Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Tak Bisa Lupakan Envelopegate, Jimmy Kimmel Ikut Terapi

Dwi AstariniDwi Astarini - Kamis, 25 Januari 2018
Tak Bisa Lupakan Envelopegate, Jimmy Kimmel Ikut Terapi

Jimmy Kimmel. (foto: ABC.com)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

HANYA tinggal sebulan lagi Jimmy Kimmel akan kembali ke panggung Oscar. Namun, sang host masih mengalami masalah kejiwaan akibat envelopegate tahun lalu.

Peristiwa salah sebut pemenang Oscar untuk kategori best picture Oscar tahun lalu--yang dikenal dengan envelopegate--masih menghantui Kimmel. Akibatnya, ia terpaksa mencari bantuan profesional kejiwaan dalam sesi terapi.

Eits, itu bukan kejadian nyata lo. Ternyata semua itu cerita yang ditampilkan dalam promo untuk acara Oscar 2018.

Dalam video promo itu, Kimmel berkisah betapa insiden amplop itu telah membuatnya 'kacau'.

"Kau tahu, aku memimpikan hal itu tiap malam," ujarnya kepada sang terapis.

Ia juga mengaku tak sanggup membuka amplop surat tanpa teringat akan insiden itu. Saking traumanya, Kimmel bahkan amat marah saat pegawai Starbuck salah mengeja namanya menjadi 'Timmy'.

"Aku mencoba meninggalkan masa lalu di belakang, kau tahu. Tapi, hal itu sepertinya terus mengejarku. Aku merasa seperti akan gila," curhatnya sedih.

"Yang makin membuat semuanya parah, mereka ingin aku tampil di acara itu lagi! Aku haru apa?" ujarnya galau.

Sang terapis, yang tak lain ialah Warren Beatty menjawab, "Aku tak peduli apa yang akan kau lakukan. Keluar dari rumahku."

Beatty dan Faye Dunaway ialah presenter yang salah menyebut La La Land sebagai pemenang, alih-alih Moonlight, akibat amplop yang tertukar pada Oscar tahun lalu.

Semoga tahun ini enggak ketukar lagi ya, Tuan Kimmel. (dwi)



Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me
Bagikan