DI saat cuaca tak menentu, panas dan dingin, Anda mungkin akan merasakan gangguan ksehatan seperti nyeri tenggorok, sariawan, bibir pecah-pecah. Selain cuaca yang berganti, makan gorengan atau makanan pedas terlalu banyak juga sering kali menimbulkan sensasi rasa panas di dalam tubuh. Banyak orang menyebut apa yang Anda rasakan sebagai penyakit panas dalam.
Namun, tahukah Anda bahwa panas dalam yang lazim dikenal sebagai penyakit ternyata bukanlah penyakit. Dalam dunia medis, tidak dikenal istilah penyakit panas dalam. Jadi bisa dikatakan yang umum dikenal selama ini salah kaprah.
Panas dalam merupakan serangkaian gejala adanya suatu penyakit. Kelelahan, gangguan pencernaan, gangguan tenggorok, hingga ketidakseimbangan hormon bisa ditandai rasa panas dalam tubuh. Peningkatan suhu itu tidak menimbulkan demam sehingga ketika diukur dengan termometer, suhu tubuh tetap normal.
Keluhan yang paling sering disebut 'panas dalam', yaitu sariawan, bibir pecah-pecah, sakit gigi, badan pegal, sakit tenggorok, diare, badan terasa mengeluarkan panas, sensasi terbakar di dada, mimisan, hingga buang air besar disertai darah.
Sering kali saat merasakan gejala tersebut, Anda berusaha mengobatinya dengan obat bebas yang ada di apotek atau warung. Obat-obatan tersebut mungkin bisa mengurangi gejala yang dirasakan, tapi tidak menghilangkan penyakit penyebabnya.
Tidak mengherankan jika gejala itu bisa muncul berulang kali. Jika Anda mengalami gejala 'panas dalam' berulang kali, jangan anggap remeh. Amat penting bagi Anda untuk segera memeriksakan diri ke dokter jika gejala tidak kunjung sembuh.
Cara yang paling cepat dan tepat mengobati kondisi itu ialah menemukan penyakit yang menyebakan keluhan-keluhan yang dialami. Mengobati titik permasalahannya akan mengeliminasi gejala-gejala yang disebut panas dalam itu.
Oleh karena itu, jika Anda terlalu sering dan berulang merasakan 'panas dalam', segera periksakan diri Anda ke dokter. Menemukan penyebabnya akan memudahkan menghilangkan gejala tidak nyaman yang Anda rasakan.(*)