This is the task I gave to my hubby last weekend!! Even U guys shud follow this list for happy customers #bigbasket#grofers #reliancefresh
BAGI Anda yang sudah menikah, Anda pasti pernah meminta suami untuk berbelanja kebutuhan rumah tangga ataupun bahan-bahan makanan. Namun alih-alih merasa terbantu, Anda malah merasa kesal karena belanjaan suami tidak memenuhi standar atau bahkan salah beli.
Seorang perempuan India punya solusi untuk permasalahan itu. Era Golwalkar, 29, memutuskan membuat sebuah daftar belanja lengkap dengan ilustrasi untuk sang suami. Daftar itu ia buat agar sang suami membeli bahan makanan yang benar dan berkualitas baik. Perempuan yang merupakan spesialis TI itu pun membagikan daftar belanja unik itu via Twitter. Tak lama, ribuan wargnet di LinkedIn dan Twitter pun tertarik pada daftar itu.
"Setelah aku dan Gaurav menikah tiga tahun lalu, kami langsung memutuskan untuk berbagi tugas rumah tangga," ujar Era. "Gaurav amat mendukung. Ia bahkan siap belajar memasak. Padahal, hal itu tidak lazim bagi kebanyakan pria India. Namun, ada satu masalah, aku tidak tahu bahwa dia tidak punya pengalaman sama sekali dalam hal yang berhubungan dengan memasak."
Ketidaktahuan Gaurav itulah yang menjadi pangkal permasalahan. Saat pertama kali diminta berbelanja bahan masakan, Gaurav tidak membeli satu pun bahan dengan tepat. Begitu juga dengan yang kedua dan ketiga kali. Hal itu pun memicu adu argumen di antara mereka.
Era menyebut para penjual sayur memanfaatkan kenaifan Gaurav dan menjual produk-produk di bawah standar kepadanya. Kebingungan itu lantas membuat Gaurav beralih berbelanja di supermarket. Namun, solusi itu ternyata belum cukup. Masalah baru muncul.
"Gaurav akan terus-menerus mengirimiku foto-foto via Whatsapp untuk meminta persetujuanku. Jadi, kupikir, aku harus memcahkan masalah ini langsung dari akarnya," ujar Era.
Ia pun membuat daftar belanja yang lebih mendetail. Selain menuliskan daftar nama sayuran yang harus dibeli, Era juga menggambar setia item. Bahkan, ia juga menjelaskan bagaimana cara terbaik untuk memilih sayuran itu, semisal mengilustrasikan seperti apa ukuran kentang sedang dan mengingatkan Gaurav untuk tidak memilih bayam yang berlubang.
"Setelah melihat reaksi orang-orang di media sosial, akku jadi mengetahui bahwa banyak pasangan menikah mengalami masalah serupa," jelas Era. "Bahkan, anak-anak pun bisa punya masalah serupa saat diminta berbelanja oleh ibu mereka."
Ia menambahkan, para pria yang melihat daftar itu di media sosial akan menertawainya. Namun, Era juga mengakui bahwa tidak semua pria membutuhkan daftar belanja mendetail seperti yang dibuatnya.
"Namun, suamiku membutuhkan yang seperti ini. Jadi ini solusi buat kami," ujar Era.
Sementara itu, sang suami, Guarav, mengatakan daftar belanja mendetail itu mengurangi bahkan menghilangkan adu argumen akibat kesalahan dalam berbelanja. Kepada BBC Trend, Guarav yang merupakan seorang video lecturing executive pada Buy Test Series mengatakan, "Sekarang, jika ada belanjaan yang salah, aku punya bukti bahwa itu tidak disebut dalam spesifikasi yang diminta, dan dia tidak akan bisa membantah."
Guarav mengaku sebelumnya ia selali kalah dalam semua adu argumen, mengingat semua sayuran dan buah yang ia beli di bawah standar.
"Sekarang, aku punya posisi tawar dan argumen sendiri," ujarnya.(*)

