MerahPutih.com - Film live action adaptasi gim legendaris Capcom, Street Fighter, langsung menduduki posisi puncak box office domestik Amerika Utara pada akhir pekan pembukaannya.
Film produksi Paramount Pictures dan Legendary Pictures tersebut meraup 31 juta dolar AS atau sekitar Rp 559,6 miliar di pasar domestik. Sementara itu, pendapatan globalnya mencapai 51,1 juta dolar AS atau setara Rp 922,5 miliar.
Meski berhasil memuncaki box office, pendapatan global Street Fighter masih berada di bawah proyeksi awal yang memperkirakan raihan mendekati 70 juta dolar AS atau sekitar Rp 1,26 triliun.
Pendapatan sebesar 51,1 juta dolar AS tersebut masih berupa estimasi pada akhir pekan pembukaan dan dapat berubah setelah penghitungan final.
Baca juga:
Ryu dan Ken Kembali ke Arena Pertarungan
Disutradarai Kitao Sakurai, Street Fighter kembali mempertemukan Ryu dan Ken Masters, dua petarung yang memiliki hubungan panjang dalam waralaba gim tersebut.
Cerita film ini berlatar pada 1993, ketika Chun-Li merekrut Ryu dan Ken untuk mengikuti Turnamen World Warrior. Kompetisi tersebut bukan sekadar ajang adu kemampuan bela diri.
Sementara di balik pertarungan, tersimpan konspirasi yang memaksa Ryu dan Ken menghadapi masa lalu serta hubungan di antara mereka.
Keduanya harus menentukan apakah mampu bekerja sama untuk menghadapi ancaman yang lebih besar atau justru saling berhadapan. Jika gagal, kehancuran menjadi taruhan dari pertarungan tersebut.
Baca juga:
Film ini dibintangi Noah Centineo sebagai Ken Masters, Andrew Koji sebagai Ryu, dan Callina Liang sebagai Chun-Li.
Ketiga karakter tersebut menjadi pusat cerita yang membawa unsur pertarungan khas gim ke layar lebar. Adaptasi ini juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan kembali waralaba Street Fighter melalui format film live action. (Tka)