Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

TGB: Hati-Hati Ketika Mengkafirkan Orang

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Jumat, 20 Juli 2018
TGB: Hati-Hati Ketika Mengkafirkan Orang

Tuan Guru Bajang bersama Ustad Abdul Somad (birohumasprotokol.ntbprov.go.id)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi berharap perbedaan pandangan politik tidak membuat masyarakat bermusuhan apalagi sampai mengkafirkan sesama.

"Hati-hati ketika mengkafirkan orang yang tidak kafir, karena ucapan tersebut akan kembali kepada kita," kata TGB di Jakarta, Jumat (20/7).

Dia mengatakan, perbedaan politik di Indonesia tidak boleh sampai melahirkan fatwa keagamaan yang menganggap orang yang berbeda pandangan itu tidak muslim apalagi sampai mengatakan orang tersebut munafik.

Menurut dia kontestasi kepemimpinan di Indonesia adalah kontestasi yang kerangkanya berlomba dalam kebaikan, maka calon-calon yang ikut adalah calon-calon yang terbaik.

TGB
Joko Widodo dan TGB Zainul Majdi. ( Foto: Antara )

Oleh sebab itu jangan sampai ada fatwa keagamaan yang dapat merusak persaudaraan kita sebagai bangsa.

"Maka kita bersilaturahmi baik-baik apapun pandangan politiknya, jangan sampai ada perkataan bahwa yang berbeda maka kadar imannya kurang. Kalau ada nonmuslim dalam konteks ber-Indonesia maka mereka adalah saudara berbangsa yang harus kita hormati, mari kita bersihkan ruang publik kita dari ujaran kebencian," kata dia dikutip Antara.

Dia pun meminta para ulama dapat mengikuti ajaran Rasulullah untuk menghadirkan kesejukan bagi umat. (*)

#TGH Muhammad Zainul Majdi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Bagikan