Temui Warga Papua, Mahfud MD Janji Maksimalkan Pembangunan

Zulfikar SyZulfikar Sy - Sabtu, 30 November 2019
Temui Warga Papua, Mahfud MD Janji Maksimalkan Pembangunan

Menkopolhukam Mahfud MD bertemu dengan tokoh-tokoh Papua. (Foto: MP/Kanugrahan)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com – Menkopolhukam Mahfud MD hari ini berkunjung ke tanah Papua. Dalam kunjungan kerjanya, Mahfud bertemu dan berdialog dengan tokoh masyarakat serta tokoh adat Papua di Jayapura. Dialog diikuti sekitar 80 tokoh dari seluruh kabupaten dan kota serta seluruh wilayah adat Papua.

Puluhan tokoh masyarakat dan adat Papua menyambut baik upaya Menko Mahfud MD membuka dialog dengan masyarakat Papua.

Baca Juga:

Arkeolog Papua Ungkap Temuan Baru Situs Korbiena

Mahfud MD mengungkapkan, pemerintah sangat terbuka terhadap upaya dialog untuk menyerap aspirasi masyarakat Papua.

“Saya datang untuk berdialog dengan para tokoh untuk mendengarkan apa usulnya, apa masukannya. Agar hari esok kita semua lebih baik dan lebih leluasa dalam bekerja. Mari kita menatap ke depan untuk maju bersama, dengan cita-cita dan tujuan yang sama,” ujar Mahfud MD, Sabtu (30/11).

Menkopolhukam Mahfud MD hari ini berkunjung ke tanah Papua.
Menkopolhukam Mahfud MD saat berkunjung ke tanah Papua. (Foto: MP/Kanugrahan)

Dalam dialog tersebut, hadir pula wakil menteri PUPR yang asal Papua John Wempi, serta Wakil Gubernur Papua dan Wakil Wali Kota Jayapura.

Mahfud MD menyakinkan, sejak awal, pemerintah selalu ingin memajukan Papua sama dengan daerah lain. Dia pun mengakui, memang terjadi persoalan pembangunan karena keterbatasan infrastruktur.

Namun, Mahfud menegaskan, pemerintah Indonesia selalu memberikan perhatian khusus kepada Papua, agar ketertinggalan di bidang infrastruktur, pendidikan, dan lain-lain dapat segera diatasi.

“Percayalah, pemerintah memajukan Papua agar bisa sama dengan daerah-daerah lain yang lebih dulu maju. Misalnya dengan Undang-undang Otonomi Khusus yang tidak dimiliki oleh daerah lain,” ungkap Mahfud.

Baca Juga:

Polisi Beberkan Situasi Terkini Papua Jelang HUT OPM 1 Desember

Beberapa masukan dari para tokoh antara lain agar warga dan pengusaha Papua dilibatkan dalam pembangunan infrastruktur. Juga soal catatan tentang Otonomi Khusus (Otsus) yang dinilai tidak konsisten dan kerap tidak diterapkan di lapangan.

Pembangunan satu ruas jalan di Papua. (ANTARA News Papua/Marius F Yewun)
Pembangunan satu ruas jalan di Papua. (ANTARA News Papua/Marius F Yewun)

Mahfud berterima kasih atas berbagai masukan dari para tokoh dan masyarakat adat. Pemerintah berjanji akan mengkaji dan mencari jalan keluarnya atas seluruh catatan tersebut.

Sebaliknya, para tokoh dan pemerintah provinsi berharap dialog yang dibangun Menkopolhukam seperti ini dapat membawa perubahan yang baik bagi pemerintah, khususnya dalam periode kedua pemerintahan Presiden Joko Widodo. (Knu)

Baca Juga:

Lukas Enembe Beri Lampu Hijau Mahasiswa Papua Kembali ke Kota Studinya

#Papua #Mahfud MD
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
TNI Tembak Mati Komandan OPM di Maybrat, 2 Anak Buahnya Hanyut di Sungai
Personel TNI disebut mendapat serangan saat menjalankan operasi tersebut hingga terjadi aksi saling tembak.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Oktober 2026
TNI Tembak Mati Komandan OPM di Maybrat, 2 Anak Buahnya Hanyut di Sungai
Berita
MK Putus Perkara Ijazah Gibran, Ini 5 Skenario yang Muncul
Putusan MK ijazah Gibran dibacakan 6 Oktober 2026. Mahfud MD dan Zainal Arifin Mochtar membeberkan sejumlah kemungkinan putusan.
ImanK - Selasa, 06 Oktober 2026
MK Putus Perkara Ijazah Gibran, Ini 5 Skenario yang Muncul
Indonesia
Pentolan OPM Dikabarkan Tewas Dalam Baku Tembak di Intan Jaya Papua Tengah
Saat peristiwa kontak senjata terjadi, Hermanus Hogajau-lah yang pertama kali menghujani Pasukan Timsus Yonif 315 Garuda dan Tim Taipur Koops TNI Habema di bawah kendali Kogabwilhan III
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Pentolan OPM Dikabarkan Tewas Dalam Baku Tembak di Intan Jaya Papua Tengah
Indonesia
Bos OPM Komplain Serangan Udara, Panglima TNI: Separatis Harus Ditumpas
Bos OPM Egianus Kogoya komplain serangan pesawat Super Tucano di Nduga. Panglima TNI Agus Subiyanto tegaskan separatis wajib ditumpas habis!
Wisnu Cipto - Senin, 28 September 2026
Bos OPM Komplain Serangan Udara, Panglima TNI: Separatis Harus Ditumpas
Indonesia
Panglima TNI Senang 8 Senjata Disita Dari OPM, Termasuk SS1 V1
Delapan pucuk senjata yang disebut Agus termasuk jenis SS1 V1 yang sebelumnya direbut OPM dari satuan TNI.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Panglima TNI  Senang 8 Senjata  Disita Dari OPM, Termasuk SS1 V1
Indonesia
4 Anggota OPM Tewas Dalam Kontak Senjata di Intan Jaya Papua Tengah
Personel TNI juga menyita sejumlah barang dari lokasi, antara lain satu pucuk SS2 V1, satu senjata api laras panjang dengan alat bidik Trijicon
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 25 September 2026
 4 Anggota OPM Tewas Dalam Kontak Senjata di Intan Jaya Papua Tengah
Indonesia
Kekerasan KKB Terus Berulang, DPR Desak Pemerintah Gerak Cepat
Pemerintah didesak untuk memperkuat perlindungan terhadap warga sipil di Papua.
Yusuf Abdillah - Minggu, 20 September 2026
Kekerasan KKB Terus Berulang, DPR Desak Pemerintah Gerak Cepat
Indonesia
Penculikan Warga Oleh KKB Papua, 7 Korban masih Dicari
Aparat bersama tokoh masyarakat terus melakukan upaya untuk menemukan dan mengevakuasi korban lainnya.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
Penculikan Warga Oleh KKB Papua, 7 Korban masih Dicari
Indonesia
Penyanderaan KKB Papua, 1 Korban Ditemukan Meninggal dengan Tubuh Kurus
Yosina ditemukan bersama Demerina Uamang, 23, salah satu dari sembilan perempuan yang sebelumnya menjadi korban penculikan pada 17 Agustus 2026.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
Penyanderaan KKB Papua, 1 Korban Ditemukan Meninggal dengan Tubuh Kurus
Indonesia
20 Hari Bertahan di Hutan, Korban Penculikan KKB Akhirnya Dievakuasi ke Timika
Korban ditemukan dalam kondisi lemah di Kampung Bela 1, Distrik Alama, Kabupaten Mimika.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
20 Hari Bertahan di Hutan, Korban Penculikan KKB Akhirnya Dievakuasi ke Timika
Bagikan