Tak Hanya Bayi, Orang Dewasa pun Butuh Berjemur

Dwi AstariniDwi Astarini - Rabu, 04 Oktober 2017
Tak Hanya Bayi, Orang Dewasa pun Butuh Berjemur

ilustrasi. (foto: pexels)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

TUBUH manusia membutuhkan vitamin untuk bisa berfungsi dengan baik. Salah satu vitamin yang dibutuhkan ialah vitamin D. Tak seperti jenis vitamin lain yang terdapat dalam buah dan sayur lalu diolah tubuh, vitamin D diproduksi tubuh kita yang kemudian diaktifkan dengan sinar matahari. Vitamin D bersumber dari sinar matahari yang diserap lewat kulit. Itulah alasan di balik aktivitas menjemur bayi.

Faktanya, vitamin D tidak hanya dibutuhkan oleh anak-anak, tapi juga orang dewasa.

Beberapa penelitian menunjukkan vitamin D tidak hanya bermanfaat dalam menjaga kekuatan tulang, tapi juga mampu mengurangi risiko penyakit atoimun, jantung, stroke, kanker, dan diabetes. Jika Anda termasuk tipe yang takut terkena sinar matahari karena alasan kecantikan dan kanker kulit, Anda melewatkan kesempatan untuk mengaktifkan vitamin D yang ada di bawah kulit. Mereka yang jarang ‘mandi’ matahari memiliki kadar vitamin D lebih rendah.

Kekurangan vitamin D bisa meningkatkan risiko berbagai penyakit, mulai dari keropos tulang, penyakit jantung, bahkan beberapa jenis kanker.

Orang dewasa memerlukan vitamin D sebanyak 2000 IU setiap hari. Anda bisa mencukupi kebutuhan vitamin D dari berbagai makanan yang kaya akan vitamin D, seperti ikan tuna, salmon, makarel, serta susu. Itulah sebabnya orang dewasa disarankan untuk lebih mengakrabkan diri dengan matahari agar bisa memenuhi kebutuhan vitamin D. Tidak perlu banyak-banyak, cukup 15 menit di pagi dan sore hari.

Dalam studi yang dimuat dalam Archives of Dermatology, diketahui pasien yang secara genetik berisiko kanker kulit dan menghindari paparan sinar matahari memiliki kadar vitamin D yang rendah dalam tubuhnya. Para ahli mengatakan, jika Anda khawatir kulit menjadi rusak akibat sinar ultraviolet, pastikan kebutuhan vitamin D Anda tercukupi, baik lewat makanan ataupun suplemen.

Selain untuk kesehatan tulang, berikut manfaat lain vitamin D untuk tubuh.

1. Mencegah kanker

Menurut penelitian terhadap hewan dan data epidemiologi, vitamin D dapat mencegah kanker usus besar, kanker prostat, dan kanker payudara. Hormon aktif vitamin D yang bernama calcitriol diduga dapat mengurangi perkembangan sel kanker dengan meningkatkan kematian sel kanker, memperlambat pertumbuhan, dan perkembangan pembuluh darah baru di jaringan kanker, serta mengurangi pertumbuhan, pertambahan, dan penyebaran sel kanker.

2. Mengurangi risiko diabetes

Beberapa penelitian menunjukkan semakin tinggi kadar vitamin D dalam tubuh, semakin rendah risiko risiko diabetes tipe 2. Pada penderita diabetes tipe 2, kadar vitamin D yang tidak memadai berdampak buruk pada sekresi insulin dan toleransi glukosa. Sebuah penelitian juga menunjukkan vitamin D yang cukup semasa anak-anak akan membuat sang anak terhindar dari diabetes tipe 1.

3. Kehamilan

Ibu hamil yang kekuragan vitamin D berisiko lebih besar terkena preeklampsia, melahirkan melalui operasi caesar, terkena diabetes gestasional, dan vaginosis bakterialis (terganggunya keseimbangan bakteri dalam vagina). Namun, kadar vitamin D yang terlalu tinggi ketika hamil justru dapat meningkatkan risiko alergi makanan pada anak selama dua tahun pertama.

4. Multiple sclerosis (MS)

Selama bertahun-tahun, para ahli menduga adanya hubungan antara sinar matahari, kadar vitamin D, dan gangguan autoimun yang merusak saraf ini. Satu penelitian menunjukan adanya hubungan antara rendahnya kadar vitamin D dalam tubuh dengan risiko terkena MS. Meskipun demikian, penelitian lebih lanjut masihlah dibutuhkan.

5. Depresi

Vitamin D diduga berperan dalam perkembangan dan fungsi otak. Satu studi menunjukkan dosis besar vitamin D dapat mengurangi gejala depresi ringan.

Melihat banyaknya manfaat vitamin D bagi tubuh, Anda tidak perlu ragu lagi untuk beraktivitas luar ruang. Berjemur di pagi hari sebelum pukul 09.00 amat disarankan untuk manfaat yang maksimal.(*)

Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me
Bagikan