MerahPutih Megapolitan - Bentrokan antara massa pengunjuk rasa dengan polisi masih terus berlangsung. Mobil water cannon mampu memukul mundur massa yang beringas.
Aksi demo 4 November yang semula berlangsung damai berakhir ricuh. Kerusuhan dimulai pukul 19:30 WIB saat massa yang masih bertahan memaksa bertemu Presiden Joko Widodo. Massa merangsek barisan petugas hingga akhirnya menjebol barikade. Untuk menghentikan massa, polisi menembakkan gas air mata.
Pantauan merahputih.com, sebuah mobil polisi terbakar di samping Istana, dekat pintu masuk Monas. Massa melempari petugas menggunakan batu, kayu dan benda-benda keras lainnya.
Aksi unjuk rasa seharusnya berakhir pukul 18:00 WIB. Namun, sekelompok massa masih bertahan meski batas waktu toleransi habis.
Massa memaksa masuk ke Istana Negara untuk menemui Presiden Joko Widodo, meski sebelumnya sejumlah perwakilan pengunjuk rasa sudah diterima Wakil Presiden Jusuf Kalla.
Tapi, massa belum puas sebelum bertemu Presiden. Mereka menjebol barikade polisi yang mengamankan aksi demo.
Massa terus merangsek masuk. Mobil water cannon dikerahkan untuk menghentikan massa yang semakin beringas. Tembakan gas air mata tak mampu menghentikan massa yang terus merangsek barikade polisi.
Sebelumnya, kondisi di depan Istana Negara semakin memanas ketika para pendemo dari massa HMI mulai melempari kayu dan botol air mineral ke arah petugas. Tindakan anarkis massa ini dibalas dengan tembakan gas air mata.
Hasil pantauan merahputih.com di lokasi bentrokan tak terelakan lagi. Petugas menembakan gas air mata.
Petugas terus menghunjani para pendemo dengan gas air mata ke arah pendemo agar mundur. Bentrok terjadi pada pukul 19:48 WIB.
Padahal sebelumnya, baik Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M. Iriawan maupun Ketua Front Pembela Islam (FPI) dan pembina Gerakan Nasional Pengawalan Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) Habieb Rizieq sudah menjamin bahwa demo berjalan dengan damai. (Yni)
BACA JUGA:

