu Original Film 'Spider-Man: Brand New Day'
for Revenge resmi dipercaya membawakan lagu original versi Indonesia untuk film Spider-Man: Brand New Day.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 Juli 2026
Resmi! for Revenge Jadi Pengisi Lagu Original Film 'Spider-Man: Brand New Day'
ShowBiz
Makna Lagu 'When I'm Home', Soundtrack Emosional 'The Odyssey'
The Odyssey hanya menghadirkan satu lagu sebagai soundtrack utama, yakni When I'm Home (2026).
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Makna Lagu 'When I'm Home', Soundtrack Emosional 'The Odyssey'
ShowBiz
Dream Catcher! Tuangkan Kisah Romansa Remaja dalam EP Debut Self Titled
EP yang diproduksi secara independen ini menghadirkan lima lagu yang disusun sebagai sebuah narasi utuh.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Dream Catcher! Tuangkan Kisah Romansa Remaja dalam EP Debut Self Titled
ShowBiz
Miki Matsubara Cetak Sejarah, 'Mayonaka no Door~stay with me' Tembus 500 Juta Streaming
Dirilis sejak 1979, 'Mayonaka no Door~stay with me' Miki Matsubara kembali mencetak sejarah. Lagu City Pop Jepang ini kini telah melampaui 500 juta streaming Spotify.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 Juli 2026
Miki Matsubara Cetak Sejarah, 'Mayonaka no Door~stay with me' Tembus 500 Juta Streaming
ShowBiz
Supple Rilis Album 'Nothing Can Explain', Hadirkan Eksplorasi Musik yang Lebih Matang
Supple membuka fase baru lewat album Nothing Can Explain. Delapan lagu dalam rilisan ini membawa pendengar menyusuri penyangkalan, obsesi, tekanan sosial, hingga survivor's guilt.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 Juli 2026
Supple Rilis Album 'Nothing Can Explain', Hadirkan Eksplorasi Musik yang Lebih Matang
Indonesia
Pencatatan Hak Cipta Lagu Kini Gratis, DJKI Berlakukan Tarif Rp 0 Mulai 1 Agustus 2026
Mulai 1 Agustus 2026, pencatatan hak cipta lagu dan musik resmi digratiskan. DJKI berharap kebijakan ini mendorong lebih banyak musisi mendaftarkan karya.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 Juli 2026
Pencatatan Hak Cipta Lagu Kini Gratis, DJKI Berlakukan Tarif Rp 0 Mulai 1 Agustus 2026
Bagikan