Bisnis

Teknologi Bantu Logistik di Masa Pandemi

Dwi AstariniDwi Astarini - Rabu, 30 September 2020
Teknologi Bantu Logistik di Masa Pandemi

Kemudahan logistik karena teknologi . (foto: asapcourierfl.com)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

TEKNOLOGI ada untuk memberi manfaat. Hal itu juga berlaku untuk bisnis logistik. Perkembangan teknologi yang ada telah membuat mengirim barang yang dulunya dilakukan secara manual, kini bisa dilakukan secara otomatis. Mulai dari pengurusan surat-surat, pembayaran dan pencarian transportasinya.

Logisly, startup yang baru berdiri pada April 2019, jadi salah satu teknologi tepat untuk bisnis logistik. Co-Founder Logisly Roolin Njotosetiadi mengatakan pihaknya membangun platform untuk meningkatkan utilisasi truk. Logisly hadir dalam bentuk platform teknologi business to business (B2B). Platform itu berguna meningkatkan efisiensi logistik di Indonesia melalui teknologi. Dengan Logisly, customer dapat dengan mudah memesan truk dan mendapatkan pelayanan jasa pengiriman, staus pelacakan, penerimaan surat jalan, dan penagihan pada satu aplikasi Logisly.

BACA JUGA:

Cara Ampuh Hentikan Kecanduan Belanja Online

Dalam acara Logisly Online Media session, Rabu (30/9), dipaparkan kondisi industri logistik selama pandemi. Acara itu menghadirkan tiga narasumber, yaitu Andreas Surya, Wakil Sekretaris Asosiasi Modal Ventura Untuk Startup Indonesia (AMVESINDO), Eka Sari Lorena Soerbakti, Direktur PT Eka Sari Lorena Group, dan Roolin Njotosetiadi, Co-Founder & CEO Logisly.

Selama pandemi, Logisly mengalami perkembangan bisnis, seperti bekerja sama dengan pemerintah untuk menyalurkan bantuan sosial ke berbagai daerah. Sejauh ini juga sudah ada lebih 40 ribu truk berbagai bentuk. "Kita juga sudah bekerja sama dengan lebih dari 1.000 perusahaan. Kami mengalami perkembangan pesat dari awal Logisly didirikan," kata Roolin pada acara itu.

logisly
Logisly bantu perusahaan logistik dengan teknologi. (foto: logisly.com)

Andreas menambahkan, selama pandemi, industri logistik setiap bulannya bertambah sebanyak 20% dan minat investor tetap stabil tanpa ada kemunduran. Di lain hal, Lorena menambahkan selama pandemi hal yang harus ditekankan ialah adaptasi. "Logistik tetap berkembang. Karena pandemi, semua orang berbelanja secara daring," ujar Andreas.

Dengan kondisi saat ini, teknologi tak dimungkiri mendongkrak industri logistik. Walaupun bisa dikatakan industri logistik seperti tidak perlu bantuan teknologi karena dikatakan pekerjaan kasar. Justru selama pandemi ini teknologi untuk logistik cukup berkembang pesat. Meskipun demikian, Indonesia masih dikategorikan ada di level rendah di antara negara-negara lain di Asia. Oleh karena itu, Logisly berambisi mengembangkan bisnis mereka sampai ke level UMKM.(Ray)

Bagikan
Ditulis Oleh

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Bagikan