Tak hanya Menarik dalam Balutan Jins, Bokong Menonjol Ternyata Punya Kelebihan

Dwi AstariniDwi Astarini - Rabu, 18 Oktober 2017
Tak hanya Menarik dalam Balutan Jins, Bokong Menonjol Ternyata Punya Kelebihan

ilustrasi. (foto: pexels)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BAGIAN belakang tubuh Anda punya fungsi penting. Lebih daripada sekadar terlihat menarik dalam balutan jins. Tanpa otot gluteal, Anda tak dapat berjalan bahkan berdiri. Ternyata bagian bokong bisa menandakan kondisi kesehatan Anda.

Setiap orang punya bentuk bokong yang berbeda. Untuk mengetahui bokong Anda termasuk bentuk yang mana, cukup berdiri di depan cermin lalu amati dengan amat seksama. Bentuk bokong akan memperlihatkan bagaimana ditribusi lemak dalam tubuh Anda.

Pada setiap orang, pesebaran lemak tidaklah merata. Jika Anda punya lemak berlebih di bagian bokong, itu bisa jadi tanda kesehatan yang baik. Itu disebabkan lemak berada jauh dari organ vital seperti hati dan jantung, juga arteri.

Meskipun demikian teori itu tidak berlaku bagi pria. Bokong besar pada pria bukanlah penanda kesehatan yang prima. Hanya perempuan yang secara genetika memiliki bokong besar.

Berikut bentuk bokong dan apa artinya untuk kesehatan Anda.

Bentuk V

Bokong yang masuk atau bentu V umumnya menandakan tingkat estrogen yang rendah.


Bentuk hati atau pear

Pemilik bentuk bokong ini memiliki distirbusi lemak yang signifikan di sekitar paha atas.

Bentuk bokong jadi tanda kondisi kesehatan. (foto: pinterest)


Bulat

Bentuk bokong yang bulat menunjukkan pesebaran lemak yang merata di sleuruh bagian bokong.


Bentuk H

Jika Anda memiliki bentuk bokong seperti huruf H, itu berarti lemak dalam tubuh Anda didistribusikan di sekitar pinggul.

Selain keempat bentuk bokong tadi, pemilik bokong yang menonjol ternyata punya keuntungan, yaitu pembakaran kalori yang lebih banyak dan mengatasi osteporosis. Selain itu, bokong yang menonjol diasosiasikan dengan kemudahan dalam proses bersalin.

Sementara itu, Anda yang berbokong rata cenderung menyimpan lemak di bagian tengah tubuh. Jenis lemak itu lebih aktif ketimbang lemak yang dihubungkan dengan penyakit jantung dan diabetes.(*)

Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me
Bagikan