Tak Ada Kendala Mesin, Mengapa Pilot Lion Air JT-610 Ingin Kembali ke Bandara Soetta?

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Senin, 29 Oktober 2018
Tak Ada Kendala Mesin, Mengapa Pilot Lion Air JT-610 Ingin Kembali ke Bandara Soetta?

Salah satu potongan pesawat Lion Air JT-610 (Basarnas)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Otoritas Bandar Udara (Otban) Wilayah I Soekarno-Hatta Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan membenarkan Pilot Lion Air, Bhavye Suneja sempat meminta Return to Base (RTB) atau kembali ke Bandara kepada petugas ATC bandara Soekarno Hatta sebelum pesawat Lion Air jatuh.

"Betul, bahwa pilot pesawat (Lion Air) request RTB," kata Kepala Otoritas Bandara wilayah 1 Bagoes Soenjoyo saat pers rilis di halaman VVIP Room Terminal 1, Bandara Soekarno Hatta, Senin (29/10).

Lebih lanjut, Bagoes menuturkan, pihaknya tak mengetahui kenapa pilot Lion Air penerbangan JT-610 yang membawa 189 penumpang tersebut meminta putar balik ke Bandara Soekarno Hatta.

Lion Air (Rizki Fitrianto)

Sebab menurut pesawat rute Jakarta-Pangkal Pinang ini tidak ada kendala mengenai mesin. Karena pesawat tersebut dibuat pada tahun 2018 dan baru dioperasikan sejak 15 Agustus 2018 lalu.

"Karenanya RTB kita juga ga tau. Tidak ada dugaan kendala mesin. Ga ada," jelas dia.

Bagoes pun mengaku, petugas ATC Bandara Soekarno Hatta menerima permintaan pilot Lion Air, Bhavye Suneja untuk kembali ke Bandara. Ia menduga permintaan itu dalam perjalanan dari Jakarta menuju Pangkal Pinang.

"Ia ditanggapi, Pas request RTB," ungkapnya.

Ia pun tidak mau berspekulasi saat insiden terjatuhnya Lion Air TJ-610 pesawat tengah posisi putar balik."Mungkinannya seperti itu. Apakah pesawat sudah mutar balik, atau titik awal kita belum tahu," Tutupnya. (Asp)

#Lion Air JT610 Jatuh
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Bagikan