Swifties Keluar Banyak Uang di Singapura, Pemerintah Setempat Riang Gembira
Tujuh dari 10 dari total 300.000 penonton konser akan datang dari luar negeri. (Foto: YouTube/BDW Relaxational Travel TV)
MerahPutih.com - Taylor Swift mulai menggelar konser Eras Tour di Singapura selama enam kali dalam rentang 2-9 Maret 2024. Konser ini jadi satu-satunya di Asia Tenggara.
Tak mengherankan bila banyak Swifties, sebutan untuk penggemar Taylor Swift, dari antero Asia Tenggara berdatangan ke Singapura. Mereka rerata menghabiskan biaya tak sedikit.
Contohnya Charlyn Suizo dari Filipina. Pekerja teknologi informasi berusia 30 tahun ini memimpin grup Swifties di Filipina. Dia terbang dari Manila pada Jum'at (29/2) bersama 17 temannya.
Dia menghabiskan setidaknya USD 6.000 (Rp 94 juta) untuk penerbangan, tiket konser, dan akomodasinya. Jumlah itu sedikit di atas rata-rata pendapatan rumah tangga tahunan di negaranya.
"Saya tidak pernah benar-benar menghabiskan banyak uang... untuk orang lain, hanya Taylor Swift,” kata Suizo, seperti dikutip Reuters.com (3/3).
Baca juga:
Universitas di Manila Buka Mata Kuliah Pilihan Kajian Taylor Swift
Suizo membeli tiket VIP seharga lebih dari USD 745 (Rp 11,2 juta). Dia berencana melihat tiga dari enam konser Swift di Singapura. Dia hanya satu dari puluhan ribu Swifties lain yang datang untuk menyaksikan Eras Tour.
Pejabat setempat mengharapkan kedatangan mereka menggerakkan perekonomian lokal yang sedang lesu.
Chua Hak Bin, ekonom di Maybank, memperkirakan tujuh dari 10 penonton konser akan datang dari luar negeri. Jumlah penonton konser sendiri mencapai 300.000.
Mereka menghabiskan antara USD 260 juta (Rp 4 M) hingga USD 370 juta (Rp 5,8 M) untuk hotel, makanan, dan hiburan.
Sebagai perbandingan, Grand Prix F1 Singapura telah menghasilkan sekira USD 1,5 miliar (Rp 23 T) sejak 2008.
Sementara itu, analis di HSBC mengatakan bahwa kamar hotel di Singapura sekarang harganya 30% lebih mahal dibandingkan sebelum pandemi tahun 2019.
Edmund Ong, manajer umum Trip.com Singapura, mengatakan bahwa mulai 1-9 Maret, biaya penerbangan ke Singapura meningkat hampir tiga kali lipat. Pemesanan akomodasi juga naik, hampir lima kali lipat. Pemesanan atraksi dan tur melonjak lebih dari 2.300%!
Berita ini bikin pejabat setempat girang. Sebab tahun lalu pertumbuhan ekonomi di Singapura melambat menjadi 1,1%, dari 3,8% pada tahun 2022. Perkiraan pertumbuhannya sebesar 1%-3% tahun ini.
Bulan lalu, Pemerintah Singapura mengumumkan telah memberikan tawaran khusus kepada Swift untuk konser di Singapura, tapi mereka enggan membeberkan nilainya.
Pengumuman tersebut membuat jengkel pemimpin negara-negara lain Asia Tenggara. Perdana Menteri Thailand mengatakan bahwa tawaran gila-gilaan tersebut diberikan dengan syarat bahwa Swift hanya boleh konser di Singapura.
Anggota parlemen Filipina menyebut, "Singapura bukanlah negara tetangga yang baik" gara-gara monopoli itu. Namun, Pemerintah Singapura tidak menyangkal atau membenarkan klausul eksklusivitas tersebut.
Singapura mengalami lonjakan jumlah konser sejak kuncitara berakhir. Sebut saja Blackpink, Coldplay, dan Ed Sheeran. Semua tiketnya laris manis tanjung kimpul. (dru)
Baca juga:
Demi Konser Taylor Swift, Real Madrid Ingin Ubah Jadwal Laga Terakhir
Bagikan
Hendaru Tri Hanggoro
Berita Terkait
Peminat Konser BTS Membeludak, Presiden Meksiko Surati Presiden Korea Selatan Minta Tambah Jadwal Konser
Tiket Tur Dunia ARIRANG BTS Terjual Cepat, sudah Sold Out untuk Pertunjukan Amerika Utara dan Eropa
Krisna Trias dan Satine Zaneta Rayakan Perbedaan lewat Single 'Harmoni'
Harry Styles Comeback dengan Single 'Aperture', Kisah Membuka Hati untuk Cinta Baru
Lirik Emosional 'Ego Wong Tuo' Bikin Lagu Pusma Shakira Jadi Perbincangan
'Jogja Istimewa', Penghormatan Jogja Hip Hop Foundation pada Identitas Budaya dan Filosofi Kepemimpinan Yogyakarta
'Tak Terbatas', Lagu Rohani Unlimited Fire Band tentang Iman dan Pemulihan
Lucky Widja Tutup Usia, Ini Jejak Perjalanan Bersama Element
SonicFlo, Band Baru Coki Bollemeyer yang Usung Musik Reflektif dan Spiritual
Virgoun Rilis 'Tak Setara', Lagu tentang Hubungan yang Kehilangan Keseimbangan