FILM produksi Disney dan Marvel Studios masih perkasa di puncak box office di minggu keduanya. Diperkirakan, film karya sutradara Ryan Coogler itu meraih US$ 108 juta untuk wilayah Amerika saja di minggu keduanya.
Film itu juga masuk ke empat film yang berhasil melampaui US$ 100 jutadi minggu keduanya. Film lain yang mampu meraih torehan itu, yakni Star Wars: The Force Awakens, Jurassic World, dan The Avengers. Black Panther ada di posisi kedua, tepat ada di belakang Star Wars: The Force Awakens.
Secara global, Black Panther meraih hingga US$ 700 juta di seluruh dunia. Raihan penghasilan selama dua minggu itu belum termasuk di Tiongkok dan Jepang, negara yang belum resmi memutar Black Panther.
Dalam catatan Marvel Studios, film yang dibintangi Chadwick Boseman itu mungkin akan melampaui pencapaian Captain America: Civil War dan Iron Man 3. Saat ini, Black Panther masiih ada di urutan ketiga.
Black Panther yang menjadi film pertama Marvel yang disutradarai seorang Afro-Amerika memecahkan sejumlah rekor di minggu pembukaannya. Film itu menjadi film terlaris yang pernah dibuat sutradara Afro-Amerika.
Keberhasilan film itu juga amat mungkin akan mengubah kebiasaan dan tren pembuatan film. Selama ini, film-film produksi Hollywood memang didominasi seniman berkulit putih.
Namun, kesuksesan Coogler sebagai sutradara membuat insan perfilman Hollywood melirik pembuat film Afro-Amerika. Demikian juga dengan para aktor hingga kru film.
Hal itu mengingat hampir seluruh bintang dan kru Black Panther ialah warga Afro-Amerika. Dengan semua pemain dan kru tersebut, film itu justru mendapat review yang tinggi. Rotten Tomatoes mencatatkan skor 97%, menjadikannya salah satu film superhero dengan review paling bagus.(dwi)

