MerahPutih.com - Pelatih Timnas Bangladesh, Thomas Dooley membuka peluang bagi sejumlah pemain diaspora yang berkarier di berbagai negara, termasuk Amerika Serikat, Italia, Rumania, Inggris, Kanada, dan Jepang, jelang bergulirnya FIFA ASEAN Cup 2026 di Indonesia, 25 September sampai 6 Oktober.
Langkah tersebut dilakukan Dooley untuk mendapatkan komposisi terbaik sebelum Bangladesh bersaing dengan Timnas Indonesia, Malaysia, dan Singapura di Grup A Divisi I atau Premier Division.
Pelatih asal Amerika Serikat itu telah memanggil lima pemain diaspora untuk menjalani trial di pemusatan latihan, yaitu Saif Kerawala dari Amerika Serikat, Yusuf Ahmed dari Inggris, Yasar Tahmid dari Kanada, Debjit Sorkar dari Italia, serta Shuki Itofusa dari Jepang.
Baca juga:
Kerawala menjadi pemain pertama yang bergabung. Ia saat ini memperkuat klub semi-profesional Washington Athletic. Sementara Yasar Tahmid bermain untuk Somesul Odoreu, klub kasta keempat Liga Rumania. Debjit Sorkar tercatat sebagai winger FC Sarnis, klub kasta keempat Liga Italia.
Dooley masih membuka kemungkinan menambah pemain diaspora dalam skuadnya. Bahkan, dua pemain diaspora dari Timnas Bangladesh U-20 disebut berpeluang dipanggil sehingga jumlah pemain yang mengikuti trial bisa mencapai delapan hingga sembilan orang.
Thomas Dooley Beri Kesempatan, Performa Jadi Penentu
Dooley menegaskan status sebagai pemain diaspora bukan jaminan untuk masuk skuad utama. Performa selama pemusatan latihan akan menjadi faktor utama dalam menentukan siapa yang layak memperkuat Bangladesh.

Timnas Bangladesh mulai memanaskan mesin jelang tampil di Divisi I atau Premier Division FIFA ASEAN Cup 2026 di Indonesia. (Facebook/BFF)
Para pemain diaspora memiliki kemampuan untuk mendapatkan kesempatan di tim ini. Namun, semuanya bergantung pada performa. Setiap pemain tahu bahwa hal terpenting adalah menunjukkan performa,
kata Dooley dikutip dari Prothomalo.
Selain menguji pemain diaspora, Dooley juga melakukan evaluasi menyeluruh terhadap para pemain lokal. Ia tidak ingin kembali terburu-buru menentukan skuad seperti ketika harus mengamati sekitar 40 pemain baru dalam waktu singkat menjelang pertandingan melawan San Marino pada Juni lalu.
Menurut Dooley, beberapa pemain yang sebelumnya belum mendapat perhatian kini justru menunjukkan perkembangan positif.
"Beberapa pemain tampil sangat baik kali ini, sesuatu yang tidak saya lihat sebelumnya. Datang dan melihat 40 pemain baru hanya dalam beberapa hari membuat pemilihan tim menjadi sulit. Terkadang pemain tidak dalam kondisi kebugaran 100 persen atau mengalami cedera ringan. Beberapa pemain dari tim muda maupun yang kembali ke skuad juga tampil cukup bagus," ujarnya.
Persiapan Bangladesh saat ini memasuki tahap akhir di Kings Arena. Dooley fokus meningkatkan kebugaran pertandingan, mengurangi risiko cedera, sekaligus mematangkan strategi menghadapi lawan-lawan kuat.
Baca juga:
Hamza Choudhury dan Shamit Som Masih Ditunggu
Pemain berpengalaman seperti Hamza Choudhury dan Shamit Som masih ditunggu karena keduanya masih memiliki agenda bersama klub masing-masing. Hamza kini berbaju Sheffield United, sedangkan Shamit Som membela New York Cosmos.

Hamza Choudhury akan menjadi pemain penting Timnas Bangladesh saat hadapi Indonesia, Singapura, Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026.
Dooley memahami kondisi tersebut, tetapi berharap seluruh pemain bisa bergabung lebih cepat agar persiapan semakin optimal.
Khusus Hamza, Dooley tidak khawatir dengan proses adaptasinya. Gelandang yang lama berkarier di sepak bola Inggris tersebut dinilai sudah memahami tuntutan level internasional.
Para pemain profesional seperti Hamza tahu apa peran mereka di level sepak bola ini. Mereka tidak perlu diajari banyak hal baru. Begitu datang, dia akan memberikan yang terbaik karena dia adalah seorang pemimpin,
kata Dooley.