Film

Spike Lee jadi Ikon di Cannes 2021

P Suryo RP Suryo R - Selasa, 13 Juli 2021
Spike Lee jadi Ikon di Cannes 2021

Spike Lee bersama juri-juri yang berkompeten di dunia film. (Foto: NewsLooks)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

FESTIVAL Film Cannes 2021 yang berlangsung dari 6 sampai 17 Juli 2021 seolah senyap ditelan pandemi COVID-19. Festival film ini memang memiliki gengsi yang amat tinggi di kalangan sineas.

Kejutan di awal festival ini adalah kehadiran Spike Lee, sutradara berkulit hitam, yang sangat vokal menyuarakan ketimpangan-ketimpangan yang terjadi di perfilman barat (baca: Amerika).

Baca Juga:

Pesilat Made In Negeri Aing Jadi Langganan Film Action Hollywood

film
Spike Lee yang jadi ikon Festival Film Cannes 2021. (Foto: The Hollywood Reporter)

Sutradara film BlacKkKlansman (2018) menciptakan sejarah baru dalam Festival Film Cannes 2021. Dia menjadi juri kepala dari sembilan aktris dan aktor. Lee memberikan penilaian bersama Maggie Gyllenhaal, Tahar Rahim, dan Song Kang-ho.

Kehadiran Lee pada festival ini menjadi isyarat adanya perubahan di dalamnya. Bahkan wajah Lee menjadi ikon resmi pada poster festival film yang diikuti oleh semua sineas dunia.

“Cannes adalah festival film terbesar di dunia, sehingga kadang tidak menghormati festival film lainnya,” ungkap juri kepala untuk Palm d'Or di Festival Film Cannes 2021.

Sutradara bernama asli Shelton Jackson Lee, juga merupakan aktor, penulis, dan produser dari Amerika Serikat. Dia memulai perjalanan kariernya di Cannes di tahun 1986.

Lee berhasil masuk Cannes dengan film garapannya berjudul She’s Gotta Have It. Namun menurutnya di Variety, Lee tidak terlalu mengenang film itu sebagai debutnya. Melainkan di tahun itu dia lebih merekam kenangannya pada kekalahan tim favoritnya, New York Knicks di Final NBA sekitar 1990-an.

Baca Juga:

Pasca 2 Dekade, 'Spirited Away' Masih Jadi Film Animasi Terbaik Sepanjang Masa

film
Spike Lee yang selalu memberikan kehobahan di setiap kemunculannya. (Foto: Glitz Africa Magazine)

Selanjutnya, pada 1989, satu film produksi Lee, berjudul Do The Right Thing, tidak memenangi hati para juri Cannes. Akan tetapi, orang yang pertama protes atas keputusan juri bukanlah Spike Lee, melainkan mendiang jurnalis dan kritikus film dari Chicago Sun-Times, Roger Ebert.

“Aku ingin kalian tahu bahwa aku sudah punya tempat istimewa di hatiku untuk Roger (Roger Ebert) dan kau tahu itu. Itu bukan keputusan mudah dari apa yang dia (Roger Ebert) rasakan dari film itu. Akibatnya, banyak orang merasa bahwa pers Amerika akan memulai kerusuhan ras di seluruh negeri,” ungkap Lee secara detail kepada Variety pada awal bulan Juli (06/07).

Perkembangan teknologi digital yang semakin meluas sampai ke dunia hiburan, dianggap oleh Lee sebagai berkah. Baginya tidak ada yang perlu dijadikan konflik. Dilansir dari ANTARA, Lee menegaskan bahwa sinema (bioskop) dan platform digital dapat hidup berdampingan, tanpa saling menjatuhkan satu sama lain.

“Suatu waktu ada pemikiran bahwa televisi akan membunuh bioskop. Tidak ada yang baru, bukanlah sesuatu yang baru, ini semua siklus,” ungkap Lee. (abed)

Baca Juga:

Dua Lipa Bakal Debut Akting di FIlm 'Argylle'

#Film
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

ShowBiz
Greta Gerwig Ungkap Buku Narnia Membantunya Menemukan Jati Diri
Buku-buku itu sudah dibacakan kepadanya sebelum ia mampu membaca sendiri.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Greta Gerwig Ungkap Buku Narnia Membantunya Menemukan Jati Diri
ShowBiz
Kritik Arie Kriting soal FFI: Ketika Film Diapresiasi, Pemainnya Tak Masuk Nominasi
Arie Kriting mempertanyakan absennya Irma Rihi dari nominasi FFI lewat Women From Rote Island dan Na Willa serta menyoroti representasi perempuan Timur.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Oktober 2026
Kritik Arie Kriting soal FFI: Ketika Film Diapresiasi, Pemainnya Tak Masuk Nominasi
ShowBiz
Andrew Koji Sempat Tak Percaya Diri Perankan Ryu di Film Live-Action 'Street Fighter'
Andrew Koji mengaku sempat ragu memerankan Ryu di film Street Fighter. Simak tantangan mendalami karakter, kisah turnamen, dan 14 adegan pertarungan utama.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 14 Oktober 2026
Andrew Koji Sempat Tak Percaya Diri Perankan Ryu di Film Live-Action 'Street Fighter'
ShowBiz
Demi Perankan Chun-Li di 'Street Fighter', Callina Liang Jalani Latihan Intensif dan Konsumsi 12 Telur Sehari
Callina Liang menjalani latihan bela diri 5–6 hari sepekan dan mengonsumsi 12 telur sehari demi memerankan Chun-Li di film Street Fighter.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 14 Oktober 2026
Demi Perankan Chun-Li di 'Street Fighter', Callina Liang Jalani Latihan Intensif dan Konsumsi 12 Telur Sehari
ShowBiz
Bukan Cuma Adu Jurus, Film Live-Action 'Street Fighter' Juga Sajikan Komedi yang Menggelitik
Film Street Fighter tayang 14 Oktober 2026 di bioskop Indonesia. Simak sinopsis Ryu dan Ken, 14 adegan pertarungan, serta daftar pemainnya.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 14 Oktober 2026
Bukan Cuma Adu Jurus, Film Live-Action 'Street Fighter' Juga Sajikan Komedi yang Menggelitik
ShowBiz
Daftar Lengkap Nominasi Kids’ Choice Awards 2026, Alex Warren Jadi Pembawa Acara
Simak daftar nominasi Kids’ Choice Awards 2026 dalam kategori film, musik, serial TV, olahraga, kreator, gim, dan podcast. Alex Warren menjadi host.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 13 Oktober 2026
Daftar Lengkap Nominasi Kids’ Choice Awards 2026, Alex Warren Jadi Pembawa Acara
ShowBiz
Daftar Lengkap Nominasi Piala Citra FFI 2026, dari Film hingga Skenario Terbaik
Daftar lengkap nominasi FFI 2026 untuk 22 kategori Piala Citra, mulai dari Film Cerita Panjang Terbaik hingga Penulis Skenario Asli Terbaik.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 13 Oktober 2026
Daftar Lengkap Nominasi Piala Citra FFI 2026, dari Film hingga Skenario Terbaik
ShowBiz
Baru Debut, Bernadus Raka Masuk Nominasi Sutradara Terbaik FFI 2026
Dalam nominasi Sutrada Terbaik FFI, Bernadus bersaing dengan Edwin, Joko Anwar, Wregas Bhanuteja, dan Kimo Stambuel.
Dwi Astarini - Selasa, 13 Oktober 2026
Baru Debut, Bernadus Raka Masuk Nominasi Sutradara Terbaik FFI 2026
ShowBiz
Teror Penjara hingga Kritik Sosial, Film 'Ghost in the Cell' Borong 13 Nominasi FFI 2026
Ghost in the Cell karya Joko Anwar masuk 13 nominasi FFI ke-46. Simak daftar kategori, latar cerita, perjalanan di Berlinale 2026, dan jajaran pemainnya.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 13 Oktober 2026
Teror Penjara hingga Kritik Sosial, Film 'Ghost in the Cell' Borong 13 Nominasi FFI 2026
ShowBiz
FFI 2026 Umumkan Nominasi Utama Pria Terbaik, Nicholas Saputra Bersaing dengan Marthino Lio
Nicholas Saputra jadi aktor yang paling banyak masuk nominasi Aktor Terbaik.
Dwi Astarini - Selasa, 13 Oktober 2026
FFI 2026 Umumkan Nominasi Utama Pria Terbaik, Nicholas Saputra Bersaing dengan Marthino Lio
Bagikan