Tidak Lapar di Waktu Sarapan? Mungkin ini Penyebabnya

Dwi AstariniDwi Astarini - Senin, 25 September 2017
Tidak Lapar di Waktu Sarapan? Mungkin ini Penyebabnya

Ilustrasi. (Foto:pixabay)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

APAKAH Anda terbiasa tidak sarapan sebelum memulai aktivitas setiap hari? Meskipun telah mengetahui pentingnya sarapan di pagi hari, tetap saja banyak orang yang tidak melakukannya. Banyak yang beralasan tidak lapar, sehingga tidak apa jika melewatkan sarapan.

Ada beberapa penyebab Anda tidak lapar di pagi hari. Berikut alasannya.


1. Sistem pencernaan belum ‘terangsang’


Saat Anda tidur di malam hari, proses pencernaan dan penyerapan zat gizi makanan tetap berlangsung. Anda memang tidur semalaman, tapi tidak dengan semua isi perut Anda. Meskipun begitu, semua proses yang ada di dalam perut Anda saat itu terjadi dalam waktu yang cukup lambat. Tidak seperti ketika di siang hari, saat Anda membutuhkan energi dalam waktu cepat sehingga organ-organ tubuh menyesuaikan kecepatan kerja mereka.

Akibat penurunan kecepatan tersebut, ketika Anda bangun tidur di pagi hari, organ pencernaan Anda seperti ‘belum siap’ untuk kembali meningkatkan kecepatannya. Hal itu bisa menjadi salah satu alasan mengapa Anda tidak mendengar bunyi keroncongan dari perut dan membuat Anda tidak lapar saat sarapan. Padahal, hal yang dapat meningkatkan kerja organ pencernaan Anda ialah sarapan. Makanan yang masuk di pagi hari bisa disebut sebagai ‘pemanasan’ perut Anda sebelum memulai aktivitas selama seharian penuh.


2. Makan terlalu banyak sebelum tidur di malam hari


Tidak sarapan memang kebiasaan yang buruk. Namun, kondisi ini malah semakin buruk jika disebabkan kebiasaan makan atau mencamil di malam hari. Biasanya, makanan yang dicamil di malam hari cenderung makanan yang tidak sehat dan mengandung banyak kalori. Kebiasaan tersebut tidak hanya bisa membuat nafsu makan Anda hilang saat sarapan, tetapi juga dapat meningkatkan risiko penyakit jantung koroner, stroke, serangan jantung, dan diabetes mellitus.

Camilan yang Anda makan membuat Anda tidak ingin sarapan karena tubuh membutuhkan waktu untuk mencerna serta mengolah makanan yang Anda makan tengah malam tersebut. Akibatnya, perut menjadi tidak siap untuk dimasuki kembali oleh makanan.


3. Niat menurunkan berat badan dengan cara tidak sarapan


Anda bisa jadi tidak lapar di waktu sarapan karena Anda menekan keinginan perut Anda untuk diisi. Sering kali orang yang sedang dalam diet ketat akan berusaha mati-matian untuk tidak merasa lapar di pagi hari, sehingga akhirnya ia berhasil melakukannya. Padahal, cara tersebut merupakan cara terburuk untuk membuat timbangan Anda turun. Tanpa Anda sadari, melewatkan sarapan membuat porsi makan siang Anda bisa menjadi tidak terkendali dan berlebihan sehingga membuat diet Anda gagal dalam sekejap.


4. Kebiasaan turun-temurun tidak sarapan


Apakah semua orang di keluarga Anda memang jarang atau bahkan tidak suka sarapan? Jika iya, berarti Anda mendapatkan kebiasaan tersebut dari orangtua Anda. Kebiasaan memang bisa diturunkan dari orangtua ke anak-anak bahkan cucu.

Telah banyak penelitian yang menunjukkan bahwa orangtua yang tidak mempunyai kebiasaan dan pola makan baik cenderung memiliki anak yang mengalami gangguan kesehatan akibat pola makan yang tidak sehat.

Jika Anda tidak ingin membuat anak-anak dan cucu Anda kemudian mengalami masalah kesehatan, sebaiknya biasakan diri untuk tidak melewatkan sarapan di pagi hari.(*)

Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me
Bagikan