Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
Pilpres 2019

Tanggapi Dokumen Rahasia AS, Politikus Gerindra: Dokumen Tersebut Tidak 100 Persen Benar

Eddy FloEddy Flo - Rabu, 25 Juli 2018
Tanggapi Dokumen Rahasia AS, Politikus Gerindra: Dokumen Tersebut Tidak 100 Persen Benar

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Sodik Mudjahid (Foto: dpr.go.id/ jaka/hr)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Beredarnya dokumen berupa Arsip Keamanan Nasional (NSA) Amerika Serikat seputar kondisi politik Indonesia kurun waktu 1997-1999 mendapat tanggapan dari Partai Gerindra.

Partai Gerindra perlu berkomentar mengingat nama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto tercantum dalam dokumen tersebut. Prabowo yang kala itu menjabat sebagai salah seorang petinggi Kopassus disebut terlibat dalam aksi penghilangan paksa aktivis 98.

Menanggapi seputar isu tersebut, Ketua DPP Partai Gerindra Sodik Mudjahid menyatakan dokumen yang beredar belum tentu benar.

"Dokumen tersebut tidak 100 persen benar," kata dia saat dikonfirmasi, Rabu (25/7).

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo
Prabowo Subianto. (Facebook/Prabowo Subianto)

Lagi pula, dalam dokumen itu disebut bahwa Prabowo Subianto hanya selaku penerima perintah, dan sebagai seorang prajurit pantang melawan perintah atasan.

"Hanya melaksanakan perintah dan hal tersebut sudah selesai melalui proses pemeriksaan," ujar Sodik.

Melanjutkan, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI ini pun berdalih bahwa ada upaya penjegalan terselubung terkait beredarnya naskah semacam ini. Sebab, sudah berulang kali pembusukan seperti ini muncul manakala Prabowo ingin maju sebagai Capres yang akan berlaga di Pilpres 2019.

"Itu lagu lama yang selalu diangkat kalau Prabowo mau nyapres," tuntasnya.(Fdi)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Sulit Koalisi dengan Jokowi, Demokrat Bantah Ajukan Tawaran Tinggi

#Partai Gerindra #Prabowo Subianto #Pilpres 2019
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Fadhli

Berkibarlah bendera negerku, tunjukanlah pada dunia.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Dapat Rapor Merah dari SMRC, Istana Tegaskan Prabowo Kerja Bukan Demi Survei
Istana menegaskan kerja Presiden Prabowo Subianto berorientasi pada kepentingan rakyat, bukan survei.
Wisnu Cipto - Jumat, 31 Juli 2026
Dapat Rapor Merah dari SMRC, Istana Tegaskan Prabowo Kerja Bukan Demi Survei
Indonesia
Mensesneg Bilang Prabowo Juga Naikkan Tukin Guru-Nakes 3T Bukan Cuma TNI
Presiden Prabowo Subianto resmi menaikkan tunjangan kinerja bukan hanya untuk TNI dan Kemenhan, tetapi juga guru, dosen, dan tenaga kesehatan di wilayah 3T.
Wisnu Cipto - Jumat, 31 Juli 2026
Mensesneg Bilang Prabowo Juga Naikkan Tukin Guru-Nakes 3T Bukan Cuma TNI
Indonesia
Prabowo Bakal Resmikan Revitalisasi Stasiun Semarang Tawang, Fasad Bersejarah Dikembalikan
Stasiun Semarang Tawang segera direvitalisasi. Presiden RI, Prabowo Subianto, segera meresmikannya.
Soffi Amira - Kamis, 30 Juli 2026
Prabowo Bakal Resmikan Revitalisasi Stasiun Semarang Tawang, Fasad Bersejarah Dikembalikan
Indonesia
Prabowo Terbitkan Perpres Baru, Tunjangan Kinerja TNI dan ASN Kemhan Naik
Presiden RI, Prabowo Subianto, menaikkan tunjangan kinerja TNI dan ASN Kemhan. Hal itu tertuang dalam Perpres Nomor 42 Tahun 2026.
Soffi Amira - Kamis, 30 Juli 2026
Prabowo Terbitkan Perpres Baru, Tunjangan Kinerja TNI dan ASN Kemhan Naik
Indonesia
Prabowo Tekankan Lulusan IPDN Harus Dekat dengan Rakyat dan Tolak Korupsi
Presiden RI, Prabowo Subianto, meminta lulusan IPDN untuk dekat dengan rakyat dan menolak korupsi.
Soffi Amira - Rabu, 29 Juli 2026
Prabowo Tekankan Lulusan IPDN Harus Dekat dengan Rakyat dan Tolak Korupsi
Indonesia
Sah Diteken Prabowo! Kejagung Punya 7 Kejaksaan Negeri Baru, 2 di Pulau Jawa
Presiden Prabowo Subianto menandatangani Perpres Nomor 40 Tahun 2026 tentang pembentukan tujuh kejaksaan negeri baru, termasuk Pangandaran dan Serang di Pulau Jawa.
Wisnu Cipto - Selasa, 28 Juli 2026
Sah Diteken Prabowo! Kejagung Punya 7 Kejaksaan Negeri Baru, 2  di Pulau Jawa
Indonesia
Ekonom Ingatkan Presiden Salah Pilih Gubernur BI Baru Bisa Picu Bahaya Fiskal
Ekonom Achmad Nur Hidayat menilai mundurnya Perry Warjiyo sebagai Gubernur BI jadi momentum menjaga independensi bank sentral.
Wisnu Cipto - Senin, 27 Juli 2026
Ekonom Ingatkan Presiden Salah Pilih Gubernur BI Baru Bisa Picu Bahaya Fiskal
Indonesia
Kronologi Bos BI Perry Warjiyo Mundur tanpa Alasan Detail: Internal Tahu Sabtu Sampai Istana Minggu
Gubernur BI Perry Warjiyo resmi mundur. Surat diterima Presiden tanpa alasan detail. Pemerintah bantah ada intervensi politik.
Wisnu Cipto - Senin, 27 Juli 2026
Kronologi Bos BI Perry Warjiyo Mundur tanpa Alasan Detail: Internal Tahu Sabtu Sampai Istana Minggu
Indonesia
Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur BI, Prabowo Sampaikan Apresiasi atas Pengabdiannya
Presiden RI, Prabowo Subianto, telah menerima surat pengunduran diri Perry Warjiyo dari Gubernur BI. Ia pun mengucapkan terima kasih atas dedikasinya.
Soffi Amira - Senin, 27 Juli 2026
Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur BI, Prabowo Sampaikan Apresiasi atas Pengabdiannya
Indonesia
Perry Warjiyo Lepas Jabatan Gubernur BI, Destry Damayanti Ditunjuk Jadi Pengganti Sementara
Perry Warjiyo mundur dari Gubernur BI. Presiden RI, Prabowo Subianto, sudah menerima surat pengunduran dirinya.
Soffi Amira - Senin, 27 Juli 2026
Perry Warjiyo Lepas Jabatan Gubernur BI, Destry Damayanti Ditunjuk Jadi Pengganti Sementara
Bagikan