Sundanis Hadirkan 'EGP', Hiphop-Dangdut Bernuansa Sunda yang Siap Guncang Industri Musik

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Senin, 15 September 2025
Sundanis Hadirkan 'EGP', Hiphop-Dangdut Bernuansa Sunda yang Siap Guncang Industri Musik

Sundanis lepas single baru. (Foto: dok/floorinc)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Hiphop sekali lagi membuktikan kemampuannya untuk menembus semua lapisan masyarakat, terlebih jika dikemas dengan bahasa lokal sehingga terasa dekat dengan pendengar.

Rapper Sundanis, yang dikenal dengan karya hiphop berbahasa Sunda dan sentuhan musik dangdut, kini siap merilis lagu perdananya sejak resmi bergabung dengan label FloorInc. Karya barunya itu diberi judul EGP (Emang Gue Pikirin).

Mengangkat tema yang relevan dengan keseharian, EGP bercerita tentang fenomena sosial yang akrab di sekitar kita, orang-orang yang terlihat manis di depan, namun justru bersikap sebaliknya di belakang.

“Rasanya banyak orang pernah mengalami hal seperti ini, dan cara terbaik menyikapinya adalah bersikap masa bodoh, alias EGP,” ungkap Rudi Supriadi, nama asli Sundanis.

Baca juga:

Tenxi, Suisei, dan Jemsii Ceritakan Suka dan Duka Cinta yang Penuh Warna lewat Single 'Mejikuhibiniu', Simak Liriknya

Uniknya, EGP dihadirkan dalam dua versi: versi solo dan versi duet bersama penyanyi Bandung, Dev Kamaco. Proses kreatifnya berlangsung sangat cepat, hanya butuh satu hari untuk membuat beat, menulis lirik, dan melakukan rekaman.

Namun, proses pembuatan video musiknya memakan waktu lebih lama karena diproduksi saat Sundanis tengah tur di Jepang, sehingga ia harus memanfaatkan waktu senggang di antara jadwal tampil dan kunjungan radio.

“Semoga lagu dan video musik ini bisa diterima dan dinikmati oleh masyarakat,” tambahnya.

Walaupun terkenal dengan gaya hiphop-dangdut dan lirik berbahasa Sunda, EGP dikemas dengan aransemen yang lebih universal agar dapat dinikmati pendengar musik di seluruh Indonesia, tanpa menghilangkan ciri khasnya. Sejak 2015, Sundanis memang konsisten mengeksplorasi warna musik yang memadukan genre tersebut.

Baca juga:

DNA & Qorygore Hadirkan Single 'Cowok Red Flag': Perpaduan Lugas antara Dangdut dan Miami Bass

Perjalanan Sundanis bergabung dengan FloorInc bermula ketika ia mengirimkan lagu ke seorang kenalan di Jakarta. Tak lama, ia mendapat kabar bahwa FloorInc tertarik merilis EGP tanpa revisi.

Bergabung dengan label ini membuatnya semakin optimis dapat memperluas jangkauan musiknya dan menghadirkan warna baru di industri musik nasional.

Sebelumnya, Sundanis pernah berkolaborasi dengan Rotra dari Jogja Hiphop Foundation (2012) dan merilis karya bersama rapper Jepang Stillichimiya serta Yungyu pada 2023 dan 2024.

Ia pun menyampaikan harapannya agar berbagai kolaborasi dan kerja sama ini bisa membantu mengembalikan kejayaan musik Bandung di kancah nasional.

“Bandung dikenal sebagai pusat kreativitas musik Indonesia, dan cita-citaku adalah mengembalikan masa kejayaan musisi Bandung yang dulu sempat mendominasi industri musik Tanah Air,” tutupnya penuh optimisme. (Far)

#Musik #Musik Indonesia #Musisi Indonesia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
Piche Kota Rilis 'Sedikit Lebih Lama', Ada Kolaborasi di Balik Proses Kreatifnya
Piche Kota merilis single terbaru 'Sedikit Lebih Lama' pada 18 September 2026. Lagu ditulis bersama Happy Andromeda dan Krisna Trias.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 28 September 2026
Piche Kota Rilis 'Sedikit Lebih Lama', Ada Kolaborasi di Balik Proses Kreatifnya
ShowBiz
Beabadoobee Rilis Album 'Pylon', Hadirkan Eksplorasi Musik dan Emosi yang Lebih Luas
Beabadoobee merilis album terbaru 'Pylon' yang mengeksplorasi rock, kesepian, kemarahan, cinta, perubahan, hingga ketidakpastian.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 28 September 2026
Beabadoobee Rilis Album 'Pylon', Hadirkan Eksplorasi Musik dan Emosi yang Lebih Luas
ShowBiz
Jackson Wang Kembali lewat Single 'Thank You', Ada Cerita Panjang di Balik Lagunya
Jackson Wang kembali lewat single 'Thank You'. Lagu ini menjadi rilisan pertama setelah karya solo pada 2025 sekaligus debutnya bersama Roc Nation.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 28 September 2026
Jackson Wang Kembali lewat Single 'Thank You', Ada Cerita Panjang di Balik Lagunya
ShowBiz
MTV VMA 2026, Taylor Swift Pecahkan Rekor, Madonna enggak Mau Kalah Borong Penghargaan
Secara total, Taylor Swift punya 33 piala MTV VMA, mengalahkan Beyonce.
Dwi Astarini - Senin, 28 September 2026
 MTV VMA 2026, Taylor Swift Pecahkan Rekor, Madonna enggak Mau Kalah Borong Penghargaan
ShowBiz
Boikot Grammy, BTS Berjaya di MTV VMA 2026 Menang Song of the Year
Para anggota mempersembahkan kemenangan Song of the Year ini kepada semua orang yang telah menyukai musik mereka.
Dwi Astarini - Senin, 28 September 2026
 Boikot Grammy, BTS Berjaya di MTV VMA 2026  Menang Song of the Year
ShowBiz
Lahir dari Kebiasaan Video Call, Akbar Chalay dan Mingse Hadirkan Single 'Kok Masih Rindu?'
Akbar Chalay dan Mingse kembali dengan single 'Kok Masih Rindu?'. Lagu hipdut ini terinspirasi dari kebiasaan mereka video call dengan pasangan.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 28 September 2026
Lahir dari Kebiasaan Video Call, Akbar Chalay dan Mingse Hadirkan Single 'Kok Masih Rindu?'
ShowBiz
Makna 'Let’s Get Married' Miley Cyrus, Tentang Cinta yang Siap Dibawa ke Pelaminan
Lagu ini membawa atmosfer romantis yang kuat dengan lirik yang berbicara tentang cinta, keyakinan, serta komitmen.
Dwi Astarini - Senin, 28 September 2026
Makna 'Let’s Get Married' Miley Cyrus, Tentang Cinta yang Siap Dibawa ke Pelaminan
ShowBiz
Dibuat pada 1970-an, Musik Guruh Gipsy Justru Menemukan Kehidupan Kedua Hampir 50 Tahun Kemudian
Menelusuri perjalanan Guruh Gipsy, dari eksperimen musik pada 1970-an hingga tampil langsung di Synchronize Fest 2025 bersama tiga personel asli.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 28 September 2026
Dibuat pada 1970-an, Musik Guruh Gipsy Justru Menemukan Kehidupan Kedua Hampir 50 Tahun Kemudian
ShowBiz
Guruh Soekarnoputra dan Perjalanan Panjang Mencari Wajah Modern Musik Indonesia
Menelusuri perjalanan musik Guruh Soekarnoputra, dari menciptakan lagu sejak usia 15 tahun, Gipsy, hingga eksplorasi musik dan tradisi Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 28 September 2026
Guruh Soekarnoputra dan Perjalanan Panjang Mencari Wajah Modern Musik Indonesia
ShowBiz
Syahrini Deklarasikan Partai Inces Indonesia di Pestapora 2026
Ia datang membawa kembali kemewahan, gaya centil, jargon-jargon khas, dan tentu saja tingkah panggung yang sulit ditebak.
Dwi Astarini - Senin, 28 September 2026
Syahrini Deklarasikan Partai Inces Indonesia di Pestapora 2026
Bagikan