Merahputih.com - Taktik Manchester City kini memasuki babak baru yang sangat ekstrem melalui eksperimen revolusioner pada tim U-18.
Bahkan, mantan penjaga gawang Manchester City, Kasper Schmeichel, membongkar adanya strategi tidak lazim yang berpotensi mengubah wajah sepak bola modern di masa depan.
Langkah berani ini muncul di tengah upaya klub melakukan regenerasi skuad guna mengejar ketertinggalan poin dari Arsenal di kasta tertinggi kompetisi Inggris.
Baca juga:
Hasil Final Piala Liga Inggris: Manchester City Juara Usai Mengalahkan Arsenal 2-0
Evolusi Kiper di Atas Garis Tengah
Langkah radikal di tingkat akademi ini mencerminkan ambisi besar klub dalam menciptakan standar baru permainan.
Schmeichel mengamati bahwa posisi penjaga gawang tidak lagi hanya terpaku di dalam kotak penalti, melainkan terlibat aktif dalam sirkulasi bola di area yang sangat tinggi.
Hal ini melampaui peran sweeper-keeper konvensional yang selama ini menjadi identitas permainan tim utama di bawah asuhan Pep Guardiola.
Dalam sebuah diskusi di podcast Stick to Football sebagaimana dikutip Givemesport, Schmeichel memberikan kesaksiannya mengenai fenomena tersebut.
“Tim U-18 Manchester City sekarang memainkan versi paling ekstrem yang pernah saya lihat. Mereka memainkan taktik di mana penjaga gawang terkadang berada di atas garis tengah lapangan, dan saya pikir mereka sedang mengujinya untuk melihat hasilnya.” ucap dia.
Cetak Biru Masa Depan Pasca Era Ederson
Meskipun Arsenal saat ini memimpin klasemen dengan keunggulan sembilan poin pada musim 2025-26, Manchester City terus mematangkan rencana jangka panjang.
Kepergian Ederson yang menjadi pilar penting sejak 2017 hingga 2025 meninggalkan ruang bagi inovasi baru. Staf pelatih di akademi tampaknya sedang merumuskan blue print taktik yang lebih agresif untuk mendukung visi Guardiola.
Baca juga:
Bernardo Silva Kasih Kode Ingin Tinggalkan Manchester City, Siap Hijrah ke Barcelona?
Kemenangan City atas Arsenal di final Piala Carabao baru-baru ini juga menjadi variabel penting dalam menjaga mentalitas juara tim. Fokus penuh kini beralih ke Premier League setelah langkah klub terhenti di Liga Champions oleh Real Madrid.
Eksperimen di tim U-18 memberikan sinyal kuat bahwa pengaruh filosofi pelatih asal Catalan tersebut akan tetap mendarah daging di Stadion Etihad, bahkan jika suatu saat terjadi pergantian pelatih.