SAM Smith baru saja merilis The Thrill of it All, Jumat (3/11). Itu merupakan album kedua Smith yang sudah lama dinanti fan.
Tampaknya, Smith mengungkapkan semua kegalauan hatinya di album tersebut. Seperti halnya musisi Adele yang mengubah patah hati menjadi album sukses 21, Smith mentransformasi patah hatinya menjadi album terbaru ini. Ia pun dengan yakin mempersembahkan album ini kepada mereka yang tengah patah hati di mana pun berada.
Saat hadir di acara Radion 1 untuk membicarakan album terbarunya, pemenang Oscar itu menyebut, meskipun berisi kegundahan hatinya, album itu bukanlah tentang dicampakkan. Ia menyebut album itu tentang 'dilepaskan'.
I hate saying the word 'dumped'... I got... 'let go'
Totally using 'let go' to describe all our heartbreak now @SamSmithWorld ???? pic.twitter.com/0Mc3lunKWj — BBC Radio 1 (@BBCR1) November 3, 2017
Penyanyi 25 tahun itu berbicara kepada NME tentang masa-masa kelam pascaputus dari kekasihnya.
"Tahun lalu, aku terjebak dalam tempat kelam. Minum-minum, merokok, dan tidak memedulikan badanku, pikiranku, apalagi hatiku," ujar Smith.
Setidaknya, patah hati itu menghasilkan karya bagus seperti Burning yang ia mainkan secara live pada Hackney Round Chapel.
Sejumlah media memberikan ulasan positif tentang album terbaru Smith tersebut. The Guardian menyebut album itu sebagai perpaduan jiwa murni yang bercampur keputusasaan.(*)