Taplai Buka Pikiran Anak Muda Bangun Rasa Kebangsaan

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Jumat, 03 Agustus 2018
Taplai Buka Pikiran Anak Muda Bangun Rasa Kebangsaan

Diskusi Kelompok peserta Taplai Lemhannas. (MP/Vero)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Sudah lima hari Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) mengikuti Pendidikan Pemantapan Nilai-nilai Kebangsaan (Taplai) yang diinisiasi oleh Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas).

Banyak kesan menarik membangun bangsa yang diungkapkan para peserta Taplai, tak kecuali Juan. Menurut dia, pendidikan Pemantapan Kebangsaan ini bagus bagi anak muda karena apa yang diberikan para pemateri dapat membuka pikiran generasi muda.

"Pendidikannya mantap banget yah ini kalau banyak orang yang ikut program ini makin bagus karena untuk anak muda seperti kita ini dia (Taplai) sangat membuka pikiran kita," ujar Juan kepada MerahPutih.com, Jumat (3/8).

Juan
Juan (tengah) peserta Taplai Lemhannas. (MP/Asropih)

Juan mengaku, ilmu yang didapat dari pendidikan yang dilaksanakan 7 hari ini tidak dipelajari di sekolah-sekolah. "Dan apa yang diajarkan itu poin-poinnya kebanyakan bukan hal-hal yang kita belajar di sekolah di waktu kita masih kecil," tutur dia.

Menurut Juan, para peserta akan lebih mencintai Indonesia setelah diberikan para guru-guru pengajar di pendidikan Taplai.

Taplai
Peserta Taplai Lemhannas. (MP/Thomas Edison)

"Kita juga belajar bahwa kita menjadi lebih mencintai negara dan lebih networking juga dan teamwork juga bukan semua tentang teori juga tapi banyak praktek juga. Dan point utamanya yang bagus itu yang ngajarin kita itu juga bukan sembarang orang mereka orang berpengalaman semuanya mantap sekali," jelasnya (Asp)

#TAPLAI INTI
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Wisnu Cipto

Jurnalis dan penulis profesional selama dua dekade di industri media, mulai dari koran, televisi, hingga konten digital. Lulusan FISIP UI terlatih merangkai kata-kata terkait isu sosial-budaya-politik-hukum secara akurat dan relevan bagi pembaca, dengan kiblat kode etik jurnalistik dan verifikasi-verifikasi-verifikasi ... Pemegang sertifikasi kompetensi dari Lembaga Pers Dr.Soetomo (LPDS), yang coba terus belajar berkarya dengan 'hati'.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Bagikan