MerahPutih.com - Kematian Haringga Sirila mendapatkan respon yang sangat besar dari publik. Sudah pasti Persatuan Sepak Bola Indonesia (PSSI) menjadi pihak yang paling disorot atas insiden berdarah tersebut.
Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi angkat bicara terkait permasalahan ini. Gubernur Sumatera Utara ini menolak disalahkan karena organisasi yang dipimpinnya sudah melakukan segala upaya agar tidak terjadi kericuhan.
Haringga menjadi korban ketujuh rivalitas Maung Bandung dengan Macan Kemayoran. Anggota The Jakmania meninggal dunia setelah dikeroyok di luar Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) sebelum pertandingan Persib Bandung vs Persija, Minggu (23/9)
Tidak heran Kemenpora dan BOPI meminta kepada PSSI untuk menyelesaikan kasus tewasnya Haringga dan merekomendasikan untuk menghentikan sementara kompetisi. Kasus ini pun membuat kinerja PSSI dipertanyakan publik.
"Kami sudah berulang kali mengantisipasi hal tersebut. Terkhusus dengan Jakmania dan Bobotoh. Setiap saat kami evaluasi dan panggil masing-masing yang bertanggung jawab dari kedua belah pihak. Bahkan, laga ini sudah dua kali ditunda," tutur Edy dalam wawancara di Kompas TV.
"Jangan mengadili. Pihak keamanan sedang menangani. Ini yang harus kita luruskan. Sepak bola kita mulai tumbuh secara positif. Ini yang harus kita evaluasi. Bangsa Indonesia adalah bangsa beradab. Semoga ini bisa menjadi yang terakhir," ujarnya.
PSSI selaku federasi juga bertanggung jawab atas perilaku suporter klub tanah air. Tetapi, Edy malah melimpahkan hal tersebut kepada klub masing-masing.
"Suporter dibina oleh klubnya masing-masing dan kami hanya melakukan imbauan. Bahkan, apabila suporter melakukan hal berlebihan, PSSI sudah memberikan hukuman kepada kesebelasan tersebut. Itu sudah cukup dan dilakukan oleh semua negara. Saya tidak perlu bercerita terlalu panjang," ucap Edy.
Persib pernah mendapatkan hukuman karena kasus serupa. Komdis PSSI melarang suporter masuk ke stadion dalam lima pertandingan setelah suporter bernama Ricko Andrean tewas di Stadion GBLA, 22 Juli 2017 lalu.
Namun, Edy belum tahu apa sanksi yang akan diberikan kepada Persib.
"Persoalan yang terjelek adalah ban (larargan tampil, red) untuk kesebelasan. Saya tidak melihat atlet yang salah. Yang salah adalah suporter," kata pria 57 tahun tersebut. (*)