TKN Sebut Kecurangan Pemilu akan Dimainkan Pihak yang Kalah, Sindir Prabowo-Sandi?

Andika PratamaAndika Pratama - Jumat, 26 April 2019
TKN Sebut Kecurangan Pemilu akan Dimainkan Pihak yang Kalah, Sindir Prabowo-Sandi?

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding. Foto: MP/Kanugrahan

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding sudah memperkirakan bakal ada memainkan isu kecurangan dalam Pemilu. Isu ini sengaja dihembuskan untuk menciptakan citra negatif penyelenggara negara terutama oleh pihak yang kalah.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu mengatakan sejak awal diprediksi ada upaya mendeligitimasi pemilu.

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Abdul Kadir Karding. (Foto:merahputih.com/Fadli)
Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Abdul Kadir Karding. (Foto:merahputih.com/Fadli)

"Karena itu, TKN menyiapkan semua perangkat termasuk saksi dan kemudian juga perangkat elektronik bisa mengontrol perhitungan suara," jelas Karding di Rumah Aspirasi, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (26/4).

Mengenai isu yang dikembangkan pihak tertentu bahwa terjadi dugaan kecurangan dalam pemilu, menurut Abdul Kadir Karding, hal tersebut merupakan pembangunan opini untuk mendelegitimasi penyelenggara pemilu.

Dia berharap semua pihak tetap menunggu hasil resmi di KPU. Jika ada yang keberatan disampaikan melalui konstitusi dan perundang-undangan yang berlaku.

"Kan sudah ada Bawaslu, kepolisian, pers, saksi masing-masing, dan KPU diusulkan oleh partai-partai yang sekarang ini pada teriak. Karena itu, sekarang yang dibutuhkan adalah sikap bijak kita semua," tutur dia.

Karding meminta Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi harus datang ke markasnya untuk melihat langsung perhitungan suara.

"Kalau temen-temen BPN mau datang dan melihat apakah kerja maupun kinerja tim pengumpul C1 kami, kami terbuka. Sehingga tak ada dusta diantara kita," terang Karding.

Prabowo Subianto. (Facebook/Prabowo Subianto)

Karding menuturkan, yang dibutuhkan sebenarnya hanya kedewasaan, sikap kenegarawanan, untuk pertama lebih bijak menunggu 22 Mei 2019. Sikap dewasa dan negarawanan yang dimaksud adalah semua pihak harus siap menang dan siap kalah serta mau menerima siapa pun yang terpilih sebagai pasangan presiden dan wakil presiden nanti.

"Yang kita mau ini pemilu kan sebenarnya untuk kepentingan kesejahteraan perbaikan negara, ya pemilu ini hanya alat. Jadi apapun hasilnya mesti yang utama persatuan Indonesia,," imbuh Karding. (Knu)

#Jokowi-Ma'ruf Amin #Prabowo-Sandiaga
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Bagikan