Tidur Berkualitas Tergantung dari Pola Makan, Ayo Perbanyak Makan Buah dan Sayur

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Jumat, 07 Juni 2024
Tidur Berkualitas Tergantung dari Pola Makan, Ayo Perbanyak Makan Buah dan Sayur

Buah dan sayur memengaruhi kualitas tidur. (Foto: Unsplash/Andisheh A)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Mengonsumsi makanan bergizi sangat penting untuk menyukseskan diet seimbang. Buah dan sayuran juga wajib masuk di setiap menu makan, karena selain membantu diet juga memengaruhi kualitas tidurmu.

Dilansir New York Post, Jumat (7/6), sebuah studi baru dari Finlandia mengamati bagaimana konsumsi buah dan sayuran pada orang dewasa di negara tersebut memengaruhi durasi tidur. Penelitian tersebut mempertimbangkan data dari Studi Nasional FinHealth 2017, yang melibatkan 5.043 orang dewasa berusia di atas 18 tahun.

Para responden ini melaporkan konsumsi makanan dan kebiasaan tidur mereka, yang kemudian dibandingkan dalam tiga kategori tidur: pendek, normal, dan panjang.

Dibandingkan dengan orang tidur normal, mereka yang kurang waktu tidur nyatanya cuma mengonsumsi 37 gram lebih sedikit buah dan sayuran per hari. Sementara mereka yang durasi tidurnya cukup sering mengonsumsi buah dan sayuran sebanyak 73 gram per harinya, bahkan lebih.

Baca juga:

Manfaat Konsumsi Rutin Buah Bit Bagi Pengidap Kanker

Studi tersebut intinya menyimpulkan ada gangguan kualitas tidur pada orang yang sedikit mengonsumsi sayur dan buah. Namun, perlu ada studi lebih mendalam untuk memastikan keterkaitan konsumsi sayur dan buah pada durasi tidur seseorang.

“Penelitian lebih lanjut, termasuk studi longitudinal, diperlukan untuk lebih memahami mekanisme yang mendasari hubungan ini,” kata studi tersebut.

Rekan penulis studi Timo Partonen, MD, seorang profesor peneliti di Institut Kesehatan dan Kesejahteraan Finlandia (THL), menegaskan bahwa durasi tidur seseorang memang tergantung dari seberapa banyak sayuran dan buah yang dikonsumsi tiap harinya. Makin banyak mengonsumsinya, maka kualitas tidur makin baik.

“Kuncinya adalah kurang tidur terjadi bersamaan dengan pola makan yang tidak sehat,” kata Partonen.

Baca juga:

Posisi Tidur Pengaruhi Kesehatan Leher

Partonen juga menambahkan aktivitas fisik, pola makan dan pola tidur merupakan suatu kesatuan yang tak bisa terpisahkan. Apabila salah satu dari hal tersebut terganggu, maka akan memengaruhi aspek kehidupan lainnya.

Di lain hal, ahli diet berbasis di New Jersey Erin Palinski-Wade mengatakan tidak mengherankan bahwa memperbanyak asupan buah dan sayur dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas tidur.

“Buah dan sayur mengandung beragam nutrisi yang dapat menunjang tidur sehat. Beberapa buah, seperti ceri asam dan pisang, mengandung melatonin, hormon yang mengatur siklus tidur," ujarnya. (ikh)

#Kesehatan
Bagikan
Ditulis Oleh

Ikhsan Aryo Digdo

Learner.

Berita Terkait

Indonesia
Polda dan Polres se-Indonesia Zoom Meeting Bahas Antisipasi Hoaks Virus Nipah
Hingga kini, belum ada kasus Nipah di Indonesia. Polri menekankan kewaspadaan Polri dan pentingnya komunikasi publik agar masyarakat tidak panik.
Wisnu Cipto - Rabu, 04 Februari 2026
Polda dan Polres se-Indonesia Zoom Meeting Bahas Antisipasi Hoaks Virus Nipah
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : Sering Main Ponsel di Ruangan Gelap Bisa Bikin Kebutaan pada Mata
Penggunaan ponsel secara berlebihan dalam kondisi minim cahaya memang dapat menimbulkan gangguan kesehatan mata, seperti computer vision syndrome dengan gejala mata lelah, penglihatan kabur, mata merah, mata kering, hingga sakit kepala.
Dwi Astarini - Selasa, 03 Februari 2026
[HOAKS atau FAKTA] : Sering Main Ponsel di Ruangan Gelap Bisa Bikin Kebutaan pada Mata
Indonesia
Sekda DKI Minta Dinas KPKP Uji Kelayakan Daging Ikan Sapu-sapu
kajian kesehatan perlu dilakukan guna Memastikan ikan sapu-sapu layak dikonsumsi dan tidak menimbulkan risiko kesehatan bagi masyarakat.
Dwi Astarini - Selasa, 03 Februari 2026
Sekda DKI Minta Dinas KPKP Uji Kelayakan Daging Ikan Sapu-sapu
Indonesia
Cegah Virus Nipah, DPR Dorong Kampanye Digital Protokol Kesehatan
Tantangan kesehatan di masa depan banyak bersumber dari zoonosis seperti virus Nipah.
Dwi Astarini - Sabtu, 31 Januari 2026
Cegah Virus Nipah, DPR Dorong Kampanye Digital Protokol Kesehatan
Indonesia
Cak Imin Janjikan Program Penghapusan Tunggakan Iuran JKN Segera Terwujud
Program ini dirancang untuk membantu masyarakat kurang mampu yang selama ini terkendala dalam mengakses layanan kesehatan akibat tunggakan iuran JKN.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 28 Januari 2026
Cak Imin Janjikan Program Penghapusan Tunggakan Iuran JKN Segera Terwujud
Berita Foto
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Ketua Tim Bidang Penyusunan Rencana Prioritas Pemanfaatan Dana Desa, Sappe M. P. Sirait saat Program Keluarga Sigap di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 15 Januari 2026
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Indonesia
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Ratusan pengungsi pascabanjir bandang di Aceh Tamiang mengalami berbagai penyakit seperti ISPA hingga diare. Tim Dokkes Polri turun beri layanan kesehatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Indonesia
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Pemerintah DKI telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ihwal Super Flu ini.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Dikhawatirkan, penyakit ini berdampak pada beban layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Bagikan