Supiori, Mengintip Surga dari Samudra Pasifik

Ana AmaliaAna Amalia - Minggu, 05 April 2015
Supiori, Mengintip Surga dari Samudra Pasifik

(Foto: Pinterest)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Travel - Jika Anda dan keluarga bosan dengan liburan yang itu-itu saja, cobalah untuk mengunjungi sebuah pulau indah bak surga dunia di timur Indonesia, Papua. Wisata alam di tanah Papua memang masih perawan dan sangat mempesona, hutan, pulau, pantai, hingga berbagai desa bisa menjadi tujuan wisata yang berbeda dan menyenangkan.

Supiori merupakan kabupaten termuda dan terkecil saat ini di Indonesia. Wilayahnya adalah pemekaran dari Kabupaten Biak Numfor sejak 2003 dengan ibukota di Sorendiweri. Supiori berada di Pulau Supiori yang dipisahkan dengan Pulau Biak oleh jembatan sepanjang 100 meter yang berada di atas Selat Sorendiweri. Kawasan Supiori membentang di perairan Pasifik dengan luas. (Baca: Pasar Seni Ubud, Destinasi Wisata Belanja di Bali)

Seperti yang dikutip dari wonderfulindonesia, Supiori merupakan kawasan yang didominasi hutan suaka alam sekira 45.384 ha atau 65% dari luas wilayah Kabupaten Supiori. Kawasan tersebut meliputi hutan tutupan untuk kepentingan pelestarian alam maupun untuk sistem penyanggah kehidupan. Di sana dapat Anda temui beraneka hewan endemik seperti burung kakak tua raja jambul merah, kakak tua hitam jambul kuning, cenderawasih, kuskus, babi hutan, dan tikus hutan. Ada juga, burung mahkota, kakak tua putih, mambruk, nuri hijau atau merah, nuri kepala hitam, kumkum dan lainnya.

Selain itu ada juga berbagai tempat di Supori yang bisa membuat Anda terkagum-kagum, Pulau Rani, Mapia, dan, Miossufonsi merupakan pulau-pulau yang sudah cukup terkenal di Asia maupun Eropa. Ketiganya tengah dikembangkan menjadi tujuan wisata bahari. (Baca: Pemandangan Spektakuler di Air Terjun Moramo)

Untuk mencampai tempat indah ini, pilih penerbangan dari kota Anda ke Bandar Udara Frans Kaisiepo Airport (BIK) di Kabupaten Biak Numfor. Maskapai penerbangan yang melayani rute ini adalah Garuda Indonesia dan Sriwijaya, jika dari Jakarta menuju Biak, pesawat akan transit di Makassar. Selamat berlibur.

#Papua
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Ana Amalia

Happy life happy me
Show More

Berita Terkait

Indonesia
TNI Tembak Mati Komandan OPM di Maybrat, 2 Anak Buahnya Hanyut di Sungai
Personel TNI disebut mendapat serangan saat menjalankan operasi tersebut hingga terjadi aksi saling tembak.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Oktober 2026
TNI Tembak Mati Komandan OPM di Maybrat, 2 Anak Buahnya Hanyut di Sungai
Indonesia
Pentolan OPM Dikabarkan Tewas Dalam Baku Tembak di Intan Jaya Papua Tengah
Saat peristiwa kontak senjata terjadi, Hermanus Hogajau-lah yang pertama kali menghujani Pasukan Timsus Yonif 315 Garuda dan Tim Taipur Koops TNI Habema di bawah kendali Kogabwilhan III
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Pentolan OPM Dikabarkan Tewas Dalam Baku Tembak di Intan Jaya Papua Tengah
Indonesia
Bos OPM Komplain Serangan Udara, Panglima TNI: Separatis Harus Ditumpas
Bos OPM Egianus Kogoya komplain serangan pesawat Super Tucano di Nduga. Panglima TNI Agus Subiyanto tegaskan separatis wajib ditumpas habis!
Wisnu Cipto - Senin, 28 September 2026
Bos OPM Komplain Serangan Udara, Panglima TNI: Separatis Harus Ditumpas
Indonesia
Panglima TNI Senang 8 Senjata Disita Dari OPM, Termasuk SS1 V1
Delapan pucuk senjata yang disebut Agus termasuk jenis SS1 V1 yang sebelumnya direbut OPM dari satuan TNI.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Panglima TNI  Senang 8 Senjata  Disita Dari OPM, Termasuk SS1 V1
Indonesia
4 Anggota OPM Tewas Dalam Kontak Senjata di Intan Jaya Papua Tengah
Personel TNI juga menyita sejumlah barang dari lokasi, antara lain satu pucuk SS2 V1, satu senjata api laras panjang dengan alat bidik Trijicon
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 25 September 2026
 4 Anggota OPM Tewas Dalam Kontak Senjata di Intan Jaya Papua Tengah
Indonesia
Kekerasan KKB Terus Berulang, DPR Desak Pemerintah Gerak Cepat
Pemerintah didesak untuk memperkuat perlindungan terhadap warga sipil di Papua.
Yusuf Abdillah - Minggu, 20 September 2026
Kekerasan KKB Terus Berulang, DPR Desak Pemerintah Gerak Cepat
Indonesia
Penculikan Warga Oleh KKB Papua, 7 Korban masih Dicari
Aparat bersama tokoh masyarakat terus melakukan upaya untuk menemukan dan mengevakuasi korban lainnya.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
Penculikan Warga Oleh KKB Papua, 7 Korban masih Dicari
Indonesia
Penyanderaan KKB Papua, 1 Korban Ditemukan Meninggal dengan Tubuh Kurus
Yosina ditemukan bersama Demerina Uamang, 23, salah satu dari sembilan perempuan yang sebelumnya menjadi korban penculikan pada 17 Agustus 2026.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
Penyanderaan KKB Papua, 1 Korban Ditemukan Meninggal dengan Tubuh Kurus
Indonesia
20 Hari Bertahan di Hutan, Korban Penculikan KKB Akhirnya Dievakuasi ke Timika
Korban ditemukan dalam kondisi lemah di Kampung Bela 1, Distrik Alama, Kabupaten Mimika.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
20 Hari Bertahan di Hutan, Korban Penculikan KKB Akhirnya Dievakuasi ke Timika
Indonesia
Alasan Mendagri Tito Rumuskan Ulang Definisi Orang Asli Papua
Hingga saat ini masih terjadi perbedaan pandangan di tingkat daerah mengenai kriteria Orang Asli Papua dalam UU Otsus Papua.
Wisnu Cipto - Senin, 14 September 2026
Alasan Mendagri Tito Rumuskan Ulang Definisi Orang Asli Papua
Bagikan