Merahputih.com - Persib Bandung tengah dibuat pusing pasca keluarnya sanksi dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI. Tak tanggung-tanggung, Maung Bandung 'dihujani' sanksi mulai dari klub, Panitia Pelaksana, pemain hingga suporternya.
Sanksi ini buntut dari adanya seorang suporter bernama Haringga Sirila yang tewas dikeroyok oknum Bobotoh saat 'Big Match' Persib Bandung melawan Persija Jakarta di Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) akhir september lalu. Laga sendiri berkesudahan 3-2 untuk tuan rumah. Kemenangan dan euforia didalam lapangan tiba-tiba jadi hampa saat nyawa Haringga hilang begitu saja.
Polrestabes Bandung pun bergerak cepat. 6 orang ditetapkan sebagai tersangka pengeroyokan Haringga. Duka Haringga jadi trending topic. Dukungan agar tak ada lagi korban Rivalitas menggema. Mereka menyuarakan yang sama: Jangan ada lagi Haringga-Haringga lainnya.
PSSI menyatakan memberhentikan seluruh pertandingan Liga 1 untuk melakukan investigasi hingga kasus Haringga benar-benar selesai. Penghentian Liga 1 dilakukan sampai batas waktu yang belum ditentukan. "Ini adalah bentuk salah satu keprihatinan, rasa belasungkawa kita terhadap almarhum," kata Ketum PSSI, Edy Rahmayadi, selasa (25/9).
Keputusan diambil setelah sebelumnya PSSI, PT Liga Indonesia Baru (LIB) dan pihak terkait duduk satu meja dan setuju agar masalah ini tuntas.
Senin (1/10) Komdis pun bersidang. Sehari setelahnya, PSSI mengeluarkan hasilnya. Dari hasil sidang Komdis, disimpulkan ada beberapa pelanggaran kode disiplin. Beberapa pelanggaran yang dimaksud yakni, suporter Persib melakukan intimidasi kepada ofisial Persija pada saat MCM (pertemuan teknis), melakukan sweeping, pengeroyokan, dan pemukulan terhadap suporter Persija hingga tewas sebelum pertandingan.
Komdis juga menilai, panitia penyelenggara pertandingan gagal memberikan rasa aman dan nyaman terhadap suporter yang datang menonton. Komdis pun memberikan hukuman kepada klub Persib Bandung berupa sanksi pertandingan home di luar Pulau Jawa (Kalimantan) tanpa penonton sampai akhir musim kompetisi 2018 dan pertandingan home tanpa penonton di Bandung sampai setengah musim kompetisi tahun 2019.
Untuk suporter dan penonton, Komdis memberikan sanksi berupa larangan menyaksikan pertandingan Persib Bandung pada saat home maupun away serta pertandingan Liga 1 lainnya sejak putusan ini ditetapkan sampai pada setengah musim kompetisi 2019.
Untuk panitia penyelenggara pertandingan, sanksinya adalah menghukum ketua panitia pelaksana pertandingan dan security officer berupa larangan ikut serta dalam kepanitiaan pertandingan Persib Bandung selama 2 (dua) tahun.
Panpel Persib Bandung juga didenda sebesar Rp. 100.000.000 (seratus juta rupiah). Panpel Persib Bandung wajib memerangi dan melarang rasisme dan tulisan provokasi serta slogan yang menghina pada spanduk, poster, baju dan atribut lainnya dengan cara apapun.
Adapun untuk seluruh tersangka pengeroyokan Haringga Sirla, Komdis memutuskan sanksi larangan menonton sepakbola di wilayah Republik Indonesia seumur hidup.
"Dengan telah diputuskannya hukuman ini dari Komdis dan mengakomodasi permohonan dari forum silaturahmi klub Liga 1, maka PSSI mencabut status penghentian sementara Liga 1. PSSI juga meminta PT Liga Indonesia Baru untuk dapat kembali menjalankan Liga 1 2018 terhit
ung tanggal 5 Oktober 2018," kata Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha Destriadikutip dari laman resmi PSSI.
Banding atau Keluar dari Liga 1
Wakil Ketua Komite Disiplin (Komdis) PSSI, Umar Husin mempersilahkan Persib Bandung melakukan banding atas hukuman yang diputuskan Komdis PSSI.
"Bisa, Persib silakan saja ajukan keberatan dalam format permohonan banding kepada Komite Banding (Komding). Nanti Komding yang menilai alasannya bisa diterima atau tidak," kata Umar.
Umar menegaskan banding dipersilahkan diajukan oleh seluruh klub tak terkecuali Persib Bandung. Jika nantinya banding itu dikabulkan, tentunya keputusan dari komdis akan berubah. "Kalau tidak diterima ya tetap," ujar Umar.
Namun, Persib sudah kepalang murka dengan sanksi yang diberikan Komdis. Bahkan pelatih Persib Bandung, Mario Gomez mengancam tidak melanjutkan sisa laga di Liga 1 2018. Menurutnya, sanksi yang diterima Persib 'Gila'. "Saya tidak mau bermain dengan situasi seperti ini, lebih baik tidak perlu bertanding," katanya.
Mario Gomez tak memahami dengan putusan yang dikeluarkan Komdis PSSI. Apalagi Persib kerap mendapatkan sanksi berat bila melakukan kesalahan. "Mungkin karena kami menang, itu yang membedakan," kesalnya kembali.
Jauh Dari Rasa Adil
Senada Gomez, sejumlah komunitas suporter fanatik Persib Bandung menunjukkan kekecewaannya terhadap keputusan sanksi terhadap pangeran biru. Menurut Ketua Umum Viking Persib Club, Heru Joko, sanksi Komdis PSSI tidak bijaksana dan tidak adil. "Untuk membuat jera seharusnya tidak harus segitunya," kata Heru.
Memang diakui Heru, butuh sanksi tegas untuk bisa menghindari kejadian tewasnya suporter. "Tetapi tidak membunuh semuanya. Kan itu mah oknum," ucap Heru sambil menambahkan bahwa pendukung yang benar-benar Viking sudah mulai berubah.
Ungkapan ketidakadilan juga keluar dari mulut Ketua Umum Bobotoh Maung Bandung Bersatu (Bomber), Asep Abdul. Asep bahkan membandingkan adanya suporter tim lain yang pernah terlibat pengeroyokan berujung kematian namun luput dari hukuman Komdis. Abdul bahkan menyebut, sanksi ini terlalu berat.
"Ini bukan efek jera buat kita," singkat Asep.
Asep menggarisbahawai mengenai tidak adanya aturan untuk menghindari kejadian serupa di laga-laga yang akan datang didalam sanksi Komdis. Harusnya, menurut dia, diberlakukan sanksi untuk ke depan agar tidak ada lagi kejadian kematian suporter sepak bola Indonesia.
Kini, satu-satunya jalan yang bisa ditempuh manajemen PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) adalah melakukan banding. "Mungkin kami juga akan melakukan komunikasi antar elemen Bobotoh menyikapi sanksi ini," tandasnya. (*)