Merahputih.com - Pembangunan Lintas Rel Terpadu (LRT) Velodrome-Kelapa Gading dikritik Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, M. Taufik. Taufik menilai, proyek itu merupakan proyek gagal waktu, gagal fungsi dan gagal efisiensi dana pembangunannya.
"Proyek LRT Kelapa Gading-Velodrome menurut saya proyek gagal, pertama gagal waktu (penyelesaiannya) dulu ramainya karena untuk mengangkut atlet dan penonton Asian Games," ujar Taufik di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (18/6).
BACA JUGA: Sudah Sepekan Uji Publik, PT LRT Belum Lakukan Evaluasi
Taufik menyatakan pembangunan LRT Velodrome-Kelapa Gading sama sekali tidak mengurangi kemacetan dan tidak efisiensi anggaran. Dimana, nilai pembangunannya untuk satu kilometer menelan dana sebesar Rp1,1 triliun.
"Saya kira nggak ada dimana-mana itu dimana-mana untuk bangun satu kilometer sebesar Rp1,1 triliun. jadi Rp5,8 triliun untuk (pembangunan) 5,2 kilometer," kata Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta itu.
Dia meminta Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan untuk melaporkan proyek LRT yang dianggapnya gagal tersebut ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
"Harusnya dilaporkan dong, karena itu uang masyarakat, uang rakyat. Saya yakin itu jadi mainan anak - anak kayak di Taman Mini," tegas dia dikutip Antara.
BACA JUGA: DPRD DKI Minta Anies Laporkan Proyek LRT Jakarta ke KPK
Uji publik yang dilakukan sepi peminatnya dan dia meyakini yang banyak naik nantinya hanya anak kecil untuk mainan.
"Makanya harus dilaporkan ke KPK itu proyek gagal, itu uang besar Rp5,8 triliun bukan main- main. Saya khawatir itu izin belum keluar mungkin AMDALnya belum keluar," katanya. (*)