MerahPutih.com - Mungkin tidak banyak yang tahu bintang sekaligus palang pintu pertahanan Timnas Brasil Thiago Silva nyaris mati di Rusia 13 tahun silam. Bek klub Paris Saint-Germain itu tak bisa melupakan kenangan suram saat kembali tiba di Rusia dalam pagelaran Piala Dunia tahun ini.
Tiga belas tahun yang lalu, bintang timnas Brasil ini nyaris tewas karena tuberculosis (TBC) di sebuah rumah sakit di Moskwa, dan akhirnya berhasil diselamatkan dokter-dokter Rusia. Dilaporkan fourfourtwo (FFT), Silva menghabiskan hampir enam bulan sendirian dalam hari-hari menyakitkan dengan perasaan takkan pernah bisa bermain sepakbola lagi.
Bagaimana Thiago Silva bisa ‘nyasar’ di Moskwa pada tahun 2005 lalu saat masih berusia 20 tahun kala itu? Jawabannya sederhana, dia direkrut Dinamo Moskwa dengan mahar 4 juta pound sebagai bagian dari proyek instan Dinamo menaklukan liga Rusia. Namun sayangnya, Dinamo merekrut para pemain mereka tanpa melalui cek medis terlebih dahulu, termasuk Silva.
Begitu tiba di kamp latihan, bek Brasil itu terlihat dalam kondisi sakit. Berbagai gejala yang dialaminya pun tidak cepat hilang: temperature tinggi, batuk-batuk, dan berkeringat. Awalnya, tim medis mengira itu hanya sakit demam berat biasa.
Beberapa hari kemudian, mereka benar-benar khawatir dan mengirimnya untuk dicek secara menyeluruh di klinik. Hasilnya mengerikan: Thiago sakit tuberculosis dan telah mengalaminya selama sembilan bulan. “Jika penyakit ini diketahui dua minggu kemudian, Anda pasti akan mati,” kata sang dokter kepada sang pemain.
Kematian memang benar-benar menghantuinya saat itu. Namun yang lebih mendekati kemungkinan ketika itu adalah akhir karier sang bek potensial, karena staf medis sempat menyarankan agar sebagian paru-paru kanannya dibedah untuk meningkatkan peluang untuk bertahan hidup.
Thiago Silva langsung menolaknya, tetapi harus menghabiskan waktu yang sangat berat sendirian dalam ruang isolasi di rumah sakit. Dinamo tetap membayar semua biaya pengobatannya, tetapi pada akhirnya tidak lagi mengandalkan sang pemain karena takut sakit TBC-nya itu menulari anggota skuat Dinamo lainnya.
Kontrak Thiago Silva langsung diputus ketika ia keluar dari rumah sakit. Saat perjalanan pulang ke Brasil, dia sempat mempertimbangkan pensiun dari sepakbola selamanya. Untung saja, sang ibu berhasil membujuknya kembali ke lapangan hijau. Langkah yang berujung manis, Thiago Silva dikontrak tim besar Eropa AC Milan dan meraih banyak prestasi. Kini dia pun berkarier di PSG, klub elit Prancis dan kembali datang ke Rusia memakai kostum kebesaran Timnas Brasil. (*)