K-Pop

Soroti Praktik Tampering dalam Konflik NewJeans vs ADOR, Pemangku Kepentingan Industri Musik Korea Selatan Tegaskan Kasus ini tak Boleh Jadi Preseden

Dwi AstariniDwi Astarini - Kamis, 20 Februari 2025
Soroti Praktik Tampering dalam Konflik NewJeans vs ADOR, Pemangku Kepentingan Industri Musik Korea Selatan Tegaskan Kasus ini tak Boleh Jadi Preseden

Kasus NewJeans vs ADOR tak boleh jadi preseden dalam praktik tampering.(foto: Allkpop)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - PARA pemangku kepentingan di industri K-pop menyoroti praktik tampering dalam konflik NewJeans dan ADOR. Federasi Manajemen Korea, Asosiasi Produser Hiburan Korea, Asosiasi Industri Label Rekaman Korea, Asosiasi Industri Rekaman Korea, dan Asosiasi Konten Musik Korea menyebut praktik tampering bisa mengancam industri K-pop.

Tampering, istilah yang awalnya digunakan dalam olahraga profesional, tetapi kini juga digunakan dalam industri hiburan Korea, merujuk pada kontak tidak sah dengan artis yang masih terikat kontrak dengan tujuan untuk menarik mereka pergi.

"Konferensi pers NewJeans tahun lalu mengungkap perselisihan pribadi antara artis dan agensi secara terbuka tanpa filter. Kini, kita melihat kasus saat artis mengejar aktivitas independen bahkan sebelum ada putusan hukum terkait dengan sengketa kontrak mereka,” kata mereka.

Mereka berpendapat praktik tampering seperti ini dapat menghancurkan agensi hiburan, yang menanggung risiko keuangan besar untuk mengembangkan bakat dalam jangka waktu yang lama. "Agensi menginvestasikan dana besar dalam potensi kesuksesan artis dengan menanggung semua risiko. Tampering dapat menghancurkan mereka dalam semalam,” kata mereka.

Baca juga:

NewJeans vs ADOR Berlanjut, Pemangku Kepentingan Industri Musik Korea Selatan Serukan Pembentukan Undang-Undang untuk Cegah Tampering



Karena tampering terjadi secara diam-diam, mereka mencatat bahwa membuktikan kasus semacam ini sangat sulit. Kerangka hukum yang ada saat ini memberikan perlindungan yang minim. "Bahkan jika kasus tampering terungkap, sulit untuk meminta pertanggungjawaban pelaku tanpa adanya langkah-langkah hukum yang spesifik,” imbuh mereka.

Kelompok ini menegaskan bahwa kasus NewJeans seharusnya tidak menjadi preseden yang berbahaya. "Jika upaya tampering berhasil, industri manajemen hiburan Korea akan runtuh. Masalah ini tidak hanya terbatas pada perselisihan domestik, modal asing bisa masuk dan mengambil alih industri K-pop sepenuhnya,” tegas mereka.

Dengan menekankan bahwa ‘penegakan kontrak eksklusif’ merupakan kunci untuk mencegah tampering, kelompok ini mendesak para legislator untuk menangani masalah ini dengan tingkat kepentingan yang sama seperti undang-undang perlindungan industri semikonduktor.

"Sama seperti Korea telah memberlakukan regulasi untuk melindungi industri utama seperti semikonduktor, pemerintah harus menetapkan langkah-langkah untuk mengekang tampering dan memastikan integritas kontrak Perselisihan terkait tampering bukan sekadar perdebatan di industri, ini merupakan ancaman besar bagi salah satu industri paling vital di Korea,” tegas mereka.(dwi)

Baca juga:

Ahli Hukum Menimbang Masa Depan NewJeans setelah Perseteruan dengan ADOR, Menyebut Adanya Kemungkinan Penalti Besar

#K-Pop #New Jeans #Musik #Korea Selatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
Menguak Makna Rahasia Lirik Joan of Arc di Dalam Cermin Lagu Ikonik JKT48
Menguak makna lagu Joan of Arc di Dalam Cermin dalam setlist Pajama Drive JKT48. Kisahkan kebangkitan dari keterpurukan lewat koreografi bendera ikonik!
Wisnu Cipto - Minggu, 04 Oktober 2026
Menguak Makna Rahasia Lirik Joan of Arc di Dalam Cermin Lagu Ikonik JKT48
ShowBiz
NODA Entertainment Punya Cara Berbeda Mengembangkan Kolaborasi Musik dan Talenta Independen
NODA Entertainment memperluas kolaborasi dengan musisi dan talenta independen Indonesia melalui berbagai proyek, termasuk Room Service.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 04 Oktober 2026
NODA Entertainment Punya Cara Berbeda Mengembangkan Kolaborasi Musik dan Talenta Independen
ShowBiz
TENHOLES Rilis Album SATYA, Merangkum Janji, Kehilangan, Perlawanan hingga Kemanusiaan
TENHOLES merilis album terbaru SATYA yang berisi delapan lagu tentang keluarga, janji, kehilangan, kehidupan kelas pekerja, perlawanan, dan kemanusiaan.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 03 Oktober 2026
TENHOLES Rilis Album SATYA, Merangkum Janji, Kehilangan, Perlawanan hingga Kemanusiaan
ShowBiz
Devano Danendra Rilis 'Ingat', Kisah Seseorang yang Belum Selesai dengan Luka Masa Lalu
Devano Danendra merilis 'Ingat'. Mengisahkan seseorang yang masih berusaha berdamai dengan luka masa lalu dan kesulitan kembali membuka hati.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 03 Oktober 2026
Devano Danendra Rilis 'Ingat', Kisah Seseorang yang Belum Selesai dengan Luka Masa Lalu
ShowBiz
Tama Yuri Rilis Album Perdana ‘Biar Aku Dianggap Beruntung’, Potret Perjalanan dari Cinta hingga Penerimaan
Tama Yuri merilis album perdana Biar Aku Dianggap Beruntung. Berisi 11 lagu, album ini merangkum fase cegil, terpuruk, hingga menerima.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 03 Oktober 2026
Tama Yuri Rilis Album Perdana ‘Biar Aku Dianggap Beruntung’, Potret Perjalanan dari Cinta hingga Penerimaan
ShowBiz
BTS Tak Ajukan 'ARIRANG' ke Grammy 2027, Kategori Asian Pop Tetap Dipertahankan
The Recording Academy memastikan kategori Asian Pop Music Performance tetap hadir di Grammy Awards 2027 meski BTS tak mengajukan album ARIRANG.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 03 Oktober 2026
BTS Tak Ajukan 'ARIRANG' ke Grammy 2027, Kategori Asian Pop Tetap Dipertahankan
ShowBiz
The Brandals Kembali dengan Album 'Oposisi', dari Musik Elektronik hingga Cerita Pekerja Urban
The Brandals bersiap merilis album studio keenam, 'Oposisi'. Membawa eksplorasi musik sekaligus cerita tentang pekerja, lingkungan, dan situasi sosial-politik.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 03 Oktober 2026
The Brandals Kembali dengan Album 'Oposisi', dari Musik Elektronik hingga Cerita Pekerja Urban
ShowBiz
Salma Salsabil Rilis 'maha benar', Cerita soal Rekan Kerja yang Selalu Merasa Paling Tahu
Salma Salsabil merilis single 'maha benar' yang mengangkat cerita tentang rekan kerja yang selalu merasa paling tahu dan drama kecil di kantor.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 03 Oktober 2026
Salma Salsabil Rilis 'maha benar', Cerita soal Rekan Kerja yang Selalu Merasa Paling Tahu
ShowBiz
Cerita di Balik 'Ajariku Jadi Berani', Lagu Banda Neira yang Lahir dari Pengalaman Ananda Badudu
Banda Neira merilis video musik 'Ajariku Jadi Berani'. Lagu ini membawa pesan tentang keberanian dan pengalaman personal.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 03 Oktober 2026
Cerita di Balik 'Ajariku Jadi Berani', Lagu Banda Neira yang Lahir dari Pengalaman Ananda Badudu
ShowBiz
Zhafari Mengabadikan Riuh Pikiran di Pengujung Malam lewat Album Debut Sisa Malam
Zhafari merangkum serpihan pemikiran, pengalaman pribadi, serta cerita di sekelilingnya yang kemudian diterjemahkan ke dalam berbagai bentuk musikal.
Dwi Astarini - Sabtu, 03 Oktober 2026
Zhafari Mengabadikan Riuh Pikiran di Pengujung Malam lewat Album Debut Sisa Malam
Bagikan