HUT Jakarta

Cerita Ketika Ibu Kota Pindah Dari Pesisir Menuju Pedalaman Batavia!

Yudi Anugrah NugrohoYudi Anugrah Nugroho - Sabtu, 22 Juni 2019
Cerita Ketika Ibu Kota Pindah Dari Pesisir Menuju Pedalaman Batavia!

Istana Daendels. (Foto: kemenkeu.go.id)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

GUBERNUR Jenderal HW Daendels (1808-1811) berkorespondensi dengan Dewan Hindia (Raad van Indie) pada 26 Februari 1809. Isinya, memuat pengajuan pembangunan tempat tinggal baru, pusat pemerintahan, dan pusat pertahanan militer.

Daendels memandang Batavia Lama (Oud Batavia, kawasan Kota Tua Jakarta) sudah tak layak huni lantaran terlampau lembab sehingga memicu wabah kolera dengan jumlah kematian sangat tinggi. Terlebih, kawasan itu juga sangat rapuh sebagai pusat pertahanan militer.

'Sang Marsekal Guntur', julukan Daendels, seturut BHM Vlekke pada Nusantara: A History of Indonesia, menghendaki pemindahan ibukota beberapa mil ke daerah pedalaman, ke sebuah kota pinggiran bernama Weltevreden atau Nieuw Batavia. Di sana, ia melirik sehampar tanah luas di sebelah timur perkemahan militer (Parade Plaats, kini Lapangan Banteng) untuk dibangun Rumah Besar (Groote Huis) atau Istana Putih (Het Witte Huis).

Istana Putih Daendels
Oud Batavia. (Foto: atlasofmutualheritage.nl)

Demi mewujudkan kehendaknya, Daendels menugaskan JC Schultze, seorang arsitek berpangkat kolonel. Schultze merancang Istana Putih bergaya Empire, mengikuti tren arsitektur dan seni di Perancis.

Istana Putih dibangun di tengah kondisi keuangan pemerintah carut-marut. Putar akal, Daendels, seturut Devina S Raditya, pada The White House of Weltevreden: Ministry of Finance Building, menjual beberapa bidang tanah dan dua pasar, lalu memerintahkan para pekerja lokal untuk meruntuhkan sebagian besar bangunan dan tembok kota lama untuk dijadikan material istana baru.

Bangunan istana, lanjut Devina S Raditya, dirancang dengan struktur bangunan dua lantai. Terdiri dari satu bangunan utama berukuran 74 x 27 m, diapit dua bangunan sayap kanan-kiri, masing-masing berukuran 24 x 26 m. Bangunan utama berfungsi sebagai tempat tinggal gubernur, sementara bangunan sayap menjadi kantor, ruang tamu, kandang kuda, dan garasi kereta. Di antara bangunan utama dan sayap, terdapat gerbang dan tangga menuju lantai dua.

Pengerjaan berlangsung lambat lantaran Daendels disibukan dengan pembangunan lain, seperti Jalan Raya Pos, dan menghadapi serang Inggris. Sang Marsekal bahkan tak bisa memandang megahnya Istana Putih mewujud lantaran ditarik pulang Napoleon mengampu jabatan baru sebagai komandan di Modlin, Polandia.

Istana Putih Daendels
Herman Willem Daendels. (Foto: Wikipedia)

Penggantinya, JW Janssens, sama sekali tak acuh terhadap pembangunan karena wara-wiri diserbu pasukan Inggris hingga akhirnya menemui kekalahan. Meski kekuasaan Hindia beralih ke tangan Inggris di bawah pimpinan Thomas Stamford Raffles (1811-1816), pengerjaan Istana Putih pun tetap tak tersentuh.

Pembangunan kembali menggeliat saat Hindia beralih dikuasai Belanda, terutama pada masa Gubernur Jenderal Du Bus de Ghisignies (1826 – 1830). Du Bus menunjuk Insinyur J Tromp selaku arsitek. Fokus pengerjaan Tromp berkutat pada pengerjaan konstruksi dinding luar dan pemasangan atap, serta gerbang penghubung.

"Tromp menciptakan banyak perubahan signifikan terhadap fungsi bangunan, pada awalnya sebagai tempat tinggal gubernur jenderal, menjadi kantor pemerintahan," tulis Devina.

Istana Putih "Daendels", karena tampil megah mencolok dengan cat serbaputih, akhirnya selesai pada 1827. Tercatat, Raad van Indie (Dewan Hindia) melakukan pertemuan resmi perdana di istana itu pada 25 Januari 1828.

Seiring dengan kehadiran Istana Putih, kawasan Weltevreden kemudian berkembang pesat. Pada 1828, Du Bus membangunan monumen Waterloo berupa pilar besar dengan patung singa di atasnya, di Parade Plaats, untuk peringatan kekalahan Napoleon pada perang Waterloo 1815. Lapangan itu kemudian lebih dikenal dengan sebutan Waterlooplein.

Waterlooplein berubah menjadi pusat interaksi sosial dan rekreasi. Saban minggu sore masyarakat Weltevreden bisa menikmati parade musik militer. Mereka juga bisa menunggang kuda atau kereta.

Istana Putih Daendels
Ilustrasi keramaian Waterlooplein. (Foto: Media KITLV)

Sebelum Istana Putih rampung, telah ada bangunan lain di Weltevreden, seperti Loji Tarekat Mason Bebas "Der Ster in het Oorsten" bergaya neoklasik (kini Gedung Kimia Farma) pada 1820, berlokasi di tenggara Waterlooplein. Setahun berselang, hadir tempat pertunjukan teater bernama Stads Schouwburg (kini, Gedung Kesenian Jakarta).

Pada 1829, turut hadir bangunan Gereja Katolik di sebelah barat Waterlooplein, kelak bernama Gereja Katedral. Lanjut setahun berikutnya juga muncul Gereja Willemskerk (Immanuel). Demi mengakomodasi hiburan, dansa-dansi, dan pergaulan kelas atas khususnya bagi para militer, dibangun Concordia Military Societiet pada 1836, tak jauh dari Istana Putih.

Istana Putih tetap berfungsi menjadi kantor pemerintahan, sementara tempat tinggal gubernur jenderal beralih di bekas rumah JA van Braam di Rijswijk, kelak menjadi Istana Negara. Sementara, di kemudian hari, berabad mendatang, Istana Putih menjelma menjadi Kantor Kementrian Keuangan, Jalan Dr Wahidin Raya Nomor 1, Jakarta Pusat. Hingga kini kawasan nan dahulu bernama Rijswijk dan Weltevreden menjadi lokasi sentral di ibukota, sebagai pusat pemerintahan dan ibukota negara. Akankah berubah? (*)

#HUT Jakarta #New Hope
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
HUT ke-499 Jakarta, Gubernur Pramono Pertimbangkan Ancol dan Ragunan Gratis untuk Warga
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mempertimbangkan menggratiskan Ancol, Ragunan, museum, dan perpustakaan saat HUT ke-499 Jakarta. Transportasi umum gratis juga sedang disiapkan.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 07 Juni 2026
HUT ke-499 Jakarta, Gubernur Pramono Pertimbangkan Ancol dan Ragunan Gratis untuk Warga
Indonesia
Cek dulu nih, Kantong Parkir untuk Jakarta Future Festival di TIM
Pemprov DKI juga telah menyediakan sejumlah lokasi parkir resmi di sepanjang Jalan Cikini, Raden Saleh, dan sekitarnya.
Dwi Astarini - Jumat, 05 Juni 2026
Cek dulu nih, Kantong Parkir untuk Jakarta Future Festival di TIM
Indonesia
PRJ 2026, Target Transaksi Mencapai Rp 8 Triliun
Target yang ditetapkan ini meningkat jika dibandingkan dengan tahun lalu yakni 5,9 juta pengunjung dengan nilai transaksi Rp 7,3 triliun.
Dwi Astarini - Kamis, 04 Juni 2026
PRJ 2026, Target Transaksi Mencapai Rp 8 Triliun
Fun
Jakarta Future Festival Gandeng 500 Kolaborator, Menavigasi Menuju 5 Abad Kota Jakarta
Pembangunan kota tidak dapat dilakukan pemerintah semata, tapi juga membutuhkan keterlibatan seluruh unsur kota.
Dwi Astarini - Kamis, 04 Juni 2026
 Jakarta Future Festival Gandeng 500 Kolaborator, Menavigasi Menuju 5 Abad Kota Jakarta
Indonesia
Jakarta Fair Mulai Digelar 11 Juni 2026, Berikut Harga Tiket Masuk Teranyar
Pada gelaran Jakarta Fair tahun ini, jumlah peserta pameran mengalami peningkatan menjadi 2.800 peserta dan 1.800 stand/tenant
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 04 Juni 2026
Jakarta Fair Mulai Digelar 11 Juni 2026, Berikut Harga Tiket Masuk Teranyar
Indonesia
Pemprov Bebaskan Denda Pajak Kendaraan, Wagub Rano: Kado untuk Warga di HUT Jakarta
Dengan pemutihan denda pajak kendaraan ini, masyarakat dapat melunasi kewajiban pajak kendaraan tanpa dikenakan bunga keterlambatan.
Dwi Astarini - Selasa, 02 Juni 2026
Pemprov Bebaskan Denda Pajak Kendaraan, Wagub Rano: Kado untuk Warga di HUT Jakarta
Indonesia
Pemprov DKI Gelar Pemutihan Pajak Kendaraan Jakarta 2026 Tanpa Denda Mulai Juni
Pembebasan sanksi administratif ini diberikan kepada wajib pajak yang melakukan pembayaran atau penyetoran pajak terutang pada periode 1 Juni 2026 sampai dengan 31 Agustus 2026
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 30 Mei 2026
Pemprov DKI Gelar Pemutihan Pajak Kendaraan Jakarta 2026 Tanpa Denda Mulai Juni
Indonesia
Masyarakat Bisa Nikmati Sunset Jakarta Hingga Air Mancur Menari Gratis di Ancol Saat Momen HUT Jakarta
Ancol terus berupaya menghadirkan berbagai program memberi pengalaman rekreasi sekaligus memperkuat peran kawasan wisata sebagai ruang publik
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 30 Mei 2026
Masyarakat Bisa Nikmati Sunset Jakarta Hingga Air Mancur Menari Gratis di Ancol Saat Momen HUT Jakarta
Berita Foto
Tanggul Kali Cideng Atas Dipercantik, Proyek Dikebut Sebelum HUT Ke-499 Jakarta
Aktivitas pekerja dalam proyek revitalisasi Kali Cideng, di Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Sabtu (16/5/2026).
Didik Setiawan - Sabtu, 16 Mei 2026
Tanggul Kali Cideng Atas Dipercantik, Proyek Dikebut Sebelum HUT Ke-499 Jakarta
Indonesia
CFD Rasuna Said 10 Mei 2026: Dishub DKI Siapkan 4 Titik Parkir dan Rekayasa Lalin
Dishub DKI Jakarta menyiapkan 4 titik parkir dan rekayasa lalu lintas untuk CFD Rasuna Said pada 10 Mei 2026. Simak lokasi parkir dan jalur alternatifnya.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 08 Mei 2026
CFD Rasuna Said 10 Mei 2026: Dishub DKI Siapkan 4 Titik Parkir dan Rekayasa Lalin
Bagikan