MerahPutih.com - Febri Hariyadi dihadapkan tantangan besar, yakni membawa Persis Solo selamat dari degradasi musim ini. Febri menjadi amunisi tambahan Persis di putaran kedua Super League 2025/2026.
Febri Hariyadi datang ke Persis Solo sebagai pemain pinjaman dari Persib. Ia dilepas Persib untuk membantu Persis hingga akhir musim kompetisi.
Peminjaman Febri merupakan hasil diskusi menyeluruh antara manajemen dan tim pelatih Persib, dengan mempertimbangkan kebutuhan tim sekaligus kondisi performa pemain.
Pemain yang akrab disapa Bow tersebut baru mencatatkan delapan penampilan dengan total 136 menit bermain. Jumlah tersebut dirasa belum ideal bagi pemain yang telah menjadi bagian dari Persib sejak 2016 dan dikenal memiliki kecepatan serta karakter menyerang yang kuat, sehingga dipinjamkan agar mendapat kesempatan bermain lebih banyak.
Febri Hariyadi mengaku antusias berseragam Persis Solo. Ia berharap bisa memberi kontribusi berarti, termasuk membantu Persis terhindari dari degradasi.
Baca juga:
“Tentunya sangat senang dan semoga saya bisa membantu tim ini dengan baik. Dan ini sebuah tantangan bagi saya, mudah-mudahan saya bisa membantu tim ini dengan baik dan maksimal,” ujarnya seperti dikutip dari laman Persis Solo.
Laskar Sambernyawa, julukan Persis Solo ,asih terpaku di dasar klasemen. Itu setelah hanya mencatatkan 2 kemenangan dari 21 pertandingan, serta enam hasil seri. Adapun 13 pertandingan lain diakhiri dengan kekalahan.
“Kita harus sama-sama kerja keras demi raih hasil yang maksimal. Dan kita juga punya tujuan yaitu lolos dari zona degradasi. Semoga kita semua satu suara, satu keinginan dan satu tujuan untuk menyelamatkan tim ini dari zona degradasi,” katanya.
Febri juga meminta kepada suporter untuk terus memberikan dukungan yang positif bagi klub, pemain dan manajemen. Ia menyebut jika kehadiran suporter saat pertandingan menjadi semangat tambahan bagi para pemain ketika bermain.
“Tentunya untuk suporter selalu dukung Persis Solo. Semoga tim ini bisa memberikan hasil yang terbaik buat suporter,” tandasnya. (*)