MerahPutih.com - Band rock ‘n’ roll asal Bandung, The Changcuters, bersiap menorehkan tonggak penting dalam perjalanan karier mereka melalui tur Inggris pada April 2026.
Setelah lebih dari dua dekade berkarya di industri musik Indonesia, mimpi yang selama ini hanya hadir dalam lirik dan candaan di atas panggung akhirnya menjadi kenyataan.
London — kota yang kerap disebut dalam lagu-lagu mereka — kini benar-benar menjadi tujuan nyata bagi Tria, Qibil, Arlanda, Dipa, dan Erick. Tur ini dijadwalkan mencakup sejumlah kota di Inggris hingga Skotlandia, dengan London sebagai salah satu titik paling dinantikan.
Bagi The Changcuters, perjalanan ini bukan sekadar tur internasional, melainkan langkah simbolis menuju panggung global.
Baca juga:
Padi Reborn Rilis Single 'To The Sky' sebagai Perayaan 28 Tahun, ini Lirik Lengkapnya
Nama 'Hijrah ke London' yang telah lama melekat pada identitas band awalnya hadir sebagai lagu bernuansa jenaka tentang mimpi besar dan keberanian untuk melangkah jauh. Namun seiring waktu, lagu tersebut justru menjadi semacam penanda perjalanan. Apa yang dahulu terdengar seperti angan-angan kini benar-benar terwujud.
Dalam tur Inggris 2026, The Changcuters berencana membawakan lagu-lagu ikonis yang membesarkan nama mereka, sekaligus memperkenalkan energi rock ‘n’ roll khas Indonesia kepada audiens internasional. Karakter panggung yang penuh gaya, interaksi spontan dengan penonton, serta identitas visual yang kuat tetap menjadi ciri utama mereka, meski tampil jauh dari tanah air.
Baca juga:
Rayakan Dua Dekade Berkarya, D’MASIV Hadirkan Tur Konser Spesial 2026
Antusiasme terhadap tur ini tidak hanya datang dari penggemar di Indonesia, tetapi juga dari diaspora Indonesia serta penikmat musik di Inggris. Kehadiran The Changcuters di London menjadi bukti bahwa musik Indonesia memiliki daya jelajah yang mampu melampaui batas geografis dan budaya.
Lebih dari sekadar pencapaian personal, tur Inggris 2026 menandai babak baru dalam perjalanan The Changcuters sebagai band yang konsisten merawat mimpi. Dari panggung-panggung kecil di tanah air hingga sorotan lampu kota dunia, mereka terus melangkah tanpa kehilangan akar dan semangat rock ‘n’ roll yang menjadi nyawa musik mereka sejak awal. (Far)