MerahPutih.com - Timnas Singapura menyalakan alarm bahaya bagi para pesaingnya di FIFA ASEAN Cup yang akan berlangsung pada September-Oktober 2026. Meski gagal melaju ke final ASEAN Championship 2026, The Lions berhasil membuktikan bahwa mereka mampu bersaing dengan tim-tim kuat Asia Tenggara.
Singapura menutup kiprah di ASEAN Championship dengan kemenangan 2-1 atas Thailand pada leg kedua semifinal di Stadion Rajamangala, Selasa, 18 Agustus.
Dua gol Singapura dicetak Harhys Stewart dan bunuh diri Pansa, mengantar mereka meraih kemenangan pertama atas Thailand sejak 2012.
Kemenangan 2-1 belum cukup membawa Singapura ke final, mengingat di leg pertama semifinal kalah 1-3 dari Thailand. The Lions tersingkir karena kalah agregat tipis 3-4 dari Thailand.
Baca juga:
Singapura Mulai Berubah Menjadi Ancaman
Pelatih Singapura, Gavin Lee, tetap melihat banyak hal positif dari perjalanan timnya. Menurutnya, performa menghadapi Vietnam, Indonesia, dan Thailand menjadi bukti bahwa Singapura mulai mampu tampil kompetitif menghadapi lawan dengan level lebih tinggi.
Keyakinan dibangun berdasarkan bukti. Dengan kualifikasi Piala Asia, perjalanan ke Okinawa, serta setiap pertandingan dan jeda internasional, kami terus memberikan lebih banyak bukti kepada para pemain bahwa kami mampu bermain dan bersaing. Pertanyaannya sekarang adalah, bisakah kami melakukannya lebih baik menghadapi lawan yang lebih besar? Begitulah cara kami berkembang,
kata Gavin Lee.
Pelatih berusia 35 tahun itu menilai Singapura sebenarnya mampu tampil baik dalam sejumlah pertandingan. Namun, kesalahan kecil masih menjadi persoalan karena lawan berkualitas mampu menghukumnya.

Bek Timnas Singapura, Ryhan Stewart menghalau pemain Thailand. (Facebook/FAT)
“Di turnamen ini, kami melihatnya saat melawan Vietnam, Indonesia, dan dalam dua leg menghadapi Thailand. Kami tampil sangat baik secara keseluruhan, tetapi mereka memiliki tim yang bagus dan menghukum kami atas kesalahan-kesalahan kecil. Ini kembali menjadi bukti yang bisa dibawa para pemain dan dijadikan bahan untuk berkembang pada jeda internasional berikutnya,” ujarnya.
Gavin Lee juga menyoroti hubungan yang semakin kuat antara pemain dan suporter. Dukungan publik Singapura disebut menjadi energi tambahan bagi tim sepanjang turnamen.
Menurutnya, para pemain kini semakin memahami arti mengenakan seragam tim nasional. Semangat pantang menyerah yang ditunjukkan para pemain juga membuat hubungan dengan suporter kembali menguat.
“Kami sedang membangun tim menuju Piala Asia dan saya yakin akan ada banyak tantangan ketika kami menghadapi lawan yang semakin kuat. Namun, di masa-masa sulit tersebut, saya percaya kelompok suporter yang selama ini mendukung kami akan terus memberikan dukungan karena mereka sangat penting bagi para pemain,” tutur Gavin.
Baca juga:
Indonesia dan Malaysia Harus Waspada
Gavin bahkan menyebut perjalanan Singapura mulai mengubah pandangan sejumlah pihak yang sebelumnya meragukan kemampuan The Lions.
Saya pikir kami telah mengubah beberapa orang yang sebelumnya ragu menjadi percaya. Saya mewakili tim untuk mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh suporter,
katanya.
Performa di ASEAN Championship menjadi modal penting bagi Singapura sebelum tampil di FIFA ASEAN Cup. The Lions berpotensi tampil lebih percaya diri menyusul hasil cukup baik yang dicatatkan.
Tuan rumah Indonesia dan Malaysia, dua pesaing yang akan dihadapi di Grup A Divisi 1 (Premier Division) FIFA ASEAN Cup pun patut memasang kewaspadaan. (*)