MerahPutih.com - Grup jazz Tanah Air, Societeit de Harmonie, mengawali 2026 dengan meluncurkan single anyar bertajuk “Syakara”.
Lagu ini hadir sebagai karya reflektif yang mengajak pendengar untuk sejenak menjauh dari keluhan, kecemasan, dan tekanan kehidupan modern, kemudian kembali menengok hal paling mendasar: rasa syukur.
Secara makna, “Syakara” diambil dari bahasa Arab yang berarti ungkapan syukur.
Dirilis menjelang Ramadan, “Syakara” sekaligus menjadi pembuka perjalanan musikal Societeit de Harmonie pada 2026. Momentum ini menandai babak baru setelah dua tahun terakhir mereka berkarya secara konsisten.
Baca juga:
Joanna Andrea Rilis Single 'Dinikmati Saja', Lagu Penyemangat tentang Ikhlas Jalani Hidup
Bagi band ini, awal tahun menjadi saat yang tepat untuk mengingat kembali berbagai hal baik yang telah dan masih dimiliki, alih-alih terus terpaku pada kekurangan atau hal-hal yang belum tercapai.
Sementara dari sisi lirik, “Syakara” menyoroti kecenderungan manusia yang kerap larut dalam bayangan masa depan atau terjebak pada penyesalan masa lalu. Padahal, tidak semua hal berada dalam kendali.
Meski hidup tak jarang terasa berat, setiap orang tetap memiliki pilihan dalam menyikapinya. Bersyukur, sekecil apa pun alasannya, ditawarkan sebagai langkah awal untuk memandang kehidupan dengan lebih jernih dan lapang.
Secara musikal, lagu ini terdengar ringan namun kaya lapisan. Aransemen tiup yang digarap Dave Rimba menghadirkan permainan horn yang saling berkelindan dan bertabrakan, namun tetap harmonis.
Baca juga:
Single Terbaru Eileen Pandjaitan 'Shooting Star' Angkat Kisah Kehilangan yang Belum Usai
Pola tersebut merefleksikan kompleksitas pikiran manusia yang kerap dipenuhi kegelisahan. Menariknya, kegelisahan itu tidak diterjemahkan dalam nuansa muram, melainkan dibalut warna hangat dan ceria—sebuah kontras yang disengaja untuk menegaskan bahwa proses refleksi dan penerimaan tidak selalu identik dengan kesedihan.
Kolaborasi bersama Natasya Elvira menjadi elemen penting dalam “Syakara”. Selain mengisi vokal, Natasya juga terlibat sebagai penulis lagu sekaligus project manager sejak tahap awal penggarapan.
Energinya yang segar dan perspektifnya sebagai musisi muda membuat pesan tentang pendewasaan hidup terasa lebih membumi, kemudian disampaikan seperti percakapan hangat antar teman, bukan petuah yang menggurui. (far)

