Soroti Praktik Tampering dalam Konflik NewJeans vs ADOR, Pemangku Kepentingan Industri Musik Korea Selatan Tegaskan Kasus ini tak Boleh Jadi Preseden
Kasus NewJeans vs ADOR tak boleh jadi preseden dalam praktik tampering.(foto: Allkpop)
MERAHPUTIH.COM - PARA pemangku kepentingan di industri K-pop menyoroti praktik tampering dalam konflik NewJeans dan ADOR. Federasi Manajemen Korea, Asosiasi Produser Hiburan Korea, Asosiasi Industri Label Rekaman Korea, Asosiasi Industri Rekaman Korea, dan Asosiasi Konten Musik Korea menyebut praktik tampering bisa mengancam industri K-pop.
Tampering, istilah yang awalnya digunakan dalam olahraga profesional, tetapi kini juga digunakan dalam industri hiburan Korea, merujuk pada kontak tidak sah dengan artis yang masih terikat kontrak dengan tujuan untuk menarik mereka pergi.
"Konferensi pers NewJeans tahun lalu mengungkap perselisihan pribadi antara artis dan agensi secara terbuka tanpa filter. Kini, kita melihat kasus saat artis mengejar aktivitas independen bahkan sebelum ada putusan hukum terkait dengan sengketa kontrak mereka,” kata mereka.
Mereka berpendapat praktik tampering seperti ini dapat menghancurkan agensi hiburan, yang menanggung risiko keuangan besar untuk mengembangkan bakat dalam jangka waktu yang lama. "Agensi menginvestasikan dana besar dalam potensi kesuksesan artis dengan menanggung semua risiko. Tampering dapat menghancurkan mereka dalam semalam,” kata mereka.
Baca juga:
Karena tampering terjadi secara diam-diam, mereka mencatat bahwa membuktikan kasus semacam ini sangat sulit. Kerangka hukum yang ada saat ini memberikan perlindungan yang minim. "Bahkan jika kasus tampering terungkap, sulit untuk meminta pertanggungjawaban pelaku tanpa adanya langkah-langkah hukum yang spesifik,” imbuh mereka.
Kelompok ini menegaskan bahwa kasus NewJeans seharusnya tidak menjadi preseden yang berbahaya. "Jika upaya tampering berhasil, industri manajemen hiburan Korea akan runtuh. Masalah ini tidak hanya terbatas pada perselisihan domestik, modal asing bisa masuk dan mengambil alih industri K-pop sepenuhnya,” tegas mereka.
Dengan menekankan bahwa ‘penegakan kontrak eksklusif’ merupakan kunci untuk mencegah tampering, kelompok ini mendesak para legislator untuk menangani masalah ini dengan tingkat kepentingan yang sama seperti undang-undang perlindungan industri semikonduktor.
"Sama seperti Korea telah memberlakukan regulasi untuk melindungi industri utama seperti semikonduktor, pemerintah harus menetapkan langkah-langkah untuk mengekang tampering dan memastikan integritas kontrak Perselisihan terkait tampering bukan sekadar perdebatan di industri, ini merupakan ancaman besar bagi salah satu industri paling vital di Korea,” tegas mereka.(dwi)
Baca juga:
Bagikan
Berita Terkait
Beyonce Resmi Masuk Jajaran Miliarder, Sejajar dengan Taylor Swift
dia & INDAHKUS Rilis Lagu 'Malu Malu', Cerita Cinta Anak Muda yang Canggung
Single Perdana TEMPRA 'Insomnia' Angkat Frustrasi dan Malam Tanpa Tidur
'Selamat Tahun Baru', Lagu Endank Soekamti yang Selalu Relevan di Momen Pergantian Tahun
Kontroversial, Lirik Lagu 'Wood' Taylor Swift Jadi Salah Satu yang Paling Banyak Diakses di 2025
Makna Lirik Lagu 'Bila' Raisa, tentang Penantian dan Keikhlasan Cinta
7 Lirik Lagu Paling Banyak Dicari di Google Indonesia Sepanjang 2025, dari 'Tabola Bale' hingga 'Terbuang dalam Waktu'
Bunnies Kritik HYBE karena Putus Kontrak Danielle
Danielle Keluar dari NewJeans, ADOR Sebut Nasib Minji akan Segera Diputuskan
Irama Enerjik dan Lirik Nyeleneh, Lagu DEABDIL Ramai di FYP TikTok