SAAT santai sebelum waktu tidur, kamu mungkin mengonsumsi minuman. Mulai dari air putih, teh, susu, hingga alkohol. Namun, manakah yang terbaik sebagai minuman pengantar tidur?
1. Kafein yang Harus Dibatasi
Beberapa ahli memang menyarankan untuk menghindari jenis minuman tertentu sebelum jam tidur. Meskipun demikian, hingga kini, riset tentang minuman yang meningkatkan kualitas tidur belumlah jelas.
Sebagai perbandingan, Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit AS mengatakan sepertiga dari orang dewasa di AS kekurangan tidur. Mereka tidur kurang dari 7 jam dalam 24 jam. "Makanan dan minuman mengandung kafein jadi yang paling dihindari banyak orang," kata asisten profesor di Departemen Studi Makanan dan Nutrisi pada Universitas Syracuse, New York, Garay Redmond, seperti dilansir CNN Health.
Menurut Redmond, kafein tak hanya dihindari jelang waktu tidur. Bagi sebagian orang yang teramat sensitif terhadap kafein, mereka akan menghentikan asupan kafein saat sore hari. "Jadi mereka bisa mendapatkan tidur yang nyenyak," katanya.
Dengan kata lain, jika kamu biasanya menyeruput kopi untuk mengembalikan semangat di sore hari, pikir lagi untuk membatasi jumlahnya ya. Sebuah studi yang diterbitkan di Journal of Clinical Sleep Medicine pada 2013 menyarankan membatasi konsumsi kafein maksimal 6 jam sebelum jam tidur.
Redmond mengatakan, untuk mengetahui sensitivitas kamu terhadap kafein, beberapa tes genetika dapat dilakukan. Bukan hanya pada kopi, kafein juga bisa terdapat pada beberapa makanan dan minuman, seperti teh, soda, dan cokelat.
2. Alkohol yang Membuat Tetap Lelah
Selain kafein, alkohol juga enggak disarankan. Meskipun membantumu tertidur, minuman beralkohol malah membuatmu terjebak di tahap tidur ringan. Hal itu secara dramatis mengurangi kualitas tidurmu. Demikian disampaikan peneliti pascadoktoral pada Departemen Kesehatan Populasi di NYU Langone Health, Rebecca Robbins. "Alkohol secara konstan menjauhkanmu dari rapid eye movement dan tidur nyenyak. Hasilnya, kamu akan bangun dengan kondisi lelah," jelasnya.
3. Apakah Susu Pilihan Terbaik?
Jika minuman berkafein dan alkohol bukan pilihan terbaik untuk dikonsumsi sebelum jam tidur, apakah susu bisa dijadikan pilihan?
Beberapa penelitian memang menyarankan bahwa minum susu bisa membuatmu tertidur. Bahkan jika diminum dengan campuran madu. "Rekomendasi itu sudah ada sejak waktu yang lama," kata Redmond.
Ia menambahkan, susu merupakan sumber triptofan. Zat itu merupakan asam amino yang bermanfaat untuk waktu tidur. Saat masuk ke tubuh, triptofan diubah ke dua zat kimia dalam otak yang terkait dengan tidur, yakni melatonin dan serotonin. Melatonin mengatur ritme alami tidur dan bangun dalam tubuhmu. Sementara itu, serotonin membuatmu rileks dan mengantuk.
Meskipun demikian, belum ada riset yang mengungkap hubungan jelas tentang efek susu dan susu hangat. Bahkan, belum tentu ada hubungan antara minum susu dan tidur sehingga hal itu disarankan secara universal. "Banyak peneliti yang menduga ini mungkin lebih karena efek psikologis ketimbang lainnya," kata Redmond.
Meskipun demikian, Remond menyarankan tetap terhidrasi merupakan cara terbaik untuk tidur nyenyak. Dehidrasi bahkan dalam kadar rendah bisa mengganggu tidurmu. Demikian disarankan
National Sleep Foundation.
National Academies of Sciences mrekomendasikan untuk minum 3,7 liter sehari untuk pria. Sementara itu, untuk perempuan disarankan minum 2,7 liter.(dwi)