Tangkal Radikalisme, Belajar Agama Harus Sampai ke Intinya

Luhung SaptoLuhung Sapto - Jumat, 28 April 2017
Tangkal Radikalisme, Belajar Agama Harus Sampai ke Intinya

KH Ridwan Muhammad Yusuf (Dok Litbang Kemendagri)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Ancaman radikalisme dan terorisme masih menghantui Indonesia. Bahkan momentum Pilkada DKI Jakarta pun juga dimanfaatkan untuk memecah belah masyarakat melalui hasutan dan berita hoax.

Oleh karens itu, masyarakat diharapkan memperdalam pengetahuan agama sampai ke intinya, agar tidak mudah terpengaruh propaganda radikalisme dan terorisme yang menggunakan agama sebagai kedok.

"Belajar agama harus sampai ke intinya dan jangan cuma sampai kulitnya saja. Karena kalau orang belajar sampai keintinya, tentu dia tidak akan melukai, menyalahkan, apalagi menyesatkan orang lain," ungkap Ketua Dewan Pakar Badan Pembina Rohani Mental Islam Nasional KH Ridwan Muhammad Yusuf pada peringatan Isra Mi'raj di Kantor BNPT, Sentul, Bogor, Kamis (27/4).

Untuk memperjelas pemahaman itu, Kiai Ridwan Muhammad memberi contoh filosofi kelapa, dimana sejak berupa kelapa sampai menjadi santan butuh proses dan pendalaman di tiap levelnya. Dari contoh itu, menurutnya orang bisa mengukur tingkat atau level keagamaan mereka.

"Maka sudah semestinya orang Islam berkonsentrasi pendalaman aqidahnya atau pendalaman materi tentang hakikat hidup dan tentang Islam, agama yang dipeluknya. Ketika orang menemukan agama hanya di permukaan saja, maka disitulah akan muncul iblis yang akan mengajak berperang satu sama lain," tutur Kiai Ridwan.

Untuk itu, Kiai Ridwan mengaku telah membuat program kepada para ulama yaitu ulama bersatu nasional untuk membahas kembali tentang agama yang diajarkan itu harus lembut dan nikmat karena islam itu adalah rahmatan lil alamin.

#KH Ridwan Muhammad Yusuf
Bagikan
Ditulis Oleh

Luhung Sapto

Penggemar Jones, Penjelajah, suka makan dan antimasak

Berita Terkait

Bagikan