Merahputih.com - Rumput hijau Emirates Stadium bersiap menjadi saksi bisu ambisi besar Meriam London memperkokoh takhta tertinggi sepak bola Inggris.
Skuad asuhan Mikel Arteta menatap laga kontra Everton sebagai momentum emas menjauh dari bayang-bayang kejaran Manchester City.
Kemenangan akan membawa Arsenal melesat sepuluh poin di puncak klasemen sebelum pasukan Pep Guardiola turun berlaga.
Baca juga:
Prediksi supercomputer menempatkan Arsenal sebagai unggulan mutlak lewat persentase kemenangan mencapai 74,8 persen.
Angka tersebut berbanding terbalik dengan peluang Everton sebesar 10,4 persen saja. Rekor mentereng satu kekalahan dalam 15 pertandingan liga terakhir memperkuat status favorit tuan rumah.
“Arsenal memiliki peluang memberikan tekanan lebih lanjut kepada rival perebutan gelar juara,” tulis laporan statistik Superkomputer Opta.
Dominasi Sejarah dan Rekor Pertemuan
Pasukan Meriam London membawa modal kepercayaan diri tinggi setelah tak terkalahkan dalam enam laga Premier League terakhir kontra klub asal Merseyside itu.
Meski sempat tertahan imbang -1-1 oleh Bayer Leverkusen lewat penalti menit akhir di Liga Champions, performa liga domestik tetap stabil. Sejarah mencatat Everton hanya mampu memetik satu kemenangan dalam 29 kunjungan liga ke markas Arsenal.
Kutukan laga tandang kontra Arsenal juga membayangi pelatih tim tamu. David Moyes tercatat baru mengemas satu kemenangan tandang liga dari 20 kesempatan menghadapi klub asal London Utara tersebut.
Ancaman Tersembunyi Si Macan Tandang
Baca juga:
Prediksi Superkomputer Opta: Arsenal Favorit Kedua Juara Liga Champions 2025/26
Everton tetap memiliki potensi mengejutkan melalui catatan kemenangan tandang musim ini. Klub berjuluk The Toffees menempati posisi kedua terbanyak meraih kemenangan laga luar kandang lewat koleksi tujuh kemenangan.
Catatan tersebut hanya kalah dari sembilan kemenangan tandang milik pemuncak klasemen sementara.
Pertandingan ini menjadi ujian konsistensi bagi Arsenal guna membuktikan kelayakan angkat trofi musim ini. Seluruh mata pecinta bola kini tertuju pada taktik Mikel Arteta meredam agresivitas mantan klubnya demi kenyamanan di puncak klasemen.