MerahPutih.com - Lembaga Survei dan Polling Indonesia (SPIN) menyebut elektabilitas pasangan calon (paslon) nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga menyusul paslon nomor urut 01, Jokowi-Ma'ruf Amin. Selisihnya pun hanya terpaut delapan persen.
Adapun Paslon nomor urut 01 masih unggul dengan tingkat keterpilihan 49 persen dibandingkan Paslon nomor urut 02 dengan meraih 41 persen. Dan sisanya 10 persen belum menjawab.
Menurut Director SPIN, Igor Dirgantara, periode masa kampanye bulan November 2018-Januari 2019, Jokowi seperti kehilangan momentum yang membuat pesaingnya bisa menipiskan ketertinggalan.
"Semakin mengecilnya jarak elektabilitas kedua pasangan calon ini adanya persepsi publik soal ekonomi yang belum membaik dan meningkatnya harga kebutuhan pokok," kata Igor di Bakoel Coffe, Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (7/3).
Lanjut dia, untuk dua hal paling mengkhawatirkan terkait masalah ekonomi yang membuat Paslon nomor urut 02 mengejar elektabilitas petahana.
"73 persen menjawab naiknya harga-harga kebutuhan pokok, diikuti oleh masalah lapangan kerja dan pengangguran sebanyak 44 persen. Ada 59 persen responden yang mengatakan bahwa harga makanan dan kebutuhan pokok lainnya meningkat. 37 persen menjawab sama saja dan hanya
4 persen yang menjawab harga turun," tuturnya.
Sementara itu, kata Igor, hasil SPIN menunjukan bahwa akses terhadap peluang ekonomi dan pemberdayaan masih merupakan kendala terbesar bagi masyarakat Indonesia. Masyarakat pun masih belum merasakan kehadiran pemerintah dalam mendukung pemberdayaan.
"Walaupun 45 persen merasa cukup didukung, namun hanya 11 persen yang merasa sangat didukung, 30 persen sedikit didukung, 12 persen merasa sama sekali tidak didukung, dan yang menjawab tidak tahu 2 persen," ungkapnya.
Survey SPIN dilaksanakan pada tanggal 27 Desember 2018 - 08 Januari 2019 melibatkan 1213 responden dan menggunakan metode Multistage random sampling, Margin of error sebesar 3 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. (Asp)