SQUID Game menjadi salah satu film survival Korea Selatan di Netflix yang sangat populer. Bahkan pada Halloween lalu, banyak yang menggenakan kostum para penjaga hingga kontestannya.
Kepopuleran Squid Game menjadi kesempatan bagi para pelaku bisnis untuk meraup keuntungan. Mereka mengadopsi tema Squid Game untuk menarik konsumen. Misalnya, para content creator membuat konten-konten yang mengusung tema Squid Game. Kemudian pelaku bisnis F&B yang mulai menyajikan dalgona candy dalam menunya, kartu undangan Squid Games yang digunakan sebagai voucher, bahkan ada juga permainan ala-ala Squid Game.
Baca Juga:
Meski sangat populer, film ini sempat dituduh sebagai plagiat film survival Jepang, As the Gods Will. Sejalan dengan popularitas film itu, munculah sinetron lokal yang semangatnya sama dengan film itu. memang menjadi perhatian namun juga menerima kritik dari masyarakat dan para publik figur karena dianggap telah meniru serial Squid Game.
Dalam suatu episodenya yang ditayangkan di salah satu TV swasta. Ada permainan yang mempunyai konsep sama persis dengan Squid Game. Ini terlihat dari papan eleminasi yang menunjukkan foto dan nomor para pemain yang masih hidup atau gugur dalam permainan.
Jika para pemain Squid Game menggenakan pakaian berwarna hijau putih lengkap dengan nomor pemain. Maka para pemeran di sinetron itu menggenakan pakaian berwarna biru. Perbedaan lainnya adalah para penjaganya tidak menggunakan baju berwarna merah dengan topeng yang mempunyai simbol segitiga, bulat ataupun persegi. Mereka mengenakan pakaian berwarna hitam dengan topeng aneh dan menyeramkan.
Kesamaan lainnya adalah hadiah berupa uang sesuai dengan jumlah pemain yang gugur. sinteron ini memperlihatkan hadiah bagi para kontestannya sebesar Rp500 ribu dan dikalikan dengan jumlah peserta yang ikut bermain.
Baca Juga:
Roger Danuarta Pertama Kali Menangis Karena Film yang Dibintanginya
Sinetron ini meniru hampir segala unsur dari serial Squid Game. Tentunya ada perbedaan sehingga sinetronnya memunculkan aroma lokal Indonesia. Seperti menggunakan permainan tradisional Indonesia, lompat tali, mobil-mobilan atau kulit jeruk. Mungkin kesamaan hanya pada permainan tarik tambang.
Unsur kemiripan pada serial populer itu terlihat sangat jelas. Meskipun demikian ada beberapa hal sengaja dibuat aneh mungkin karena tidak bisa mengikuti sama persis dari sumbernya. yang paling jelas adalah kekalahan tidak dibayar dengan nyawa namun dengan disemprot cairan berbau busuk. Keanehan lainnya terlihat dari topeng yang ternyata tidak hanya terdiri dari satu jenis. Salah satunya adalah topeng berwarna merah yang mirip dengan topeng yang dipakai dalam kesenian Reog.
Squid Game kearifan lokal ini membuat siapapun yang menonton merasa geli. Bisa jadi penonton tayangan lokal ini agaknya kecewa. Agaknya kreativitas penulis ceritanya dinilai sangat tidak kreatif sampai melakukan plagiat. Bahkan Ernest Prakasa, komedian dan content creator, melemparkan pertanyaan kepada stasiun televisi swasta itu pada postingan Instagramnya, “Halo ....., numpang tanya nih. Emang gak ada malu-malunya gitu? Dikiiiiiit aja…” (Tel)
Baca Juga: