Timnas Putri Indonesia U-16 Gagal ke Final Setelah Ditumbangkan Australia, Timo Scheunemann Soroti Lini Pertahanan dan Penyerangan
Pemain Garuda Pertiwi mencoba mempertahankan bola dari rebutan pemain Australia pada semifinal Piala AFF U-16 women Stadion Manahan Solo, Rabu (27/8) malam. (Merahputih.com/Ismail)
MerahPutih.com - Timnas Putri Indonesia U-16 gagal melaju ke babak final ASEAN U-16 Girls Championship 2025 setelah ditekuk Australia skor 0-3 dalam babak semifinal di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, Rabu (27/8) malam.
Pelatih Timnas Putri U-16, Timo Scheunemann mengatakan banyak pelajaran yang diambil Garuda Pertiwi dari kekalahan ini. Dia pun menyoroti sisi pertahanan dan penyerangan timnas pertiwi.
“Masih banyak hal yang harus diperbaiki baik dari sisi offense maupun defense pemain. Meski dari sisi kepercayaan diri saya menilai para pemain sudah cukup bagus mengingat lawannya lebih unggul dari semua lini,” kata Timo, Kamis (28/8).
Dia mengatakan sejak menit awal Timnas Putri U-16 ditekan Australia karena memang lawan unggul segalanya.
“Kita tertekan tapi nggak masalah, karena lawannya memang kuat. Justru pemain bisa belajar dari situ. Dari kaki ke kaki itu terlihat memang kita masih harus banyak belajar dari Australia,” ucap dia.
Baca juga:
Dia mengatakan permainan Australia sangat menekan sepanjang laga sehingga ia harus mengubah susunan pemain dari 4-3-2-1 menjadi 5-2-3-1. Strategi tersebut nilainya berhasil menahan serangan tim lawan dan beberapa kali membuat Indonesia berhasil merebut bola.
“Operan yang tidak pas membuat Garuda Pertiwi Muda harus berulang kali kehilangan bola dan tidak menciptakan tembakan ke gawang lawan, dan strategi serangan balik tak berjalan baik,” kata dia.
Dia pun akan mengevaluasi cara pemain dalam mengumpan kepada rekannya yang dalam kondisi tidak bebas.
“Kami melihat cukup banyak bola umpan yang justru diarahkan ke pemain yang dalam kondisi tidak bebas, sehingga bola kembali ke kaki lawan. Itu yang harus diperbaiki dari sisi offense,” kata dia.
Ia menambahkan dari sisi pertahanan pemain masih kurang fokus menjaga lawan. Bahkan, ada yang dobel menjaga lawan sehingga ada kekosongan lawan menembak.
Pelatih Timnas Putri U-16 Australia, Michael Cooper mengatakan dengan dominasi serangan sepanjang pertandingan seharusnya bisa lebih banyak gol yang tercipta. Namun demikian ia mengaku tetap puas dengan permainan timnya yang berhasil memenangkan laga dan melaju ke babak final.
“Pertandingan hari ini bisa memberikan pengalaman yang baru bagi para pemain dan saya puas mereka memenangkan pertandingan dan lolos final melawan Thailand,” pungkasnya. (Ismail/Jawa Tengah)
Bagikan
Frengky Aruan
Berita Terkait
Medali Perunggu Sepak Bola Putri SEA Games 2025 Jadi Milik Thailand Setelah Mengalahkan Timnas Indonesia 2-0
Link Streaming Partai Perebutan Medali Perunggu SEA Games 2025 Timnas Putri Indonesia Vs Thailand
Jadwal Sepak Bola SEA Games 2025 Hari Ini Rabu, 17 Desember 2025: Timnas Putri Indonesia Dihadapkan Tembok Besar Raih Medali Perunggu, Filipina-Vietnam Berebut Emas
Takluk dari Vietnam, Timnas Putri Indonesia Fokus Bidik Medali Perunggu SEA Games 2025
Timnas Putri Indonesia Lolos Semifinal SEA Games 2025, Zahra Muzdalifah Lebih Pede Bawa Pulang Medali
Move On dari Kekalahan 1-3 Kontra Timnas Putri Indonesia, Singapura Tidak Ingin Menyerah Sekalipun Berat Hadapi Thailand
Isa Warps Sempat Takut Kalah Lagi Sebelum Golnya Awali Kebangkitan Timnas Putri Kalahkan Singapura
Respons Pelatih Timnas Putri Indonesia Akira Higashiyama soal Kemenangan 3-1 atas Singapura di Laga Kedua SEA Games 2025
Klasemen Sepak Bola Putri SEA Games 2025 Setelah Timnas Indonesia Kalahkan Singapura 3-1
Hasil SEA Games 2025: Timnas Putri Indonesia Kalahkan Singapura 3-1 Usai Digilas Thailand, Berpeluang Lolos ke Semifinal