Tanpa 'Drama' Paramore Hanya Band yang Membosankan
Paramore baru saja merayakan 10 tahun album 'Self Titled'. (Instagram@yelyahwilliams)
BARU-baru ini album self titled milik Paramore memasuki usia ke-10. Untuk memperingati hal tersebut sang frontwoman Hayley Williams mengunggah tulisan melalui media sosial miliknya pada Kamis (5/4).
Pada unggahan tersebut, Hayley menceritakan tentang bagaimana periode yang penuh gejolak sampai akhirnya membuat Paramore berada di jalur eksperimental baru This Is Why. Ia menjelaskan bahwa jikaBag bukan karena ‘reality show-drama style’ yang mereka alami, Paramore hanya bakal menjadi ‘band yang paling membosankan sepanjang masa’.
Baca Juga:
Hayley Williams Buka Suara Soal Album Terbaru Paramore
Lihat postingan ini di Instagram
Dalam unggahan tersebut dirinya menulis “10 tahun yang lalu kita bikin rekaman yang membutuhkan banyak nyali dan penentuan nasib sendiri buat membuatnya. Terutama karena setelah kehilangan dua anggota band, ada begitu banyak wacana tentang apakah band bisa bikin sesuatu yang berharga atau enggak – apalagi tetap bersama.”
Hayley melanjutkan. “Cerita Paramore udah marak sama drama ala reality show. Nah, sampai enam atau tujuh tahun terakhir. Sungguh luar biasa bisa melihat ke belakang dari tempat kita sekarang, mengetahui cerita itu nggak berakhir ketika ada yang mengatakan itu akan."
Mari mengingat sedikit pada 2013 silam, saat Paramore memang memiliki banyak masalah internal antar band, yang akhirnya jadi sebuah drama. Termasuk album Self Titled ini, yang menjadi rilisan pertama Paramore bersama anggota baru Jeremy Davis dan Taylor York, menyusul kepergian dua bersaudara Josh dan Zac Farro tiga tahun sebelumnya akibat terjadi konflik dalam band.
Masalah lebih lanjut muncul kemudian ketika bassist baru, Davis, mengklaim bahwa dia telah dihilangkan dari list kredit penulisan lagu di album tersebut. Dia membuat gugatan yang akhirnya diselesaikan pada 2017 lalu.
Baca Juga:
Paramore Rilis Single 'The News' Sebagai Kritik
Lihat postingan ini di Instagram
Lebih lanjut, Hayley mengungkap dalam tulisannya: "Kalau semua [drama] yang bikin album Self-Titled kita saat itu enggak terjadi. Kita bakal menjadi band paling membosankan sepanjang masa. Kalau kita enggak dipaksa keluar dari zona nyaman yang terikat trauma. Kita enggak akan pernah tahu apa yang mungkin kita mampu lakukan.”
"Makasih banyak buat Justin Meldal-Johnsen karena telah memperluas kosa kata musik kita dan percaya bahwa kita bisa menjadi lebih dari sekadar band dari satu skena tertentu. Dan thanks buat Carlos de la Garza karena sudah merekayasa album ini. Thanks, buat Kend Andrews dari kegagalan untuk mixing itu, nyanyiin latar lagu, dan menjadi pahlawan musik buat kita," tutupnya. (far)
Baca Juga:
Bagikan
Berita Terkait
Lirik Lagu 'Close to You/Jauh' dari Reality Club, Punya Makna Mendalam soal Rasa Gelisah
Ameena Hadirkan Lagu Baru 'Cipak Cipuk', Gandeng BaLiTa dan Tampilkan Azura
Arvian Dwi Tuangkan Kisah Cinta Tak Terbalas lewat 'Hatimu Milik Dia', Simak Lirik Lagunya
Febinda Tito Rilis Album 'Terbentur, Terbentur, Terbentur', Kisah Bertahan dari Kegagalan
Lewat Album 'taste', PYC Hadirkan Perjalanan tentang Cinta dan Ketergantungan Emosi
Single Baru no na 'work' Padukan Energi Pop Global dan Ritme Indonesia
Lirik "Big Girls Don’t Cry” dari Fergie, Lagu Kritik Sosial Dibalut Kisah Patah Hati
Primitive Monkey Noose Hadirkan Single 'Panen Raya', Suarakan Identitas Agraris dan Maritim Indonesia
Vadesta Rilis 'Aku Tetep Bali', Kisah Keteguhan Hati untuk Bertahan demi Cinta
Kolaborasi Bareng Jacson Zeran, Ecko Show, dan Diva Aurel, Silet Open Up Hadirkan Single 'Taguling Guling'