Merahputih.com - Kekalahan telak Liverpool atas Manchester City dengan skor 4-0 pada perempat final FA Cup, menyisakan luka mendalam sekaligus kontroversi panas.
Dominik Szoboszlai menjadi sorotan utama bukan karena performanya, melainkan aksi provokatifnya terhadap para pendukung setia The Reds di Stadion Etihad yang memicu gelombang kritik pedas.
Aksi Tak Terpuji di Tengah Kekalahan Memalukan
Manchester City mendominasi jalannya pertandingan sejak menit awal melalui gol penalti Erling Haaland pada menit ke-39.
Baca juga:
Dipermalukan Manchester City 4-0, Fans Liverpool Tinggalkan Etihad sebelum Laga Berakhir
Penyerang Norwegia tampil menggila dengan mencetak hat-trick ke-12 sepanjang kariernya, sementara Antoine Semenyo menyempurnakan penderitaan tim asuhan Arne Slot.
Hasil ini memperpanjang rekor buruk Liverpool yang hanya memenangi satu dari empat pertandingan terakhir mereka.
Saat peluit panjang berbunyi, ratusan pendukung Liverpool yang bertahan hingga akhir justru menerima reaksi tak terduga dari Szoboszlai.
Pemain asal Hungaria tersebut tampak mengedikkan bahu dan menuntut dukungan lebih dari tribun penonton yang tengah mencemooh performa tim.
Federico Chiesa bahkan harus turun tangan menarik paksa Szoboszlai menuju lorong pemain guna menghindari konfrontasi yang lebih besar dengan para fan.
Kritik Tajam dan Krisis Mentalitas
Para pendukung Liverpool meluapkan kekesalan mereka di media sosial, menganggap perilaku Szoboszlai mencerminkan ego yang berlebihan di saat tim sedang terpuruk.
Meski Szoboszlai menjadi salah satu pemain paling konsisten musim ini, sikapnya di Etihad dianggap sebagai titik rendah yang mengancam keharmonisan ruang ganti dan hubungan dengan suporter.
Ironisnya, dalam sesi wawancara pascapertandingan, Szoboszlai justru mengkritik kurangnya daya juang rekan-rekan setimnya. Ia mengakui bahwa seluruh tim tampil di bawah standar yang diharapkan.
Baca juga:
Erling Haaland Hattrick! Manchester City Hancurkan Liverpool 4-0, Lolos ke Semifinal Piala FA
“Semangat juang kami tidak cukup, mentalitas kami juga tidak ada. Sejujurnya, tidak ada satu pun dari kami yang hadir sepenuhnya di lapangan. Ini masa yang sulit, tetapi kami harus tetap bersatu. Hari Rabu ada kesempatan lain, tapi kami harus menanamkan di kepala bahwa ini bukan cara kami mengakhiri musim,” ujar Szoboszlai dalam laporan Givemesport.
Kekalahan memalukan ini menempatkan posisi Arne Slot dalam tekanan besar. Liverpool kini harus segera berbenah sebelum terbang ke Paris untuk menghadapi juara bertahan Liga Champions dalam kurun waktu 48 jam ke depan.