MerahPutih Megapolitan - Hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) pada bulan Maret 2016, Juli, dan Oktober 2016, elektabilitas calon Gubernur DKI Jakarta 2017 Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menurun hingga titik rawan.
Peneliti LSI Adjie Alfaraby mengatakan, dukungan terhadap Ahok menurun pada titik rawan, bahkan ada kemungkinan kalah atau tersingkir di putaran pertama Pilkada DKI 2017 mendatang.
"Demikianlah kesimpulan hasil survei yang baru saja selesai dengan total responden berjumlah 440 responden dengan sistem wawancara tatap muka," kata Adjie saat ditemui di gedung LSI, Jalan Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (4/10).
Adjie menambahkan, riset dilakukan dengan metode multi-stage random sampling. Margin of Error plus minus 4,8%.
"Survei ini dibiayai dengan dana sendiri, dan dilengkapi pula dengan kualitatif riset FDG (focus grup discussion), media analisis, dan depth interview," tuturnya.
Menurut Adjie, Ahok di bulan Oktober 2016 bukanlah Ahok di bukan Maret 2016. Survei LSI bulan Maret 2016, Ahok begitu perkasa dengan tingkat elektabilitas 59,3 persen.
"Saat itu, elektabilitas Ahok sendirian tetap lebih besar dibandingkan 10 (bakal) calon gubernur yang lain yang digabung menjadi satu (Yusril IM, Tri Risma, Sandiago Uno, dan lainnya). Total 10 orang kompetitor itu dijumlah mencapai 26,30 persen, masih jauh di bawah dukungan Ahok sendirian," pungkasnya. (Abi)
BACA JUGA:

